Liputan Khusus Tren 2016

Diet Paleo dan Mediterania Masih Eksis di 2016, Ini Kata Ahli Gizi

Intan Kemala Sari - wolipop Jumat, 08 Jan 2016 15:32 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Semakin banyak orang yang sadar untuk menjalani hidup sehat dan memiliki berat badan ideal. Hal itu membuat mereka rajin mencari berbagai macam metode diet yang paling efektif.

Bila di tahun 2015 sempat muncul tren diet vegan atau mayo, bagaimana dengan tren diet di 2016? Akankah tren diet yang sudah populer sejak tahun-tahun sebelumnya masih bertahan, ataukah hanya modifikasi dari pola makan yang sudah ada agar terkesan kekinian?

Ahli gizi dari Lenox Hill Hospital Amerika Serikat Sharon Zarabi menerangkan, di tahun ini diet paleo masih banyak diminati oleh sejumlah pecinta gaya hidup sehat. Pola makan yang sering disebut dengan 'Diet Manusia Purba' ini menganjurkan untuk mengasup banyak protein hewani seperti daging merah, ayam, dan ikan, tetapi menghindari gula dan produk olahan susu serta mengurangi asupan karbohidrat.

"Diet Paleo masih populer terutama di kalangan pecinta fitness yang melakukan latihan dengan intensitas tinggi," kata Zarabi seperti dikutip dari CBN News.

Baca Juga: 30 Lipstik yang Tahan Lama

Tujuan dari diet ini untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan secara menyeluruh. Terbukti, beberapa selebriti ikut mempopulerkannya, misalnya saja Matthew McConaughey, Miley Cyrus, Jessica Biel dan Megan Fox.

Tren diet lainnya yang juga masih bertahan di tahun ini adalah diet Mediterania. Dituturkan oleh penulis 'Lose: A Complete Guide to Weight Loss for Runners' Pamela Nisevich Bede, diet yang banyak mengonsumsi sayuran, buah-buahan, dan ikan ini telah diteliti dan hasilnya menunjukkan bahwa terdapat banyak manfaat yang didapat.

Diet yang terinspirasi oleh gaya hidup orang-orang yang tinggal di cekungan mediterania seperti Italia, Yunani dan Spanyol ini memiliki konsep untuk mengonsumsi bahan makanan alami dan menghindari semua nutrisi buatan. Saat meminum jus misalnya, buatlah jus yang diperas atau diblender sendiri, bukan jus dalam kemasan yang dijual di pasaran. Dengan melakukan sarapan ala diet mediterania, diklaim pediet tidak akan kelaparan selama empat hingga lima jam.

Para ahli gizi di Mayo Clinic menyebutkan, sebuah penelitian yang menganalisa sebanyak 1.5 juta yang melakukan diet mediterania memiliki potensi lebih rendah untuk terkena penyakit jantung dan kanker. Selain itu, penyakit alzheimer serta parkinson juga bisa dihindari dengan diet ini. (itn/itn)
DRooftalk
×
Lebaran Dilarang Mudik
Lebaran Dilarang Mudik Selengkapnya