Kisah Pria Tuna Netra yang Sukses Ikut 17 Kali Maraton
Memiliki kekurangan fisik tidak bisa melihat bukan menjadi penghalang untuk Richard Bernstein melakukan aktivitas olahraga favoritnya yaitu berlari. Sampai saat ini pria 40 tahun itu sudah 17 kali mengikuti maraton dan triatlon. Maraton yang dilakukannya itu bukan hanya sekadar untuk menyehatkan tubuhnya, tapi ada satu tujuan yang ingin dicapainya untuk kesejahteraan para penyandang disabilitas.
Sehari-harinya, Richard berprofesi sebagai pengacara. Dia kerap menangani kasus yang memperjuangkan hak penyandang disabilitas. Berbasis di Detroit, Amerika Serikat, dia sudah banyak terlibat pada kasus-kasus hukum terkait perjuangan hak tersebut. Kasus-kasunya itu tidak sedikit yang berdampak ke seluruh negeri. Salah satunya adalah ketika Detroit harus memperbaiki dan membuat lift khusus untuk pengguna kursi roda di bus umum.
"Apa yang terjadi di kota tempatku tinggal di Detroit, orang-orang disabilitas, khususnya para veteran, tidak bisa menggunakan bus umu. Bukan lagi hal umum untuk mereka menghabiskan waktu sepanjang sore di terminal bus. Sekitar 50% bus yang beroperasi lift khusus untuk pengguna kursi rodanya rusak," katanya seperti dikutip ABC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Richard menyatakan kekecewaannya pada pemerintah yang masih tidak memperhatikan kepentingan penyandang disabilitas. Menurutnya meskipun anggaran menurun, seharusnya budget untuk penyediaan fasilitas tetap ada.
"Yang jadi pertanyaan adalah, apakah kalian pernah menyediakan akses untuk penyandang disabilitas? Jawabannya adalah apa yang baik untuk penyandang disabilitas seharusnya juga baik untuk semua orang," ujarnya.
Belum lama ini Richard juga baru saja memenangkan kasus melawan University of Michigan. Dalam kasus tersebut, University of Michigan membangun ulang stadion football dengan biaya US$ 350 juta. Namun dalam pembangunan tersebut pihak universitas berkeputusan tidak akan mengikuti petunjuk dari Americans with Disabillities Act (ADA). Artinya stadion tersebut tidak bisa dikunjungi oleh penyandang disabilitas, khususnya para veteran.
Kasus melawan University of Michigan itu bergulir selama lima tahun. Dan pada akhirnya dimenangkan Richard atas nama Paralysed Veterans of America. Universitas itu membangun ulang stadion mereka dan melengkapi semua fasilitasnya sesuai petunjuk ADA. Menurut Richard, kini stadion tersebut menjadi contoh semua fasilitas komersial yang ada di Amerika Serikat.
(eny/fer)











































