Kehamilan Bisa Saja Terjadi Tanpa Penetrasi Seks, Tapi...
Pernyataan Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty bahwa perempuan bisa hamil karena berenang satu kolam bersama pria memicu kritik dari berbagai kalangan. Tak hanya dari praktisi medis tapi juga netizen di media sosial.
Kehamilan tanpa penetrasi seks di dalam vagina (kecuali dengan program bayi tabung) sangat kecil kemungkinannya bisa terjadi. Terlebih lagi di kolam renang yang tentunya sudah diberi kaporit untuk mengoksidasi kuman-kuman.
Meskipun Sitti Hikmawatty sudah mengakui kekeliruannya dan minta maaf terkait menyebarkan kabar yang tidak benar, pernyataannya sudah kadung viral dan menjadi heboh. Sehingga membuat tak sedikit publik bertanya-tanya, mungkinkah wanita bisa hamil tanpa adanya hubungan seksual dengan penetrasi sperma ke vagina? Misalnya saja dengan dry humping, oral seks, anal seks atau aktivitas seksual lainnya?
Foto: iStock |
Pertama-tama kamu perlu tahu terlebih dahulu tentang karakter sperma itu sendiri.
Cairan ejakulat membawa jutaan sperma di dalamnya. Misalnya dalam 1 ml semen bisa mengandung 20 juta sperma. Pria rata-rata mengeluarkan cairan semen 3,5 ml sekali ejakulasi jadi bisa diperkirakan ada 70 juta sperma di dalamnya.
"Sedikit saja ejakulasi bisa menyebabkan kehamilan jika sudah memasuki vagina," jelas pakar obgyn Mary Jane Minkin dari Yale School of Medicine, seperti dikutip dari Buzzfeed Health.
Sperma punya kemampuan untuk berenang menuju saluran vagina dan menemukan sel telur. Jadi mereka bisa berpindah dari vulva atau bibir vagina jika cukup dekat dengan liang vagina.
"Jangan lupa bahwa sperma bisa bergerak mereka didesain seperti perenang Olimpiade yang tugas satu-satunya adalah berenang ke vagina dan menemukan sel telur itu. Jika ada banyak cairan vagina di sekitar vulva, akan lebih memudahkan sperma berenang dari luar ke dalam vagina," tuturnya.
Foto: iStock |
Sperma bisa bertahan beberapa menit setelah terkena udara luar, tergantung dari tempat di mana mereka 'mendarat'.
Tidak diketahui secara pasti berapa lama sperma bisa bertahan di luar tubuh manusia. Namun sejumlah ilmuan mengungkapkan ketahanan sperma bisa sampai beberapa menit. Sangat tergantung dari di mana sperma mendarat. Semakin hangat dan lembap, atau semakin dekat sperma dengan vagina, maka ketahanan sperma juga bisa lebih lama.
"Sperma manusia keluar bersama cairan ejakulat. Bisa bertahan selama masih tercampur dengan cairan ejakulat selama 30 menit di luar tubuh pada suhu ruang," terang dr Dinda Dermaisya, SpOG, dari Medistra Hospital, kepada detikcom.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika cairan ejakulat keluar di dalam air bersuhu hangat, sperma juga masih mungkin bertahan namun hanya beberapa menit. Durasi itu hampir tak memungkinkan sperma mempunyai banyak waktu untuk mencari jalan masuk ke dalam vagina. Seperti dilansir Medical News Today, kehamilan pada kondisi ini akan sangat sulit, nyaris mustahil. Tapi berbeda hal nya jika pria dan wanita melakukan penetrasi seks di air, suhu udara di luar tubuh tak akan banyak berpengaruh terhadap ketahanan sperma, dan sperma tetap bisa menemukan jalannya ke saluran vagina dan menemukan sel telur.
Bagaimana jika pria ejakulasi di luar vagina, tapi masih dekat dengan vulva ketika pasangan melakukan aktivitas intim selain penetrasi seks?
"Kalau terjadi ejakulasi cukup dekat dengan vulva, kemungkinan sperma bisa berenang ke dalam vagina," ujar Mary Jane.
Tanpa penetrasi seks, kehamilan juga mungkin terjadi jika sperma menempel pada jari atau sex toys. Dengan catatan, selama lingkungan di dekat sperma tetap lembap dan hangat.
Mary Jane menjelaskan ketika pria ejakulasi, ada kemungkinan cairan semen yang mengandung sperma mengenai jari mereka atau jari pasangannya. Apabila sperma itu masih hidup ketika jari-jari mereka masuk ke vagina, sperma bisa memasuki liang vagina dan berenang menuju uterus, sehingga mungkin saja terjadi kehamilan.
Foto: Thinkstock |
Begitu pula jika sperma mengenai sex toys seperti dildo dan vibrator, atau benda-benda lain yang masuk ke dalam vagina yang mungkin terdapat sperma di permukaannya. Intinya, semakin dekat cairan semen ke vulva dalam situasi apapun, semakin besar kesempatan sperma untuk 'menyelinap' ke dalam vagina dan mungkin bisa menimbulkan kehamilan.
Tapi sekali lagi yang perlu dicatat, meskipun ada kemungkinan seperti itu, tetap saja kehamilan tanpa penetrasi seks sangat jarang terjadi. Proses menuju kehamilan juga tidak semudah yang ramai diperbincangkan.
"Untuk hamil itu enggak semudah itu. Jutaan sperma kalah dan hanya satu yang bisa membuahi," tegas dr Dinda Dermaisya, SpOG.
Home & Living
Sekali Coba Susah Balik! Handuk Premium Ini Harus Kamu Punya, Cek Alasannya
Home & Living
Satu Set Alat Ini Memudahkan Pekerjaan Kamu! TEKIRO Socket Set Harus Kamu Miliki di Rumah
Home & Living
Nggak Perlu Capek Bersihin WC! Notale Spin Scrubber Ini Memudahkan Pekerjaan, Harus Ada di Rumah
Home & Living
Cari Dudukan Santai yang Empuk dan Estetik? Pilihan Bean Bag Ini Layak Jadi Andalan
Tak Hanya Minyak Berlebih, Ini Penyebab Jerawat di Wajah
Kenali Jenis-Jenis Jerawat dan Cara Merawatnya dengan Tepat
Tren 'Ozempic Body' Makin Ekstrem, Kini Beralih ke Pengangkatan Tulang Rusuk
6 Tren Diet yang Viral dan Populer Sepanjang 2025
6 Bulan Diet Ayam Rebus, Influencer Ini Nyaris Kehilangan Nyawa
Desta Remake Foto Keluarga di Korea, Kompak Bareng Natasha Rizki & 3 Anak
Potret Jisoo BLACKPINK Ultah, Traktir 103 Fans Makan Hingga Bagi-bagi iPhone
Viral Verificator
Viral Pengantin Curhat Pakai Makeup Artist Pilihan Keluarga Mertua, Bikin Nangis
8 Foto Pernikahan Putri Gordon Ramsay, Terungkap Pakai Gaun Pengantin Elie Saab














































