Gara-gara Pandemi COVID-19, Angka Kelahiran Bayi di Korsel Terendah di Dunia

Hestianingsih - wolipop Kamis, 25 Feb 2021 17:30 WIB
Asian newborn baby gives a sweet smile on white background. Ilustrasi bayi. Foto: iStock
Jakarta -

Angka kelahiran bayi di Korea Selatan menjadi paling rendah di dunia berdasarkan data statistik 2020. Pandemi virus Corona disinyalir menjadi penyebab terus turunnya jumlah wanita yang ingin punya anak.

Menurut laporan yang dirilis Channel News Asia, ketidakpastian finansial akibat penyebaran COVID-19 di berbagai dunia telah membuat pasangan enggan menikah dan memiliki anak. Angka kelahiran bayi pun turun menjadi 0,84 per wanita di 2020.

Tahun sebelumnya sebelum pandemi virus Corona, angka kelahiran bayi di Korea Selatan sudah terbilang rendh, yakni 0,92 per orang. Data ini diambil berdsarkan Statistics Korea.

Dengan begitu Korea Selatan memiliki angka kelahiran bayi paling rendah dibandingkan negara-negara lainnya yang menjadi 180 anggota Bank Dunia. Jauh di bawah Amerika Serikat di angka 1,73 dan Jepang 1,42.

Pemerintah Korea Selatan telah melakukan berbagai cara untuk mengatasi rendahnya angka kelahiran di Negeri Ginseng tersebut. Miliaran rupiah pun sudah digelontorkan setiap tahunnya.

Anggaran itu rencananya digunakan untuk subsidi perawatan anak dan mendukung cuti hamil. Namun usaha yang dilakukan pemrintahan Presiden Moon Jae-in belum membuahkan hasil.

Sementara itu untuk pertamakalinya Korea Selatan mencatat angka kematian lebih tinggi dibandingkan angka kelahiran bayi per tahun. Seperti dilansir BBC News, hanya 275.800 bayi lahir di Korea Selatan tahun lalu, turun 10% dari 2019. Sedangkan sekitar 307.764 orang dilaporkan meninggal dunia.

(hst/hst)