Liputan Khusus
Tubuh Langsing dengan Raw Food Diet
Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Jumat, 12 Okt 2012 08:06 WIB
Jakarta
-
"Kalau sehat dengan sendirinya badan jadi ideal karena badan itu pintar sekali. Bisa mengatur kapan kita perlu turun, kapan naik sedikit," tutur Sophie saat ditemui wolipop di Tebet Green Mall, Jl. MT Haryono, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Sementara itu praktisi gaya hidup sehat dr. Phaidon L. Toruan mengatakan, raw food adalah bagian dari diet sehat karena kaya akan kandungan vitamin dan mineral. Sedangkan mengenai diet makanan mentah dapat efektif menurunkan berat badan, penulis buku 'Fat Loss Not Weight Loss' ini membenarkan anggapan tersebut.
"Raw food sangat membantu pelangsingan karena ada satu efek yang sangat efektif dalam membantu proses pembakaran lemak. Ketika kita makan buah-buahan dan sayur-sayuran (mentah) dia punya efek nge-block lemak sehingga lemak yang masuk ke dalam tubuh nggak terlalu banyak," ujar dr. Phaidon kala berbincang dengan wolipop di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Namun sebaiknya tidak memandang raw food sebagai metode pelangsingan semata. Karena jika tujuan utama dari diet makanan mentah adalah untuk mendapatkan berat badan ideal, maka Anda hanya akan menjalankannya dalam jangka pendek. Tak berkelanjutan. Akibatnya tubuh akan kembali gemuk.
"Orang kalau mau makan sehat nggak perlu pakai metode pelangsingan juga berat badannya akan turun sendiri," tegasnya.
Diet raw food juga harus dikombinasikan dengan latihan fisik yang teratur agar hasilnya lebih maksimal. Tanpa fitnes atau olah raga, jangan berharap berat badan Anda bisa turun secara signifikan dan bertahan dalam waktu lama.
"Raw food sangat bagus, tapi nggak olah raga ya sama saja. Jadi kalau bicara raw food very good tapi part of healthy lifestyle. Nggak boleh cuma satu, harus olah raga. Intinya, otot harus tetap dilatih," jelas dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran ini.
(hst/eny)
Diet dengan mengonsumsi makanan mentah atau raw food diet diyakini sebagian orang merupakan metode yang efektif melangsingkan tubuh. Benarkah demikian?
Menurut penyanyi dan presenter Sophie Navita yang sudah 1,5 tahun menjalani raw food diet, "Saya makan untuk sehat. Kalau orang lihat saya jadi kurus, saya melihat itu sebagai bonus karena nggak makan macam-macam."
Wanita yang akif sebagai presenter dan penyanyi ini berujar, jika pola makan kita sehat tubuh dengan sendirinya akan mencari berat idealnya. Jadi saat menjalani raw food, sebaiknya kita berpikir untuk kesehatan secara holistik. Bukan semata-mata karena ingin langsing, apalagi dalam waktu cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu praktisi gaya hidup sehat dr. Phaidon L. Toruan mengatakan, raw food adalah bagian dari diet sehat karena kaya akan kandungan vitamin dan mineral. Sedangkan mengenai diet makanan mentah dapat efektif menurunkan berat badan, penulis buku 'Fat Loss Not Weight Loss' ini membenarkan anggapan tersebut.
"Raw food sangat membantu pelangsingan karena ada satu efek yang sangat efektif dalam membantu proses pembakaran lemak. Ketika kita makan buah-buahan dan sayur-sayuran (mentah) dia punya efek nge-block lemak sehingga lemak yang masuk ke dalam tubuh nggak terlalu banyak," ujar dr. Phaidon kala berbincang dengan wolipop di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Namun sebaiknya tidak memandang raw food sebagai metode pelangsingan semata. Karena jika tujuan utama dari diet makanan mentah adalah untuk mendapatkan berat badan ideal, maka Anda hanya akan menjalankannya dalam jangka pendek. Tak berkelanjutan. Akibatnya tubuh akan kembali gemuk.
"Orang kalau mau makan sehat nggak perlu pakai metode pelangsingan juga berat badannya akan turun sendiri," tegasnya.
Diet raw food juga harus dikombinasikan dengan latihan fisik yang teratur agar hasilnya lebih maksimal. Tanpa fitnes atau olah raga, jangan berharap berat badan Anda bisa turun secara signifikan dan bertahan dalam waktu lama.
"Raw food sangat bagus, tapi nggak olah raga ya sama saja. Jadi kalau bicara raw food very good tapi part of healthy lifestyle. Nggak boleh cuma satu, harus olah raga. Intinya, otot harus tetap dilatih," jelas dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran ini.
(hst/eny)
Perawatan dan Kecantikan
Nggak Perlu Foundation Mahal! 3 Cushion Ini Bikin Wajah Flawless, Tahan Lama, dan Anti Cakey Seharian
Kesehatan
Anak Susah Makan Bikin Mama Pusing? Ini 2 Suplemen Andalan Biar Nafsu Makan Balik Lagi!
Kesehatan
Sakit Kepala & Nyeri Otot Datang Tiba-Tiba? Ini 2 Obat Andalan yang Wajib Ada di Rumah!
Home & Living
Masak Lebih Praktis & Stylish, Inilah Rekomendasi Spatula Set Wajib Punya di Dapur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
10 Makanan yang Bantu Menurunkan Hormon Stres, Cocok Disantap saat Burnout
Sudah Tidur Lama Tapi Masih Capek? Ternyata Tubuh Butuh 7 Jenis Istirahat Ini
Elizabeth Hurley Ungkap Rutunitas Pagi yang Bikin Awet Muda di Usia 60
Suplemen Multivitamin Vs. Vitamin Satuan, Mana Lebih Baik untuk Tubuh?
Tren Suplemen Patch, Vitamin & Mineral Tak Lagi Ditelan Tapi Ditempel di Kulit
Most Popular
1
Gaya Pacar Cristiano Ronaldo Pakai Tas Langka, Koleksinya Senilai Rumah Mewah
2
Viral Pengantin Pria Bawa 9 Truk Septic Tank untuk Iring-iringan Pernikahan
3
Ramalan Zodiak 5 April: Aquarius Jauh dari Harapan, Capricorn Tetap Sabar
4
Potret Dukun Gen Z Korea yang Viral Dituduh Unggah Foto Seksi Demi Sensasi
5
Gaya Mahalini Liburan di Jepang, Padu Padan Rok & Celana Pendek yang Stylish
MOST COMMENTED











































