Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Tren Jus Buah-Sayur

Jus Buah dan Sayur Punya Efek Menyembuhkan, Tapi Perhatikan Campurannya

wolipop
Kamis, 08 Mei 2014 11:34 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Minum jus buah campur sayur kini menjadi tren gaya hidup sehat di kalangan urban. Meskipun bukan hal baru, popularitas jus dan smoothie dengan komponen sayur ini mulai marak sekitar dua hingga tiga tahun belakangan, seiring semakin sadarnya masyarakat urban akan pentingnya menjaga kesehatan dengan memenuhi kebutuhan vitamin dan serat dari tanaman.

Kenapa harus mencampurkan buah dan sayur? Tidak cukupkah hanya jus buah atau jus sayur saja? Alasan utamanya adalah soal kepraktisan. Sekali minum, Anda bisa mendapatkan manfaat dari buah dan sayur sekaligus. Namun ada pula buah atau sayur yang lebih baik jika dikonsumsi sendirian tanpa campuran apapun.

"Tujuan utamanya adalah mencari khasiat pengobatan atau natural healing yang ada di dalam sayuran dan buah-buahan. Tanaman memiliki dinding sel berupa selulosa yang sangat kuat dan fitokimia alias bahan kimia alami yang berkhasiat sebagai obat di dalam dinding selulosa," ujar praktisi dan motivator gaya hidup sehat dr. Phaidon L. Toruan kepada Wolipop, Rabu (7/5/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia kembali menjelaskan, jika jus diolah menggunakan blender (bukan juicer), akan mengoptimalkan pengeluaran fitokimia sehingga buah dan atau sayur bisa memiliki khasiat obat dan mencegah berbagai penyakit. Buah dan sayur sebaiknya diblender dan dikonsumsi tanpa disaring agar manfaat seratnya bisa lebih dirasakan ketimbang juicer yang biasanya hanya mengambil sari buahnya saja.

Lalu bagaimana dengan klaim yang mengatakan bahwa jus sayur campur buah lebih sehat ketimbang jus buah atau sayur saja? Hal itu tergantung dari jenis tanaman yang dicampurkan. Dokter yang juga penulis buku 'Fit For Success' ini menjelaskan, pomegranate atau buah delima misalnya, bisa memberikan manfaat kesehatan yang lebih maksimal apabila dijus tanpa campuran bahan apapun.

"Menurut penelitian ilmiah yang dimuat di jurnal kedokteran, dalam dosis 250 cc per hari bisa membantu membersihkan pembuluh darah sehingga membantu mengurangi risiko serangan jantung dan stroke," tutur dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran ini.

Meskipun sayur dan buah sama-sama sehat, bukan berarti Anda bisa mencampurkannya semau hati. Sebab buah dan sayur memiliki jenis serat yang berbeda dan bisa 'membingungkan' sistem pencernaan saat proses pengolahan makanan. Daun selada dan seledri merupakan sayuran yang bisa dikombinasikan dengan buah-buahan, salah satunya apel. Buah ini selain cocok dengan serat sayuran juga membantu memberi rasa manis dan menyamarkan bau langu pada sayuran.

Apel juga cocok dicampur dengan wortel karena memiliki tekstur serat yang hampir mirip. Selain itu wortel dan apel merupakan bahan yang sesuai untuk dicampurkan dengan hampir semua jus sayur atau buah. Jadi sebelum mulai mencampur jus, sebaiknya ketahui kandungan dan jenis seratnya agar tidak mengganggu pencernaan. Dan yang lebih penting lagi, pastikan bahan-bahan yang Anda gunakan organik atau tanaman produksi lokal, bukan import.

"Jika kita menggunakan buah import, yang secara teknis harus diberi perlakuan khusus agar tahan lama dalam pengiriman (misalnya radiasi atau bahan pengawet), maka tentu khasiat buah dan sayur berkurang sangat jauh," terang dr. Phaidon.

Menurutnya buah lokal segar yang ditanam tanpa pestisida akan memberikan hasil yang sangat baik, bahkan memberi khasiat obat. Jus juga sebaiknya jangan diberikan bahan tambahan agar rasanya lebih 'enak.' Misalnya gula atau susu. Walaupun masih memiliki manfaat namun menjadi kurang sehat bagi tubuh karena ada tambahan kalori, lemak serta karbohidrat yang kurang penting. 

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads