Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Makan Daging Tiap Hari, Cara Baru Melangsingkan Tubuh?

Hestianingsih - wolipop
Kamis, 02 Jan 2014 11:38 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Benarkah sering makan daging bisa membuat tubuh tetap langsing? Sebuah buku metode diet terbaru mengatakan demikian. Dalam buku tersebut ditulis bahwa rahasia tubuh ideal adalah makan seperti manusia gua pada zaman purbakala, mengikuti nenek moyang kita.

Buku yang berjudul 'In Cavewoman Don't Get Fat: Ancient Secrets to Rapid Weight Loss' itu, sang penulis Esther Blum memperkenalkan metode diet berbasis daging-dagingan atau Paleo Diet dengan sedikit modifikasi yang diperuntukkan bagi kalangan wanita.

Dalam acara The Today Show, Esther menjelaskan bahwa makan atau ngemil daging bisa meningkatkan hormon dopamin dan serotonin di otak. Dua hormon tersebut disebutkan berperan penting dalam proses penurunan berat badan dan menjaga tubuh tetap sehat. Ketimbang roti, makan daging lebih efektif turunkan berat badan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Esther mengatakan, daging yang dikonsumsi haruslah berasal sari sapi yang diberi pakan rumput segar sebab lebih banyak mengandung asam lemak omega-3. Dalam metode diet yang diciptakan Esther, kalori tidak selalu dihitung secara seimbang.

"Makanan yang tidak diproses seperti buah dan sayuran segar, daging tanpa lemak dan ikan selalu mengandung kalori lebih sedikit ketimbang makanan yang diproses," tulis Esther, seperti dikutip dari Daily Mail.

Ide meluncurkan metode diet ini muncul setelah dia menemukan fakta bahwa pengolahan makanan secara modern membuat orang tidak sehat. Ia juga menambahkan bahwa pola makan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penurunan berat badan sebanyak 80 persen, sementara aktivitas fisik seperti fitnes dan olahraga hanya 20 persen.

Dalam bukunya, Esther juga mengungkapkan kalau konsumsi biji-bijian seperti gandum sebenarnya tidak sehat dan membuat tubuh makin gemuk, sakit dan cepat lelah. "Setiap kali klien saya berkata, 'Aku sudah diet sehat tapi tidak turun berat badan juga. Kenapa?' Dari situ aku tahu kalau dia mengonsumsi makanan sehat yang salah," tuturnya.

Esther menyarankan para pediet untuk mengadopsi metode 'clean eating'. Artinya, menyingkirkan sama sekali makanan olahan pabrik dan menggantinya dengan bahan makanan alami. Dia juga mengatakan tidak perlu mengurangi porsi makan, selama yang dimakan adalah makanan segar atau whole food dan tidak makan karbohidrat.

"Tubuh kita dirancang untuk mengonsumsi lebih sedikit karbohidrat, jauh lebih sedikit dari yang selama ini kita konsumsi," kata Esther.

Ia pun menghimbau untuk menghindari konsumsi makanan mengandung gluten, termasuk jenis bijirin seperti gandum, oat, gandum hitam, sekoi (sejenis tanaman gandum) dan sebagainya. Pediet juga harus menghindari makanan dari tepung, makanan dan minuman mengandung gula dan gandum hasil rekayasa genetik.

Sumber protein harus berasal dari ayam kampung, sapi pakan rumput dan ikan air tawar maupun laut yang tidak diternak. Boleh makan kacang-kacangan, tapi batasi hanya 1/4 cangkir sehari. Esther menjanjikan tipe diet ini tidak hanya bermanfaat untuk menurunkan berat badan tapi juga terhindar dari ketagihan makanan tidak sehat, perubahan hormon dan zat kimia berbahaya.

Apakah makan daging tiap hari benar bermanfaat bagi kesehatan, masih belum dipastikan kebenarannya. Beberapa jenis daging mengandung kolesterol tinggi meskipun berasal dari hewan yang memakan rumput segar. Sebaiknya konsultasikan dulu dengan ahli gizi sebelum mengikuti diet ini, karena mengonsumsi daging setiap hari tidak dianjurkan oleh banyak pakar dan ahli diet maupun kesehatan.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads