Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus Food Combining

Cara Jitu Agar Tidak Kalap Makan Saat Berbuka Puasa

Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 19 Jul 2013 09:35 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Di bulan Ramadan, tidak sedikit orang yang menyajikan beragam jenis makanan untuk berbuka puasa. Gorengan, kolak, es buah, dan beragam makanan lain disuguhkan sekaligus sebagai pilihan menu buka puasa. Berbagai macam makanan tersebut sering membuat Anda kalap atau tidak terkontrol yang akhirnya mengontribusikan lemak secara berlebihan.

Agar hal itu tidak terjadi, pakar gizi dan nutrisi, Prof. Hardinsyah, MS, menyarankan untuk berusaha mengendalikan diri. Salah satu cara jitunya adalah bersyukur dan meyakinkan diri bahwa Anda sedang menjalankan ibadah, bukan hanya menahan haus dan lapar tanpa tujuan. Ingat, masih banyak orang yang tidak bisa berbuka puasa dengan makanan yang layak seperti Anda saat ini.

"Banyak orang di luar sana yang tidak bisa makan enak seperti kita, kemudian kalau tadi kita masing-masing mencoba introspeksi diri pasti akhirnya kita disiplin, hemat, tidak akan kalap atau balas dendam setelah seharian puasa," jelas Hardinsyah saat berbincang dengan wolipop, Kamis (18/7/2013).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perilaku sadar diri dapat mengontrol diri sendiri supaya tidak makan berlebihan walaupun dihidangkan bermacam-macam jenis makanan setelah berbuka. Pimpinan Klinik Konsultasi Gizi Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB) itu juga menyarankan untuk membiasakan diri banyak minum air putih serta mengonsumsi makanan ringan saat baru berbuka puasa.

Hindari langsung menyantap makanan berat karena asupan tersebut akan sulit dicerna oleh tubuh. Biarkan tubuh beradaptasi lebih dulu setelah seharian berpuasa. "Makan makanan kecil dulu sebelum makan karbohidrat. Jeda untuk salat maghrib dulu, istirahat 15 sampai 30 menit, baru makan berat untuk menu makan malam," tambah pria lulusan University of Queensland, Australia ini.

Hardin menambahkan, saat makan malam juga jangan terlalu menuruti nafsu yang berlebihan. Berusahalah makan sekadarnya dan berhenti sebelum kenyang. Cara ini bisa mengontrol diri Anda ke depan supaya tidak mengonsumsi makanan terlalu banyak usai bedug Maghrib selama Ramadan.

"Prinsipnya dari ilmu gizi, biarpun makanan beragam tapi berhenti sebelum kenyang seperti sunah Rasul," tutupnya di akhir perbincangan.

(aln/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads