Nafsu Makan Menggila di Pagi Hari? Coba Cek Menu Makan Malam Anda
Hestianingsih - wolipop
Kamis, 08 Okt 2015 12:37 WIB
Jakarta
-
Anda kelaparan di pagi hari dan tidak bisa berhenti makan hingga siang bahkan menjelang sore? Coba ingat-ingat kembali makanan apa yang Anda konsumsi pada malam sebelumnya.
Pizza kah, nasi putih, pasta , roti atau cake? Jika ya, maka jangan heran jika hasrat makan Anda jadi tak terkontrol ketika bangun di keesokan paginya.
Terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat di malam hari akan membuat kadar gula di dalam tubuh tinggi ketika tidur. Jenis karbohidrat sederhana seperti yang disebutkan di atas terdiri dari molekul-molekul kecil yang sangat cepat dicerna dan diubah menjadi glukosa.
Glukosa merupakan jenis gula yang diproduksi oleh liver untuk memberi energi pada otak. Memakan karbohidrat terlalu banyak membuat kadar glukosa melonjak naik tapi langsung turun kembali secara drastis dalam waktu singkat.
Akibatnya saat bangun pagi, otak merasa tubuh kekurangan glukosa sebagai energi dan 'meminta' Anda untuk mengisinya kembali. Hormon lapar kemudian dilepaskan, membuat Anda ingin makan sesegera mungkin. Yang terjadi selanjutnya bisa ditebak, Anda ingin terus makan dan umumnya makanan yang dikonsumsi juga mengandung karbohidrat dan gula tinggi seperti nasi uduk, gorengan, bubur ayam dan roti putih.
Baca Juga: 50 Inspirasi Batik Modern
Jika hal ini yang terjadi pada Anda setiap pagi, bukan tidak mungkin tubuh akan menggemuk dan berbagai penyakit bisa datang karena terlalu banyak konsumsi gula. Untuk mencegah keinginan makan berlebihan di pagi hari, pakar endokrinologi (ilmu tentang hormon) Sir Stephen O'Rahilly menyarankan untuk mengonsumsi protein dan karbohidrat kompleks saat makan malam.
Karbohidrat kompleks bisa dikonsumsi dalam bentuk beras merah, pasta atau roti dari gandum utuh yang butuh waktu lebih lama untuk dicerna sehingga gula darah lebih stabil. Kombinasikan dengan protein seperti daging, ikan, telur atau kacang-kacangan.
"Di dalam usus halus Anda terdapat sel-sel yang berfungsi sebagai sensor untuk mendeteksi sudah berapa banyak protein dan karbohidrat yang telah dimakan," jelas profesor di Cambridge University, Inggris ini, seperti dikutip dari Daily Mail.
Sir Stephen juga menambahkan bahwa protein merespon sel-sel tersebut lebih kuat daripada karbohidrat. Itulah sebabnya kenapa makan steak lebih sulit ketimbang makan pizza karena lebih sulit dicerna. Jadi Anda memerlukan protein di dalam makanan untuk memberitahu otak kalau Anda sudah cukup makan.
(hst/hst)
Pizza kah, nasi putih, pasta , roti atau cake? Jika ya, maka jangan heran jika hasrat makan Anda jadi tak terkontrol ketika bangun di keesokan paginya.
Terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat di malam hari akan membuat kadar gula di dalam tubuh tinggi ketika tidur. Jenis karbohidrat sederhana seperti yang disebutkan di atas terdiri dari molekul-molekul kecil yang sangat cepat dicerna dan diubah menjadi glukosa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya saat bangun pagi, otak merasa tubuh kekurangan glukosa sebagai energi dan 'meminta' Anda untuk mengisinya kembali. Hormon lapar kemudian dilepaskan, membuat Anda ingin makan sesegera mungkin. Yang terjadi selanjutnya bisa ditebak, Anda ingin terus makan dan umumnya makanan yang dikonsumsi juga mengandung karbohidrat dan gula tinggi seperti nasi uduk, gorengan, bubur ayam dan roti putih.
Baca Juga: 50 Inspirasi Batik Modern
Jika hal ini yang terjadi pada Anda setiap pagi, bukan tidak mungkin tubuh akan menggemuk dan berbagai penyakit bisa datang karena terlalu banyak konsumsi gula. Untuk mencegah keinginan makan berlebihan di pagi hari, pakar endokrinologi (ilmu tentang hormon) Sir Stephen O'Rahilly menyarankan untuk mengonsumsi protein dan karbohidrat kompleks saat makan malam.
Karbohidrat kompleks bisa dikonsumsi dalam bentuk beras merah, pasta atau roti dari gandum utuh yang butuh waktu lebih lama untuk dicerna sehingga gula darah lebih stabil. Kombinasikan dengan protein seperti daging, ikan, telur atau kacang-kacangan.
"Di dalam usus halus Anda terdapat sel-sel yang berfungsi sebagai sensor untuk mendeteksi sudah berapa banyak protein dan karbohidrat yang telah dimakan," jelas profesor di Cambridge University, Inggris ini, seperti dikutip dari Daily Mail.
Sir Stephen juga menambahkan bahwa protein merespon sel-sel tersebut lebih kuat daripada karbohidrat. Itulah sebabnya kenapa makan steak lebih sulit ketimbang makan pizza karena lebih sulit dicerna. Jadi Anda memerlukan protein di dalam makanan untuk memberitahu otak kalau Anda sudah cukup makan.
(hst/hst)










































