Bisakah Manusia Tertular Virus Corona dari Hewan Peliharaan?

Hestianingsih - wolipop Selasa, 07 Apr 2020 07:34 WIB
ilustrasi ibu hamil dan hewan peliharaan Ilustrasi anjing peliharaan dan pemiliknya. Foto: iStock
Jakarta -

Pada Februari 2020, seekor anjing di Hong Kong didiagnosa terinfeksi virus corona dengan gejala ringan. Diisolasi sejak 26 Februari - 14 Maret, anjing jenis Pomerania itu dinyatakan telah negatif COVID-19 dan boleh pulang namun ia meninggal dua hari setelahnya, meskipun sampai saat ini belum diketahui apakah virus corona yang jadi penyebab kematiannya.

Kasus infeksi virus corona ini terbilang langka. Sebab menurut studi yang dilakukan ilmuwan China, hewan seperti anjing, ayam, dan babi, sangat kecil kemungkinannya terkena atau menularkan Sars-CoV-2, virus penyebab penyakit COVID-19.

Namun berbeda halnya pada kucing. Sebab belum lama ini terjadi kasus seekor kucing di Belgia didiagnosa positif virus corona setelah terpapar dari pemiliknya yang juga terinfeksi.

Penelitian yang ditulis oleh Hualan Chen dari Harbin Veterinary Research Institute juga menemukan bahwa kucing bisa saja terkena virus corona dan menularkannya ke kucing lain.

ilustrasi anak dan hewan peliharaaniIustrasi anak dan hewan peliharaan. Foto: iStock


"Kami menemukan bahwa Sars-CoV-2 tidak bisa menggandakan diri dengan sempurna pada tubuh anjing, ayam dan babi namun tidak begitu pada musang dan kucing. Kami menemukan bahwa virus bisa ditularkan antar kucing melalui droplet dari saluran pernapasan," demikian studi itu ditulis, seperti dikutip dari NY Post.

Kini dengan ditemukannya kasus virus corona pada anjing dan kucing, serta belum lama ini seekor harimau (masih satu keluarga dengan kucing -red) di Amerika Serikat juga didiagnosa COVID-19, menimbulkan kekhawatiran baru. Mungkinkah manusia terpapar virus corona dari hewan peliharaan dan begitu pula sebaliknya?

Beberapa organisasi kesehatan global menyatakan sampai saat ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa hewan peliharaan bisa menyebarkan atau terinfeksi virus corona dengan cara seperti manusia menularkannya kepada manusia lain. Selain itu tidak juga ditemukan bukti kalau hewan peliharaan bisa menjadi sumber penyebaran virus corona jenis baru ini.

Profesor Jonathan Ball, virologist dari Unversity of Nottingham, juga menegaskan bahwa kucing bukanlah 'tersangka utama' dari penyebaran virus yang telah menjangkiti lebih dari 200 negara ini. Saat ini yang paling berpotensi menularkan virus corona adalah manusia itu sendiri.

Jam tangan bulu hewan peliharaanJam tangan bulu hewan peliharaan Foto: ist


"Penularan dari manusia ke manusia sudah jelas merupakan pemicu utamanya, jadi tidak perlu panik soal kucing yang bisa jadi sumber penyebar virus," kata dia kepada Guardian.

Meskipun tidak ada bukti bahwa kucing atau anjing bisa menularkan virus corona ke manusia, menerapkan kebersihan diri dan hewan peliharaan tetap harus dilakukan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) tetap merekomendasikan kamu cuci tangan setelah berinteraksi dengan hewan.

"Selalu cuci tangan dengan sabun dan air setelah kontak dengan hewan peliharaan. Cara ini bisa melindungi kamu dari bakteri seperti E.coli dan Salmonella yang bisa disebarkan dari hewan ke manusia," saran WHO.

Selain itu jika kamu merasakan gejala-gejala COVID-19 dan tinggal bersama kucing peliharaan ada baiknya menjaga jarak agar hewan kesayangan kamu tidak ikut tertular.

"Jelas, jika kamu merasa kena COVID-19 dan tinggal bersama kucing, sebaiknya batasi kontak dekat dengan teman berbulu kamu sampai kondisi tubuh membaik," saran Jonathan.



Simak Video "Resepsi Nikah Ditunda karena Corona, Gimana Vendor Fotografi Menyikapinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)