Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

6 Makanan 'Bereputasi Buruk' yang Sebenarnya Baik untuk Kesehatan

wolipop
Senin, 16 Mar 2015 15:02 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Susu, kopi, garam, makanan kalengan dan minyak kelapa sawit sering mendapat reputasi buruk dalam kaitannya dengan kesehatan. Padahal bahan makanan tersebut tidak selalu berdampak negatif. Jika dikonsumsi dalam jumlah cukup, beberapa makanan 'bereputasi buruk' itu sebenarnya cukup baik bagi kesehatan.

"Bukan makanan itu yang membuat Anda jadi sakit atau kegemukan, tapi cara pengolahan dan konsumsinya," ujar pakar nutrisi Sarah Flower, seperti dikutip dari Daily Mail.

Dia juga menambahkan bahwa dengan mengonsumsi lemak tak lantas membuat tubuh Anda jadi berlemak (gemuk). Tubuh yang menggemuk lebih disebabkan karena konsumsi gula terlalu banyak. Perlu diketahui, makanan apa pun, meskipun memiliki 'label' sehat jika dikonusmsi secara berlebihan juga berdampak negatif bagi kesehatan. Ini beberapa makanan 'salah kaprah' yang seringkali dianggap tidak sehat yang sebenarnya baik untuk tubuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Kopi

Terlalu banyak minum kopi bisa membuat Anda gelisah, pencernaan terganggu, perut sembelit, bau mulut bahkan meningkatkan stres. Tapi jika dikonsumsi dalam jumlah cukup (maksimal dua cangkir per hari), kopi bisa menambah kemampuan otak, meningkatkan produktivitas kerja dan dalam sejumlah studi terbukti mencegah Alzheimer dan demensia. Jika kopi hitam tanpa gula diminum sebelum fitnes, bisa mempercepat pembakaran lemak.

2. Kentang

Kentang merupakan jenis pati sederhana yang mengubah karbohidrat menjadi glukosa, sehingga meningkatkan kadar gula darah dengan cepat tapi segera menurunkannya, membuat tubuh mudah lemas dan berpotensi kegemukan. Tapi kentang juga kaya akan nutrisi. Satu butir kentang bisa memenuhi 50 persen kebutuhan vitamin C, 30 persen vitamin B6 dan 25 persen potassium. Kentang juga mengandung kalsium, magnesium, fosfor dan zinc. Agar asupan kalori tetap terjaga, konsumsi kentang dengan cara direbus tanpa tambahan bumbu atau saus krim. Kentang yang baru dipanen memiliki glikemik indeks yang lebih rendah ketimbang kentang yang sudah berminggu-minggu disimpan. 

3. Selai Kacang

Kacang, terutama kacang tanah tinggi akan lemak dan kolesterol. Tapi di balik itu banyak nutrisi yang terkandung di dalamnya. Mulai dari protein, magnesium, potassium, vitamin E, antioksidan dan serat. Pilihlah produk selai kacang yang berkualitas agar Anda tidak menumpuk lemak dan kalori saat mengonsumsinya. Hindari selai kacang yang mengandung gula, lemak atau bahan perasa tambahan.

4. Susu

Susu yang sudah diberi perasa dan pemanis memang tidak baik bagi kesehatan. Banyak orang juga mengkhawatirkan konsumsi susu karena tinggi lemak. Namun susu murni justru mengandung nutrisi lebih banyak ketimbang susu skim atau semi-skim. Susu punya efek mengenyangkan sehingga Anda tak makan berlebihan. Hanya saja batasi konsumsinya, tidak lebih dari segelas per hari atau kurang.

5. Garam

Terlalu banyak konsumsi sodium atau garam bisa menyebabkan hipertensi, sakit jantung dan berbagai masalah kesehatan lainnya. Terlebih lagi jika yang Anda gunakan adalah garam yang sudah mengalami beberapa kali tahapan proses pengolahan, atau lebih dikenal dengan istilah garam meja. Perlu diketahui, garam sebenarnya mengandung yodium, mineral penting yang penting bagi perkembangan sel-sel tubuh termasuk kesehatan otak. Namun konsumsinya memang harus dibatasi tapi bukan berarti dihindari sama sekali. Konsumsi garam yang ideal tidak lebih dari satu sendok teh per hari. Akan lebih bagus bila yang dipakai jenis gula Himalaya yang mengandung 84 mineral (garam meja hanya ada empat mineral).

6. Minyak Kelapa

Minyak kelapa mengandung lemak jenuh, yang dianggap kebanyakan orang tidak baik bagi kesehatan. Terlalu banyak, lemak jenuh memang bisa menyumbat pembuluh arteri dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Namun lemak jenuh sebenarnya juga diperlukan tubuh. Lemak jenuh bermanfaat sebagai penyedia sumber energi, khususnya saat beraktivitas berat. Tanpa adanya lemak ini, tubuh akan lemas dan tidak bisa bergerak dengan optimal. Konsumsinya harus sangat dibatasi, sekitar 8 persen dari total asupan kalori per hari, atau maksimal dua sendok makan.
(hst/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads