Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Duh, 1 dari 5 Orang Sarapan Hanya dengan Keripik

wolipop
Selasa, 27 Jan 2015 10:49 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Sejumlah pakar diet dan kesehatan selalu menyerukan pentingnya sarapan sebelum memulai aktivitas harian. Namun masih banyak orang yang beranggapan, asalkan sudah sarapan berarti telah menjalani salah satu 'syarat' hidup sehat. Padahal menu sarapan juga tak kalah penting.

Sebuah penelitian mengungkap bahwa sarapan yang dihidangkan di rumah kini lebih banyak yang bergula dan mengandung karbohidrat tinggi. Berdasarkan survei, 43 persen anak-anak memulai hari mereka dengan makan sereal berlapis gula yang tidak sehat.

Para orangtua pun tak jauh berbeda, satu dari lima orang dewasa yang disurvei mengaku menu sarapan mereka terdiri dari pastry, cokelat dan bahkan keripik kentang. Hasil penelitian yang melibatkan 2000 responden ini menunjukkan bahwa sarapan tidak lagi dianggap sebagai waktu makan terpenting dalam keseharian sebagian besar orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penelitian yang dilakukan perusahaan roti asal Inggris Warburtons bekerjasama dengan British Heart Foundation tersebut juga mengungkap bahwa kebanyakan orang bingung memilih mana sarapan yang sehat dan tidak. Sebanyak 25 persen responden mengaku bingung seperti apa karbohidrat yang sehat dan tidak mengerti pengelompokan makanan. Ada 18 persen responden yang belum paham bahwa terlalu banyak konsumsi karbohidrat sederhana itu tidak sehat.

"Sarapan adalah kesempatan yang sangat baik untuk memulai hari dengan baik. Sudah menjadi tugas orangtua untuk melihat pentingnya sarapan sehat baik bagi diri sendiri maupun anak-anak," ujat pakar diet Victoria Taylor, seperti dikutip dari Daily Mail.

Menanggapi banyaknya orang yang beralasan tidak sempat membuat sarapan sehat karena terburu waktu, Victoria menjelaskan bahwa membuat sarapan yang kaya nutrisi tidak harus memakan waktu lama. Ada berbagai varian makanan cepat saji namun tetap memiliki nutrisi yang diperlukan tubuh agar lebih bertenaga dan semangat mengawali hari.

"Roti gandum utuh, bubur atau sereal gandum utuh, yoghurt rendah lemak dan buah-buahan adalah beberapa pilihan sarapan sehat yang mudah dan cepat disiapkan, serta bisa dinikmati seluruh keluarga," jelas Victoria.

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa konsumsi karbohidrat saat sarapan penting sebagai cadangan energi, namun perhatikan juga asupan gulanya. Pilihlah jenis karbohidrat kompleks yang perlahan dicerna tubuh sehingga tidak membuat kadar glukosa melonjak.

"Makanan mengandung karbohidrat kompleks memberikan kita cukup energi, serat, vitamin serta mineral," ujarnya.

Selain karbohidrat, apalagi nutrisi yang harus ada dalam menu sarapan? Pakar gizi Emilia E. Achmadi menyarankan untuk memasukkan protein, serat juga lemak sehat. Untuk serat, Anda bisa mendapatkannya dari buah dan sayur seperti apel, pisang, jus buah segar tanpa disaring atau bayam. Sedangkan protein bisa didapat dari susu, telur atau ikan.

"Sarapan 500 kalori cukup, seperti pisang, roti dengan selai kacang dan telur 1 butir, itu sudah 500 kalori," tutur lulusan Oklahoma State University, Amerika Serikat ini.

(hst/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads