Penderitaan Wanita yang Alergi WiFi dan Sinyal Elektronik
Saat ini, ketergantungan orang terhadap internet membuat kehadiran WiFi sangat dicari. Namun tidak dengan wanita asal Inggris satu ini. Wanita berusia 63 tahun bernama Mary Coales tersebut tidak mau pergi ke tempat-tempat umum yang memiliki fasilitas WiFi. Bisa dibilang ia sangat alergi dengan jaringan internet tanpa kabel tersebut. Pada saat pertemuan penting seperti ingin mendatangi dokter pun ia harus menunggu gilirannya di luar rumah sakit agar tidak berlama-lama berada di ruangan ber-WiFI. Mengapa demikian?
Mary ternyata merupakan salah satu orang yang memiliki sindrom langka bernama Electromagnetic Hypersensitivity intolerance Syndrome (EHS). Yang berarti wanita lulusan Cambridge University tersebut akan menderita sakit jika terkena radiasi dari alat elektronik. Mary yang merupakan mantan staff penerbangan itu kerap merasakan sakit yang tak tertahankan pada area mulut ketika terpapar sinyal elektronik. Dengan banyaknya orang yang membawa telepon genggam serta tempat yang memasang WiFi, Mary pun merasa sangat tersiksa. Ia jadi tak bisa pergi ke sembarang tempat selain ke rumah teman yang WiFi-nya bisa dimatikan.
Untuk melindungi dari dari WiFi serta sinyal yang membahayakan, Mary menggunakan sebuah atasan yang terbuat dari kain tipis berwarna silver serta material polyamide. Busana itu pun ia namakan Aaronia Shield. Tak jarang, pakaian tersebut terlihat aneh bagi orang asing yang berpapasan dengannya di jalan. Namun ia mau tak mau harus mengenakan baju itu demi bertahan hidup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat sindrom ini dibawa ke rumah sakit, dokter pun tidak mengetahui apa yang harus dilakukan. Beruntung, Mary berkenalan dengan komunitas ElectroSensitivity UK yang memiliki 1000 anggota. Ia pun banyak diberikan banyak saran, seperti mengganti lampu tabung fluorescent biasa dengan lampu pijar tua atau lampu halogen yang lebih sedikit radiasinya. Mary juga harus mengganti tambalan logam dari giginya dan makan makanan sehat.
"Aku harus meninggalkan banyak hal yang aku sukai, terutama tur keliling kota London." tambah Mary.
Sayangnya banyak negara yang belum mengaku EHS sebagai sebuah kondisi medis, termasuk Inggris. Penyakit ini diidap oleh 5% populasi dunia atau sekitar tiga juta orang dan mulai semakin banyak diderita. Sakit yang dialami pengidap EHS bisa bermacam-macam mulai dari sakit kepala, mual, atau kesulitan bernapas. Sebagian pengidap EHS juga percaya bahwa WiFi serta radiasi dari alat-alat elektronik tersebut bisa menyebabkan kanker, penurunan imun, serta kelainan neurologis dalam jangka panjang.
(ami/eny)










































