Tips Anak-anak Aman Jika Sekolah Lagi di Masa New Normal

Niken Widya Yunita - wolipop Jumat, 29 Mei 2020 17:02 WIB
Jutaan anak-anak di Vietnam kembali bersekolah, Senin (4/5). Sekolah-sekolah dibuka setelah otoritas Vietnam melaporkan nol kasus penularan virus Corona. Foto: AP/Hau Dinh/Tips Anak-anak Aman Jika Sekolah Lagi di Masa New Normal
Jakarta -

Pemerintah menyebutkan 4 provinsi dan 25 kabupaten atau kota sudah terkendali COVID-19. New normal COVID-19 sudah digaungkan seperti sudah harus kembali ke kantor bagi para pekerja.

Untuk anak-anak sekolah, belum ada keputusan waktu pembukaan sekolah. Di Instagram Kemdikbud disebutkan, Mendikbud Nadiem Makarim menegaskan keputusan pembukaan kembali sekolah akan ditetapkan berdasarkan pertimbangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dan bukan sepihak oleh Kemendikbud. Terkait adanya rumor maupun pemberitaan yang mengabarkan Kemendikbud akan membuka sekolah pada awal tahun ajaran baru di bulan Juli dinyatakan Mendikbud tidak benar. Namun ia menambahkan, saat ini memang tidak ada kebijakan untuk menggeser kalender akademik.

Lalu bagaimana jika anak akan sekolah lagi di masa new normal? Kepada detikcom, menurut dr Edi Setiawan Tehuteru Sp.A (K), MHA, prinsipnya anak-anak tetap menjaga 3 hal utama. Pertama anak-anak di sekolah tetap memakai masker. Kedua, anak-anak di sekolah tetap menjaga jarak. Ketiga, anak-anak di sekolah tetap rajin cuci tangan.

Tiga hal utama tersebut, lanjut dr Edi, memang tidak mudah dilakukan. Mengingat anak-anak sangat susah berjaga jarak dengan teman-temannya saat bermain. Karena itu, dr Edi menyarankan untuk sosialisasi jaga jarak pada anak-anak. Di sinilah peran orang tua dan guru diperlukan.

"Memang tidak gampang to start a new normal. Salah satu cara sosialisasi dengan bikin zoom seminar kerjasama dengan Kemdikbud, undang semua sekolah," tutur dr Edi.

Dalam artikel dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur disebutkan, beberapa peraturan sekolah di masa new normal:

Protokol Kesehatan Umum Sekolah

1. Skrining kesehatan bagi guru, tenaga kependidikan dan siswa untuk memastikan kondisi kesehatannya tidak berpotensi untuk menularkan atau tertular Covid-19
2. Skrining zona lokasi tempat tinggal guru, tenaga kependidikan dan siswa untuk memastikan tempat tinggalnya bukan merupakan episentrum penularan Covid-19
3. Menyiapkan sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan standar protokol kesehatan Covid- 19
4. Menyiapkan media sosialisasi dan edukasi pencegahan Covid-19 untuk warga sekolah
5. Pengaturan siswa belajar di sekolah dan belajar dari rumah secara bergantian untuk
menghindari kerumunan
6. Pengaturan jarak dengan prinsip social distancing dan physical distancing
7. Koordinasi intensif dengan fasilitas kesehatan terdekat
8. Mengajak warga sekolah untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat
9. Mengajak warga sekolah untuk senantiasa berdoa dan mendekatkan diri pada Tuhan Yang
Maha Esa.

Protokol Kesehatan Sarana dan Prasarana Sekolah

1. Sosialisasi pencegahan covid-19 melalui spanduk/x-banner yang dipasang di depan sekolah dan tempat-tempat umum di lingkungan sekolah
2. Menyediakan alat pengukur suhu (thermo gun) untuk melakukan proses skrining kesehatan sebelum memasuki lingkungan sekolah
3. Menyediakan wastafel/tempat cuci tangan, lengkap dengan sabun di depan ruang kelas masing-masing dan di tempat-tempat strategis lainnya sesuai kebutuhan
4. Menyediakan disinfektan untuk membersihkan sarana sekolah, laboratorium, ruang ibadah secara periodic
5. Menyediakan masker cadangan (untuk pengganti bagi seluruh warga sekolah yang membutuhkan)
6. Optimalisasi fungsi UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) beserta perlengkapannya
7. Mengatur jarak bangku didalam kelas, dengan jarak minimal 1 meter antara siswa
8. Meniadakan peralatan ibadah yang digunakan secara umum/bersama
9. Melakukan penyemprotan disinfektan terhadap sarana dan prasarana sekolah setelah penggunaan bersama.

Protokol Kesehatan Berangkat dari Rumah Menuju ke Sekolah

1. Sebelum berangkat ke sekolah, orang tua memastikan bahwa siswa dalam kondisi sehat (suhu badan normal, tidak batuk, pilek, gangguan kulit, mata, muntah, diare, tidak selera makan atau keluhan lain).
Hal ini berlaku pula bagi Guru dan Tenaga Kependidikan.

2. Membawa bekal makanan dan minuman dari rumah
3. Pakaian yang dikenakan dalam kondisi bersih
4. Menggunakan Masker
5. Jika menggunakan kendaraan umum/antar jemput roda 4, tetap menerapkan prinsip jaga jarak, dan tidak menggunakan kendaraan umum roda 2 (ojek)
6. Jika menggunakan roda 2 milik pribadi atau keluarga dan berboncengan harus dalam satu keluarga (satu Kartu Keluarga)
7. Dari rumah langsung menuju ke sekolah (tidak mampir-mampir)
8. Sampai di Sekolah dilaksanakan pemeriksaan oleh pihak sekolah mulai suhu tubuh, kelengkapan masker dan dilanjutkan dengan cuci tangan atau pemakaian hand sanitizer
9. Pengantar dan Penjemput berhenti di lokasi yang ditentukan dan di luar sekolah, serta dilarang menunggu atau berkerumun selama mengantar atau menjemput

Protokol Kesehatan Untuk Siswa Selama di Sekolah

1. Selalu mengenakan masker
2. Selalu menjaga jarak, tidak berkerumun dan tidak saling bersentuhan
3. Membiasakan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun setelah memegang sesuatu
4. Melaporkan kepada guru/tenaga kependidikan jika merasa sakit atau tidak enak badan
5. Mengurangi aktivitas di luar kegiatan pembelajaran dan pembelajaran di luar kelas
6. Menghindari aktifitas olah raga yang melibatkan kontak fisik dengan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung
7. Makan dan minum bekal sendiri dan dilakukan di kelas masing-masing
8. Pelaksaaan kegiatan ibadah dilaksanakan di tempat ibadah sekolah secara bergantian dengan membawa perlengkapan ibadah sendiri
9. Selama jam istirahat siswa tetap berada di dalam kelas

Protokol Kesehatan Untuk Guru dan Tenaga Kependidikan Selama di Sekolah

1. Selalu mengenakan masker
2.Selalu menjaga jarak, tidak berkerumun dan tidak saling bersentuhan
3. Membiasakan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun setelah memegang sesuatu
4. Melaporkan kepada Kepala Sekolah jika merasa sakit atau tidak enak badan
5. Mengurangi aktivitas di luar kegiatan pembelajaran dan pembelajaran di luar kelas/di luar kantor
6. Menghindari aktifitas olah raga yang melibatkan kontak fisik dengan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung
7. Makan dan minum bekal sendiri dan dilakukan di ruang masing-masing
8. Pelaksaaan kegiatan ibadah dilaksanakan di tempat ibadah sekolah secara bergantian dengan membawa perlengkapan ibadah sendiri
9. Selama jam istirahat tetap berada di dalam kelas atau ruang kerja masing-masing
10. Selama mengajar di kelas guru tetap menjaga jarak dari siswa dan tidak mobile (tidak berkeliling kelas/mendekati siswa)
11. Tidak memberikan tugas yang bahan/kertasnya berasal dari guru, siswa menggunakan
bahan/kertas kerja milik sendiri

Protokol Kesehatan Pulang dari Sekolah Menuju ke Rumah

1. Selesai jam sekolah, siswa langsung meninggalkan sekolah dan pulang ke rumah masing-masing (tidak mampir-mampir)
2. Mengenakan masker
3. Jika menggunakan kendaraan umum/antar jemput roda 4, tetap menerapkan prinsip jaga jarak dan tidak menggunakan kendaraan umum roda 2 (ojek)
4. Jika menggunakan roda 2 milik pribadi atau keluarga dan berboncengan harus dalam satu keluarga (satu Kartu Keluarga)
5. Sampai di rumah langsung ganti pakaian dan mandi dengan menggunakan air hangat/air
mengalir dan sabun
6. Tidak berkumpul atau melakukan kontak fisik dengan anggota keluarga sebelum mandi



Simak Video "Tips Hadapi Kehidupan di Era New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/erd)