Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Pelukan Tak Hanya Menyamankan, Tapi Juga Memperkuat Otot

Hestianingsih - wolipop
Rabu, 11 Jun 2014 17:50 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Pelukan sebagai bentuk ungkapan rasa sayang tidak hanya bisa membuat perasaan menjadi nyaman. Dengan mendapatkan pelukan dari orang dekat, bisa meningkatkan kesehatan tulang, memperlambat otot yang lemah karena usia yang menua bahkan mencegah obesitas.

Saat berpelukan tubuh akan memproduksi hormon oksitosin, yang dilepaskan sebagai respon dari sentuhan fisik. Hormon ini selain menimbulkan perasaan nyaman dan bahagia ternyata juga membantu memperbaiki kerusakan otot.

Hormon oksitosin telah lama digunakan untuk proses induksi pada wanita hamil saat akan melahirkan. Tapi studi yang dilakukan oleh University of California menunjukkan bahwa hormon ini juga bermanfaat memperlambat terjadinya kerusakan otot.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oksitosin kerap dihubungkan dengan hormon yang memengaruhi pola pengasuhan ibu, keterikatan sosial, kelahiran bayi dan seks. Hormon ini juga penting untuk menjaga kesehatan serta pemulihan otot pasca cedera atau ketika otot melemah, terutama pada orang lanjut usia (lansia). Level oksitosin cukup tinggi pada anak-anak, namun seiring bertambahnya usia hormon ini akan menurun. Padahal, oksitosin tetap diperlukan sampai tua untuk menjaga jaringan tubuh tetap sehat.

Selain terapi hormon, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, produksi oksitosin juga bisa didapat dengan saling berpelukan. Tak hanya membantu menguatkan tulang dan otot, pelukan juga bermanfaat menjaga kesehatan secara keseluruhan. Salah satunya mengurangi stres atau gangguan mental lainnya.

Berdasarkan penelitian dari University of North Carolina, Amerika Serikat, pelukan bisa menurunkan kadar hormon stres (kortisol). Dalam sebuah penelitian yang dipimpin oleh psikolog Dr Karen Grewen kepada 38 pasangan, diketahui pasangan yang berpelukan selama 20 detik kadar kortisolnya menjadi rendah dan oksitosin meningkat.

"Efeknya terjadi lebih signifikan pada wanita. Manfaat pelukan juga kurangi potensi penyakit jantung," terang Psikolog Melly Puspita Sari, Psi, M, NPLm Psychologist yang juga penulis buku 'The Miracle of Hug.'

Melly juga menuturkan, pelukan yang diberikan pada orang dengan kondisi tubuh tidak sehat, kekebalan tubuhnya akan meningkat. Bahkan dalam buku 'The Hug Therapy' karangan Kathleen Keating, disebutkan bahwa empat kali pelukan dalam sehari bisa mempertahankan hidup lebih lama.

"Menurut penelitian yang disebutkan oleh Kathleen Keating, empat kali pelukan bisa mempertahankan hidup. Delapan kali sehari membuat hidup lebih sehat. 12 kali pelukan untuk kesehatan sekaligus kebahagiaan," tutur psikolog lulusan Universitas Muhammadiyah Malang ini.

(hst/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads