EMS, Tren Fitnes Terbaru
Latihan EMS Efektif Bentuk Otot, Tapi Bukan Pengganti Olahraga Konvensional
wolipop
Jumat, 13 Jun 2014 16:11 WIB
Jakarta
-
Latihan fisik dengan teknologi EMS, atau teknologi stimulasi elektrik di otot kini menjadi solusi untuk berolaraga dengan waktu relatif singkat tapi memberikan hasil optimal. Metode ini tidak menggunakan peralatan berat seperti mesin pectoral, shoulder press, treadmill atau barbel dengan berat puluhan kilogram.
Latihan EMS menggunakan seperengkat alat yang terdiri dari body suit hitam, vest yang dilengkapi kabel penghantar listrik, serta strap pada bokong, lengan serta kaki. Kemudian pakaian fitnes tersebut dihubungkan dengan alat bernama Mihabodytec yang akan mengatur tingkat resistensi dan tekanan pada otot. Aliran listrik dari alat tersebut akan langsung masuk ke otot, menstimulasinya sehingga otot bekerja dan bergerak secara simultan.
Latihan ini diklaim efektif untuk membentuk otot, dan cukup dilakukan selama 20 menit dengan efektivitas yang sama seperti olahraga di gym konvensional selama 1-2 jam. Jika di Jerman metode ini telah populer sejak 3,5 tahun yang lalu dan cukup banyak peminatnya, maka di Indonesia, tren fitnes dengan EMS masih terbilang sangat baru. Dokter spesialis olahraga Michael Triangto, Sp.KO., pun memberikan pandangannya.
"EMS tidak bisa menggantikan olahraga konvensional. Untuk dapat hasil optimal tubuh harus dapat bergerak sendiri. Esensi olahraga itu kan adalah otot dan tulang. Bagaimana atur koordinasi gerak, karena dari satu tempat ke tempat lain perlu kerja otot. Kalau kita hanya di satu tempat lalu ototnya saja yang dirangsang, pasti nggak akan sama," jelas dr Michael.
Menanggapi pendapat dr Michael, Andien Aisyah yang mendirikan studio fitnes EMS bernama 20 Fit pun mengakui bahwa latihan dengan alat stimulasi elektro ini memang bukan sebagai pengganti fitnes di gym konvensional maupun jenis olahraga yang sudah ada. Latihan EMS bisa sebagai pelengkap juga penyempurna dari aktivitas fisik yang lainnya.
"Aku sendiri nggak menganggap ini adalah olahraga substitusi. Tapi latihan ini meningkatkan kemampuan kita di olahraga yang lain. Tapi kalaupun cuma mau latihan EMS saja juga nggak masalah," terang Andien, saat ditemui Wolipop di studio fitnes miliknya, Jl. Cipete Raya No. 16, Jakarta Selatan, Kamis (12/06/2014).
Andien kembali menjelaskan, banyak juga kliennya yang tidak mau hanya berpaku pada satu jenis aktivitas fisik saja. Mereka biasanya akan mengombinasikan dengan olahraga lainnya seperti pilates, yoga atau muay thai. Bahkan banyak atlet ternama dunia seperti pebalap Michael Schumaker, pelari tercepat di dunia Usain Bolt dan para atlet golf yang menggunakan EMS untuk meningkatkan performa mereka di lapangan.
Untuk atlet lari misalnya, mereka memerlukan otot perut yang kuat agar bisa maksimal saat bertanding. Latihan dengan EMS bisa membantu menguatkan otot perut, meningkatkan ketahanan saat berlari juga berkonsentrasi terhadap jarak pandang saat berlari. Juga pada atlet golf, latihan otot lengan diperlukan agar gerakan swinging pada tangan lebih mantap ketika memukul bola golf.
Bambang Reguna Bukit, atau lebih akrab disapa Bams yang membawa lisensi alat ini ke Indonesia pun membenarkan bahwa EMS bukan untuk menggantikan gym dan olahraga konvensional. Menurutnya, para pengguna EMS ada yang tetap menyukai olahraga di gym.
"Tetap ada yang suka (olahraga) tradisional. Alat ini untuk orang yang nggak punya waktu buat olahraga, nggak bisa lama-lama di gym. Tapi butuh sesuatu yang efektif. Alat ini juga dibuat untuk orang yang sudah hobi olahraga tapi masih tetap ingin latihan berat," jelasnya.
(hst/hst)
Latihan EMS menggunakan seperengkat alat yang terdiri dari body suit hitam, vest yang dilengkapi kabel penghantar listrik, serta strap pada bokong, lengan serta kaki. Kemudian pakaian fitnes tersebut dihubungkan dengan alat bernama Mihabodytec yang akan mengatur tingkat resistensi dan tekanan pada otot. Aliran listrik dari alat tersebut akan langsung masuk ke otot, menstimulasinya sehingga otot bekerja dan bergerak secara simultan.
Latihan ini diklaim efektif untuk membentuk otot, dan cukup dilakukan selama 20 menit dengan efektivitas yang sama seperti olahraga di gym konvensional selama 1-2 jam. Jika di Jerman metode ini telah populer sejak 3,5 tahun yang lalu dan cukup banyak peminatnya, maka di Indonesia, tren fitnes dengan EMS masih terbilang sangat baru. Dokter spesialis olahraga Michael Triangto, Sp.KO., pun memberikan pandangannya.
"EMS tidak bisa menggantikan olahraga konvensional. Untuk dapat hasil optimal tubuh harus dapat bergerak sendiri. Esensi olahraga itu kan adalah otot dan tulang. Bagaimana atur koordinasi gerak, karena dari satu tempat ke tempat lain perlu kerja otot. Kalau kita hanya di satu tempat lalu ototnya saja yang dirangsang, pasti nggak akan sama," jelas dr Michael.
Menanggapi pendapat dr Michael, Andien Aisyah yang mendirikan studio fitnes EMS bernama 20 Fit pun mengakui bahwa latihan dengan alat stimulasi elektro ini memang bukan sebagai pengganti fitnes di gym konvensional maupun jenis olahraga yang sudah ada. Latihan EMS bisa sebagai pelengkap juga penyempurna dari aktivitas fisik yang lainnya.
"Aku sendiri nggak menganggap ini adalah olahraga substitusi. Tapi latihan ini meningkatkan kemampuan kita di olahraga yang lain. Tapi kalaupun cuma mau latihan EMS saja juga nggak masalah," terang Andien, saat ditemui Wolipop di studio fitnes miliknya, Jl. Cipete Raya No. 16, Jakarta Selatan, Kamis (12/06/2014).
Andien kembali menjelaskan, banyak juga kliennya yang tidak mau hanya berpaku pada satu jenis aktivitas fisik saja. Mereka biasanya akan mengombinasikan dengan olahraga lainnya seperti pilates, yoga atau muay thai. Bahkan banyak atlet ternama dunia seperti pebalap Michael Schumaker, pelari tercepat di dunia Usain Bolt dan para atlet golf yang menggunakan EMS untuk meningkatkan performa mereka di lapangan.
Untuk atlet lari misalnya, mereka memerlukan otot perut yang kuat agar bisa maksimal saat bertanding. Latihan dengan EMS bisa membantu menguatkan otot perut, meningkatkan ketahanan saat berlari juga berkonsentrasi terhadap jarak pandang saat berlari. Juga pada atlet golf, latihan otot lengan diperlukan agar gerakan swinging pada tangan lebih mantap ketika memukul bola golf.
Bambang Reguna Bukit, atau lebih akrab disapa Bams yang membawa lisensi alat ini ke Indonesia pun membenarkan bahwa EMS bukan untuk menggantikan gym dan olahraga konvensional. Menurutnya, para pengguna EMS ada yang tetap menyukai olahraga di gym.
"Tetap ada yang suka (olahraga) tradisional. Alat ini untuk orang yang nggak punya waktu buat olahraga, nggak bisa lama-lama di gym. Tapi butuh sesuatu yang efektif. Alat ini juga dibuat untuk orang yang sudah hobi olahraga tapi masih tetap ingin latihan berat," jelasnya.
(hst/hst)
Fashion
Ingin Tampil Feminin dan Lebih Stylish dengan Bawahan Rok? Cek Koleksi Menariknya di Sini!
Fashion
Pilihan Aksesori Simpel yang Bikin Gaya Kamu Terlihat Lebih Keren
Fashion
Cari Dompet Kulit Awet Biar Bisa Dipakai Lama? Produk dari ROUNN Ini Bisa Jadi Jawabannya
Health & Beauty
Dua Serum PDRN Favorit Banyak Orang, Fokus Regenerasi dan Hidrasi Kulit!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
5 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa Diet IF, Kenyang Lebih Lama dan BB Turun
Tak Hanya Minyak Berlebih, Ini Penyebab Jerawat di Wajah
Kenali Jenis-Jenis Jerawat dan Cara Merawatnya dengan Tepat
Tren 'Ozempic Body' Makin Ekstrem, Kini Beralih ke Pengangkatan Tulang Rusuk
Most Popular
1
Operasi Penangkapan Presiden Venezuela Bikin Seleb Dunia Terjebak di Karibia
2
7 Potret Ratu Kecantikan yang Kerja Paruh Waktu Jadi SPG Dior
3
Ramalan Zodiak 6 Januari: Libra Tetap Sabar, Sagitarius Kontrol Pengeluaran
4
Kisah Pria 1 Tangan Jadi Ojol untuk Biaya Pernikahan Bikin Salut Netizen
5
Mengenal Resting Rich Face, Tren Makeup Natural yang Lagi Viral
MOST COMMENTED











































