Liputan Khusus
Liposuction Bisa Turunkan Berat Badan, Itu Salah
Tidak sedikit wanita yang berpikir liposuction atau penyedotan lemak bisa mengecilkan lingkar pinggang. Padahal anggapan itu keliru. Liposuction bukan untuk menurunkan berat badan. Jadi buat apa?
“Kalau dikatakan bahwa liposuction itu membuat orang jadi kurus itu salah. Liposuction atau tummy tuck (pengencangan perut) dipergunakan untuk body contouring (pembentukan tubuh) bukan untuk turunkan berat badan,” jelas Dr. Michael Triangto, SpOK, kepada wolipop di klinik olahraga Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Jalan Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur , Kamis (13/12/2012).
Pria berumur 53 tahun itu mengatakan, bila liposuction atau tummy tuck sudah dipakai oleh banyak kalangan medis berarti ada hal baik yang bisa dimanfaatkan. Hal positif tersebut adalah body contouring untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal bukan menurunkan berat badan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Misalnya liposuction nggak bisa juga karena cuma lemaknya yang diambil, tapi ternyata ototnya yang lemah, berarti ototnya harus dipotong, sambung lagi, menjadi lebih pendek jadi lebih bagus,” ujar pria lulusan Spesialis Kedokteran Olahraga di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Michael mengibaratkan liposuction seperti seseorang sedang makan kelapa bulat. Dikerok daging kelapanya sampai habis, tapi setelah dibelah masih ada sisa-sisa yang menempel pada dinding dalamnya. Itu mengartikan bahwa metode tersebut tidak bisa membersihkan lemak selamanya yang akan membuat orang menjadi kurus.
Untuk itu, jika ingin melakukan operasi sedot lemak atau tummy tuck dianjurkan memilih orang yang sudah terampil dalam bidangnya supaya hasilnya maksimal. Namun tidak semua orang perlu melakukan sedot lemak serta ada bagian berlemak yang tidak bisa diberikan tindakan operasi.
Ia menyarankan agar mempertimbangkan terlebih dahulu sebelum melakukan operasi sedot lemak, terutama bagi orang yang berat badannya sangat berlebihan.
“Kalau beratnya 100 kg mau turunkan berat badan dengan liposuction, omong kosong, makin banyak yang dikeluarkan makin besar risiko gangguan kesehatan. Jadi memang tergantung kebutuhannya saja, (kalau tujuannya membentuk tubuh ya bisa saja),” ujarnya diakhir perbincangan.
(ays/ays)











































