Dansa Lebih Cepat Turunkan Berat Badan Ketimbang Renang dan Lari
Hestianingsih - wolipop
Rabu, 23 Des 2015 12:35 WIB
Jakarta
-
Ingin tahu cara menyenangkan untuk turunkan berat badan dengan cepat? Bergabunglah dengan kelas dansa. Menurut penelitian terbaru, berdansa bisa membakar lebih banyak kalori ketimbang lari, renang atau bersepeda.
Apapun jenis tariannya, baik itu dansa kontemporer, hip-hop, swing, tango, zumba atau salsa selama 30 menit bisa mengecilkan lingkar pinggang dibandingkan menghabiskan waktu lebih lama di gym. Lebih dari itu, para peneliti juga menemukan manfaat lainnya yakni meningkatkan kesehatan mental.
"Berdansa tidak hanya meningkatkan emosi positif dan menurunkan emosi negatif, seperti efek yang ditimbulkan saat olahraga biasa, tapi juga mengurangi rasa lelah," ujar Dr Nick Smeeton dari University of Brighton yang melakukan penelitian, seperti dikutip dari Daily Mail.
Dansa juga merupakan bentuk aktivitas fisik yang membuat tubuh lebih berenergi. Selain itu juga meningkatkan interaksi sosial dengan sesama penari lainnya sehingga baik untuk kesehatan mental dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Dalam penelitiannya, Dr Nick bersama rekannya Dr Gary Brickley dan tim peneliti dari Department of Sport and Exercise Science menganalisa mahasiswa berusia 24 hingga 38 tahun. Sebanyak 15 penari dari London's City Academy juga berada di antara para partisipan dan mengikuti serangkaian kelas dansa. Detak jantung, kemampuan tubuh menggapai jarak jauh, level energi dan kondisi psikologi mereka diukur.
Para partisipan kemudian mengikuti beberapa jenis kelas dansa selama 30 menit seperti ballet, ballroom, kontemporer, salsa, street style dan swing. Setiap lompatan, putaran, pergerakan tulang belakang dan hentakan pada dada ketika menari juga dianalisa.
Hasilnya, para peneliti dikejutkan karena studi menunjukkan bahwa partisipan yang mengikuti kelas dansa kontemporer, street style dan swing membajar lebih banyak kalori dibandingkan ketika mereka lari, renang atau bersepeda dan di dalam periode yang sama. Selama 30 menit, partisipan yang berdansa swing membakar 293 kalori, sedangkan lari hanya 246 kalori dan berenang hanya 249 kalori.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa keenam jenis tarian yang disertakan dalam penelitian bisa digolongkan sebagai bentuk aktivitas fisik berintensitas tinggi. Dr Nick menyatakan bahwa ia terkejut saat mengetahui bahwa ballet, yang seringkali dianggap sebagai olahraga ringan ternyata punya intensitas yang cukup berat, menguras energi dan membakar banyak kalori.
"Penelitian ini memberikan masukan yang menarik akan banyaknya manfaat kesehatan yang didapat dari berdansa. Kami jadi tahu bahwa dansa merupakan cara yang menyenangkan dan berkelanjutan untuk menjaga tubuh tetap fit, dan di atas itu semua, bisa dilakukan setiap orang," tutur Shawna Cope, kepala departemen City Academy. (hst/hst)
Apapun jenis tariannya, baik itu dansa kontemporer, hip-hop, swing, tango, zumba atau salsa selama 30 menit bisa mengecilkan lingkar pinggang dibandingkan menghabiskan waktu lebih lama di gym. Lebih dari itu, para peneliti juga menemukan manfaat lainnya yakni meningkatkan kesehatan mental.
"Berdansa tidak hanya meningkatkan emosi positif dan menurunkan emosi negatif, seperti efek yang ditimbulkan saat olahraga biasa, tapi juga mengurangi rasa lelah," ujar Dr Nick Smeeton dari University of Brighton yang melakukan penelitian, seperti dikutip dari Daily Mail.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penelitiannya, Dr Nick bersama rekannya Dr Gary Brickley dan tim peneliti dari Department of Sport and Exercise Science menganalisa mahasiswa berusia 24 hingga 38 tahun. Sebanyak 15 penari dari London's City Academy juga berada di antara para partisipan dan mengikuti serangkaian kelas dansa. Detak jantung, kemampuan tubuh menggapai jarak jauh, level energi dan kondisi psikologi mereka diukur.
Para partisipan kemudian mengikuti beberapa jenis kelas dansa selama 30 menit seperti ballet, ballroom, kontemporer, salsa, street style dan swing. Setiap lompatan, putaran, pergerakan tulang belakang dan hentakan pada dada ketika menari juga dianalisa.
Hasilnya, para peneliti dikejutkan karena studi menunjukkan bahwa partisipan yang mengikuti kelas dansa kontemporer, street style dan swing membajar lebih banyak kalori dibandingkan ketika mereka lari, renang atau bersepeda dan di dalam periode yang sama. Selama 30 menit, partisipan yang berdansa swing membakar 293 kalori, sedangkan lari hanya 246 kalori dan berenang hanya 249 kalori.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa keenam jenis tarian yang disertakan dalam penelitian bisa digolongkan sebagai bentuk aktivitas fisik berintensitas tinggi. Dr Nick menyatakan bahwa ia terkejut saat mengetahui bahwa ballet, yang seringkali dianggap sebagai olahraga ringan ternyata punya intensitas yang cukup berat, menguras energi dan membakar banyak kalori.
"Penelitian ini memberikan masukan yang menarik akan banyaknya manfaat kesehatan yang didapat dari berdansa. Kami jadi tahu bahwa dansa merupakan cara yang menyenangkan dan berkelanjutan untuk menjaga tubuh tetap fit, dan di atas itu semua, bisa dilakukan setiap orang," tutur Shawna Cope, kepala departemen City Academy. (hst/hst)











































