Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

5 Mitos Kanker Payudara yang Harus Stop Anda Percaya Saat Ini Juga

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Senin, 19 Okt 2015 08:42 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta -

Mitos-mitos kesehatan seringkali menimbulkan pemahaman yang keliru pada banyak orang. Akibatnya bisa fatal apabila mitos yang beredar mengenai penyakit serius, salah satunya kanker payudara. Informasi keliru soal penanganan penyakit berbahaya ini bisa memicu penanganan yang salah apabila sampai dipercaya dan ditelan mentah-mentah, baik oleh penderita maupun orang lain.

Memperingati bulan kesadaran akan payudara pada Oktober ini, Wolipop merangkum berbagai mitos paling umum seputar penyakit tersebut yang tidak sepenuhnya benar. Simak baik-baik agar tidak salah langkah dalam pengobatan.

1. Kanker Payudara Hanya Terjadi pada Wanita
Pria pun bisa terkena kanker payudara, meskipun potensinya 100 kali lebih rendah dibandingkan wanita. Pria memiliki risiko mengidap kanker payudara sebesar 0,1 persen, sementara wanita 12,5 persen. Namun diagnosa kanker payudara pada pria biasanya baru diketahui ketika sudah dalam tahap stadium lanjut. Jadi ada baiknya jika pria pun mulai mengamati perubahan-perubahan pada payudaranya dan memeriksakan ke dokter agar penanganannya lebih mudah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Kanker Payudara Hanya Dialami Wanita Paruh Baya
Kanker payudara tidak memandang usia, penyakit ini bisa menyerang wanita usia muda maupun tua. Dikutip dari Women's Health, sekitar 12.880 wanita berusia di bawah 40 tahun di Amerika Serikat, terdiagnosa kanker payudara di 2015. Di Indonesia sendiri, salah satu cancer survivor bernama Tria mengaku terdiagnosa kanker payudara di usia 24 tahun, sementara Hening, terkena kanker di usia 29 tahun.

3. Jika Timbul Benjolan, Sudah Pasti Kanker Payudara
Tidak semua benjolan adalah gejala kanker payudara. Tanda-tanda kanker payudara bisa bervariasi. Selain benjolan, kanker payudara biasanya juga ditandai dengan puting yang melesak ke dalam, bengkak, iritasi kulit, keluar cairan selain ASI dari puting atau kemerahan. Ada baiknya jika Anda segera memeriksakan diri ke dokter apabila terdapat perubahan sekecil apa pun pada payudara. Semakin dini didiagnosa, maka kesempatan untuk bertahan juga semakin besar.

4. Pakai Bra Berkawat dan Deodoran Tingkatkan Risiko Kanker Payudara
Ini adalah mitos paling kuno yang secara ilmiah telah terbukti salah. Studi yang dipublikasikan di jurnal Cancer Epidemiology Biomarkers Prevention menemukan bahwa kebiasaan pakai bra pada wanita tidak ada hubungannya dengan peningkatan risiko kanker payudara pada wanita yang mengalami menopause. Diperkuat lagi dengan data dari National Cancer Institute, yang menyatakan hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan pemakaian deodoran dan antiperspirant bisa menyebabkan kanker payudara.

"Penyebab kanker payudara multifaktorial artinya banyak yang melatarbelakangi. Pertama faktor genetik, gaya hidup yang banyak minum alkohol dan merokok, terlalu banyak makan lemak, menstruasi terlalu dini, menopause terlalu tua, obesitas dan pada wanita yang tidak memberikan ASI," jelas Prof. Dr. dr. Susworo, Sp.Rad(K). ONK.RAD.

5. Menjalani Gaya Hidup Sehat Sudah Pasti Aman dari Kanker Payudara
Risiko terkena kanker payudara selalu ada pada setiap wanita maupun pria. Memang benar, olahraga dan diet sehat bisa mengurangi risiko terkena kanker payudara. Namun faktor lingkungan dan keturunan juga berperan terhadap kemungkinan timbulnya kanker.

"Tante aku, gaya hidupnya sehat sekali tapi dia kena kanker payudara," ujar presenter Novita Angie.

Susworo juga menambahkan, gaya hidup sehat tidak menjamin seseorang bebas 100 persen dari risiko kanker payudara. Salah satunya jika orang tersebut memang memiliki risiko kanker yang 'dilahirkan'.

"Dia punya karakter pembawa kanker payudara yang diwariskan," ucapnya.

(hst/asf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads