Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Langsing Pasca Melahirkan

Ini Olahraga yang Tepat Jika Ingin Turunkan Berat Badan Pasca Melahirkan

Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 27 Feb 2015 10:06 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Masa kehamilan biasanya diiringi dengan bertambahnya bobot tubuh menuju angka yang cukup signifikan. Kondisi tersebut membuat para wanita rela berjuang mendapatkan tubuh seperti sebelum hamil. Berbagai cara pun dilakukan untuk menurunkan berat badan, salah satunya adalah dengan olahraga.

Selama ini yang diketahui para ibu baru adalah mereka dilarang langsung berolahraga pasca melahirkan. Nasihat dari orangtua zaman dulu, wanita harus menunggu hingga 40 hari pasca melahirkan untuk melakukan aktivitas berat. Benarkah demikian?

Dikemukakan oleh dr. Michael Triangto, SpKO, sebenarnya tidak perlu menunggu hingga enam minggu untuk mulai berolahraga. Dokter lulusan fakultas kedokteran Universitas Atma Jaya ini mengatakan olahraga bisa dilakukan secepatnya ketika wanita sudah merasa pulih dan sehat pasca melahirkan. "Tetapi kalau dia menjalani operasi caesar, mungkin masih sulit jalan. Bisa ditunggu sampai kapan dia mampu berolahraga. Kalau dia sudah bisa jalan ya bisa juga berolahraga," jelasnya saat dihubungi Wolipop via telepon, Senin (23/2/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Olahraga yang biasa dilakukan ibu pasca melahirkan terdiri dari dua jenis, yaitu aerobik dan anaerobik. Aerobik dianggap cocok karena menggunakan oksigen untuk membakar lemak dan menghasilkan energi. Sedangkan anaerobik tidak menggunakan oksigen, namun menggunakan asam laktat untuk menghasilkan energi.

Jika ingin menurunkan berat badan, dokter kelahiran 1959 ini menyarankan olahraga yang bersifat aerobik lebih tepat untuk dilakukan. Misalnya jogging, lari dengan intensitas rendah atau berenang. Namun untuk wanita yang baru melahirkan, olahraga tersebut bisa dimodifikasi dan bisa dilakukan dengan si bayi.

"Salah satu olahraga aerobik yang paling mudah adalah menggendong bayi sambil berjalan-jalan keliling komplek atau pakai kereta dorong selama 30 menit sampai satu jam. Secara tidak langsung itu sudah termasuk bentuk olahraga yang membakar lemak," katanya.

Namun pembakaran lemak ini sebaiknya tidak dilakukan secara ekstrem. Cobalah untuk melakukannya selama 10 hari dengan frekuensi waktu selang-seling atau dua hari sekali. Dengan demikian, tubuh bisa berangsur-angsur kembali ke bentuk semula dan bayi pun senang karena dapat tetap menghabiskan waktu bersama dengan ibu sembari beraktivitas di luar ruangan.

(int/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads