Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Sikap Terlalu Optimis Bisa Berbahaya, Membuat Malas dan Mudah Kecewa

Hestianingsih - wolipop
Senin, 24 Okt 2016 14:43 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Berpikiran positif atau optimis dalam segala hal diperlukan demi membantu kita mencapai sebuah target atau tujuan hidup. Tapi jika diterapkan terlalu berlebihan, optimisme justru berpotensi mencegah seseorang meraih tujuan atau kesuksesan, karena bisa membuatnya jadi malas atau cepat puas.

Hal itu diungkapkan Tim LeBon, seorang psikolog dari City University London, Inggris. Menurut LeBon, ada perbedaan antara optimis dengan sikap realistis. Sekadar berpikiran positif tanpa ada ancang-ancang, juga bisa berbahaya untuk ke depannya nanti.
Foto: thinkstock

"Ada banyak bukti yang menunjukkan berfantasi tentang hal-hal positif di masa depan bisa memicu kemalasan. Anda juga harus siap-siap menerima keterkejutan dan kesedihan ketika masa depan tidak sesuai yang diharapkan," ujar LeBon, seperti dikutip dari Daily Mail.

Bukan berarti Anda tidak boleh optimis, karena itu juga penting dalam kehidupan. Jangan juga mengganti sikap optimis itu dengan pikiran negatif. Pria yang juga bekerja sebagai terapis perilaku ini mengatakan Anda perlu menyeimbangkan sikap optimis dan pesimis untuk bisa sukses demi meraih target yang diinginkan.
Foto: Thinkstock

"Menghindari sikap optimis dan menggantinya dengan pikiran negatif malah menjadikan semuanya bertambah parah. Kita harus memahami keseimbangan antara pikiran positif dan negatif," tutur LeBon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pikiran positif penting untuk membantu memicu motivasi, dan membuat tetap semangat memperjuangkan tujuan yang ingin dicapai. Tapi dengan sedikit rasa pesimis, akan membantu Anda mempersiapkan diri menghadapi kegagalan.

"Jadi ketika hal-hal buruk yang terjadi, kita sudah siap untuk menghadapinya. Jawabannya adalah bagaimana mendapatkan manfaat terbaik dari kedua hal itu," sarannya.
Foto: Thinkstock

LeBon pun memberikan saran bagaimana menyeimbangkan sikap positif dan negatif agar bisa sukses. Caranya dengan menggunakan teknik 'mental contrasting'; berharap yang terbaik, tapi siap dengan hal terburuk atau hambatan yang mungkin datang.

"Mulailah setiap hari dengan berkata pada dirimu sendiri: 'Hari ini aku akan menghadapi gangguan, penghinaan, ketidaksetiaan, rasa sakit hati, dan keegoisan'. Jika Anda melakukannya, Anda akan tidak terlalu kesal ketika orang-orang yang Anda temui memang benar-benar seperti itu," ucap LeBon. (hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads