Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Foto Selfie, Hobi Mainstream yang Punya Efek Meditasi

Hestianingsih - wolipop
Senin, 30 Jun 2014 15:41 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Memotret diri sendiri dengan kamera, atau istilah populernya selfie sering dianggap sebagai bentuk narsisme. Tak jarang orang yang hobi selfie dianggap sebagai orang yang suka mengagumi dirinya sendiri. Sementara yang asyik nge-tweet, chat online atau mem-posting foto di Instagram disebut antisosial.

Padahal kebiasaan selfie tidak selalu berhubungan dengan sifat narsisme atau antisosial. Smartphone yang kerap digunakan untuk ber-social media juga memiliki dampak positif khususnya bagi mereka yang selalu sibuk dan dipusingkan dengan pekerjaan di kantor maupun tugas rumah tangga.

Menurut ilustrator dan konsultan kesehatan Matthew Johnstone, smartphone justru bisa menjadi alat untuk meditasi. Kamera yang ditanamkan dalam ponsel atau smartphone, membuat pemakainya lebih mudah mempraktekkan hobi fotografi dengan cara yang lebih mudah, dimanapun dan kapanpun. Percaya atau tidak, kebiasaan memotret segala hal, termasuk selfie dengan kamera smartphone merupakan cara yang cukup efektif untuk mengistirahatkan sejenak pikiran yang jenuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aktivitas yang suka dilakukan hampir semua pengguna smartphone ini bahkan disebut-sebut sama efektifnya dengan meditasi konvensional. Seperti dikutip dari ABC Australia, Matthew menjelaskan bahwa esensi dari meditasi adalah melatih pikiran untuk berada dalam kesadaran penuh (mindful). Memotret sebuah objek, baik itu objek diam, bergerak, pemandangan atau diri sendiri juga merupakan bentuk aktivitas 'mindful' yang membuat pikiran lebih fokus pada sesuatu.

Karena kamera ponsel bisa dibawa kemanapun, maka terapi ala meditasi bisa dengan mudah dilakukan di mana saja dan kapan saja. "Kamera yang ada di genggaman tangan Anda bisa menjadi pengingat untuk secara sadar memperlambat segalanya mulai dari cara bernapas, berjalan hingga kerja otak. Saat memotret sesuatu, kita tentunya harus berhenti, melihat sekitar, fokus dan mengambil gambar.

"Aktivitas tersebut membawa kita kepada kesadaran tentang apa yang terjadi di sini dan sekarang," ujar Matthew, yang bekerja sebagai creative director di organisasi kesehatan mental Black Dog Institute.

Dia menambahkan, "Saat melakukannya (memotret), kita akan menyadari bahwa kita dikelilingi oleh cahaya lampu, bentuk-bentuk objek dan warna-warna yang indah. Padahal sebelumnya kita sering sekali hanya melewatinya."

Kelebihannya lagi, Anda tidak perlu menjadi fotografer handal dan memiliki kamera super canggih yang mahal. Kini produk-produk smartphone banyak yang telah dilengkapi kamera dengan resolusi yang cukup tinggi. Dengan sedikit pengetahuan tentang teknik fotografi, gambar yang dihasilkan pun bisa memuaskan.

"Menurut saya kenapa memotret dengan kamera ponsel bisa menenangkan jiwa, karena Anda benar-benar melambatkan aktivitas dan melihat sekitar. Ini yang tidak pernah atau jarang dilakukan banyak orang. Apa yang Anda potret bukanlah yang terpenting, tapi prosesnya," tutup Matthew.

(hst/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads