Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Intimate Interview

Evita Zoraya, Aromatherapist yang Juga Jadi Teman Curhat Kliennya

Hestianingsih - wolipop
Jumat, 26 Jul 2013 18:47 WIB
...
Foto: M. Abduh/Wolipop
Jakarta - Pekerjaan aromatherapist tidak terbatas pada menggunakan minyak esensial dan wewangian untuk terapi menghilangkan stres atau penyembuhan saja. Seorang aromatherapist profesional juga perlu mendalami ilmu lain agar sesi terapi yang dijalaninya pada klien bisa maksimal dan memberikan manfaat yang nyata bagi peningkatan kualitas hidup.

Seperti Evita Zoraya yang sudah berkecimpung di dunia aromaterapi sejak lima tahun lalu. Tidak hanya pengetahuan tentang berbagai macam jenis minyak esensial saja yang dia miliki, tapi juga kemampuan membantu seseorang menemukan solusi sendiri untuk masalahnya.

Selain aromatherapist, Evita juga mendalami profesi sebagai Meta Coach. Bukan seperti psikolog yang memberi konsultasi dan saran, atau psikiater yang memberikan resep obat untuk pasiennya. Meta Coach merupakan seorang coach yang membantu seseorang menemukan solusi sendiri untuk mengatasi problema hidup. Lebih kepada memberi referensi bagaimana menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Biasanya yang tahu solusi terbaik (untuk masalah) adalah dirinya sendiri. Tapi seringkali mereka tidak menyadari punya kemampuan itu. Di situlah peran coach. Membantu menyelesaikan problem sendiri," ujar Evita saat ditemui di klinik Scentsibility miliknya, Jl. Bangka, Kemang, Jakarta Selatan.

Wanita berusia 41 tahun ini mendapatkan gelar Meta Coach setelah dirinya bertolak ke Singapura untuk kursus di Self Leadership International. selama delapan hari, belajar secara intensif mulai dari pagi sampai malam setiap harinya, untuk mengantungi sertifikat sebagai Meta Coach profesional.

Kursus tersebut dijalaninya demi memantapkan profesi sebagai aromatherapist yang membantu meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup secara holistik. Dalam setiap sesi terapi, Evita selalu mengombinasikan coaching dengan aromaterapi agar hasilnya lebih maksimal.

Problem apa saja yang biasanya dihadapi para klien yang datang ke kliniknya? "Beda-beda, tapi umumnya masalah pekerjaan, relationship, rumah, keluarga. Kalau mereka sudah keluarkan isu, lama-lama mereka diterapi. Biasanya aku ingin tahu apa yang dia mau atau cari agar lebih happy, aman, tenang, secure. Karena kadang orang nggak tahu yang dia mau dalam hidup apa sih? Ribut dengan orang padahal dia cari sesuatu yang dia sendiri nggak tahu apa," jelas ibu dua anak ini.

Ketika sudah tahu apa yang sebenarnya klien paling inginkan dalam hidup, Evita kemudian membantu mencari solusinya dengan ilmu Meta Coach. "Siapa dia? Maunya apa? Kenapa ada di sini? Saya bantu dia untuk cari apa dan bagaimana dia sampai seperti itu, akhirnya dia ybisa berada di jalur yang dia mau," tambahnya.

Wanita lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti ini tidak menjamin kliennya langsung merasa bahagia atau konfliknya sedera selesai begitu terapi di kliniknya. Namun dengan menjalani coaching yang disertai juga dengan aromaterapi, setidaknya dia jadi lebih menemukan jati diri, tidak lelah, stres dan banyak membuang energi untuk hal yang sebenarnya tidak diinginkannya.

Banyak juga klien Evita yang baik secara finansial, punya keluarga harmonis dan pekerjaan mapan. Namun seringkali masih merasa ada yang kurang dalam hidup. Dari situlah Evita mencoba membantu klien menemukan apa yang hilang dari dirinya.

Menjalani profesi sebagai aromatherapist dan Meta Coach yang terbilang masih jarang di Indonesia, Evita kerap mendapat tanggapan skeptis dari orang sekitar. Ada beberapa orang yang meragukan kemampuan arometarapi untuk menyembuhkan. Namun itu tidak dianggap Evita sebagai kendala, karena apa yang dia lakukan saat ini adalah murni sebagai passion dan memang dunia yang disenanginya.

"Mungkin banyak yang skeptis, kenapa minyak esensial bisa nyembuhin? Tapi nggak apa-apa, karena orang boleh punya opini. Saya hanya coba memberi kontribusi untuk orang-orang yang membutuhkan. Itu yang lebih penting. Saya yakin kalau memang itu sudah passion dan jalur saya pasti akan berdampak positif, tidak membuat saya jadi stres dengan situasi eksternal," tutur wanita yang hobi nonton film dan baca buku ini.

Sehari-hari membantu orang untuk hilangkan stres, apakah Evita pernah mengalami stres dan apakah punya cara sendiri untuk mengatasinya? Ternyata pekerjaannya itulah yang menjadi pereda stres bagi wanita asal Bogor ini. Kebanyakan isu para klien juga berhubungan dengan kehidupannya sendiri dan dari situ Evita juga mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman hidup.

"Kadang-kadang dari konsultasi saya temukan solusi untuk diri sendiri juga. Jadi saya suka terapi ini karena kita belajar seperti dua arah. Saya bantu dia, tapi sebenarnya saya juga dibantu. Tapi kalau sedang sangat jenuh biasanya saya ke rumah di luar kota, mendekatkan diri dengan alam. Saya suka di situ untuk refreshing. Liburan ke tempat hijau, udara bersih dan tentunya aromaterapi yang memang sudah jadi kebutuhan saya," tutup Evita.

(hst/eny)
...
Hide Ads
d'Race Talks
 LIVE REACTION dRace Talks MotoGP Mandalika 2026

LIVE REACTION d'Race Talks MotoGP Mandalika 2026