Bahaya & Tanda Seseorang Terlalu Terobsesi Berolahraga
Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Rabu, 29 Agu 2012 09:34 WIB
Jakarta
-
Manfaat olahraga bagi kesehatan sudah tak perlu diragukan lagi. Tapi jika tidak dilakukan dengan semestinya, olahraga yang seharusnya berdampak positif bisa berbalik membahayakan tubuh.
Jika Anda memaksakan untuk berolahraga keras melebih kemampuan sendiri, tubuh akan goyah dan gerakan olahraga pun terputus-putus. Sejumlah ahli fitnes mengatakan, olahraga yang berlebihan bisa menyebabkan cedera pada otot dan jaringan lunak. Namun seringkali orang tidak sadar kalau dirinya sudah terlalu semangat olahraga. Jika mengalami tujuh hal ini, patut waspada karena mungkin Anda sudah terobsesi dalam berolahraga, seperti yang dikutip dari Gal Time.
1. Merasa Bersalah karena 'Bolos' Olahraga
Jika menyesal dan merasa bersalah karena melewatkan sesi olahraga sehari saja, ada kemungkinan Anda sudah kecanduan olahraga dan itu gejala yang kurang baik. Terlebih lagi jika Anda memaksakan untuk berolahraga saat tubuh tidak fit, misalnya terkena demam, kurang tidur di malam harinya atau menderita cedera kaki. Bukan sehat yang didapat, tapi justru penyakit dan gangguan tubuh yang baru. Olahraga rutin memang penting, tapi tak lantas harus memaksa Anda untuk menepati jadwal latihan ketat meskipun kondisi tidak memungkinkan. Anda pun boleh bolos olahraga sesekali jika memang memerlukannya.
2. Menganggap Olahraga Sebagai Kewajiban
Olahraga penting untuk memelihara kesehatan dan menjaga tubuh tetap fit serta ideal. Tapi jangan jadikan aktivitas itu sebagai kewajiban, karena akan membuat Anda merasa terbebani dan justru lebih rentan merasa bosan. Olahraga seharusnya menyenangkan dan Anda pun menikmati saat melakukannya.
3. Kalori Jadi Musuh
Jika setiap kali makan, yang Anda pikirkan hanya: 'Berapa banyak olahraga yang harus saya lakukan untuk membakar kalori yang telah masuk?' maka ada kemungkinan Anda sudah terobsesi dengan olahraga dan keinginan menjadi kurus. Bila Anda merasa bersalah ketika langsung duduk santai setelah makan dan bukannya berolahraga, itu juga tanda Anda punya obsesi yang tak terkontrol terhadap olahraga. Mulailah dengan makan sehat, sesuai kebutuhan akan kalori harian dan nutrisi penting terpenuhi. Maka Anda tidak perlu terlalu bekerja keras melawan kegemukan dan kalori berlebih.
4. Penurunan Berat Badan yang Dramatis
Olahraga merupakan salah satu cara untuk menurunkan berat badan, khususnya bagi mereka yang punya masalah kegemukan. Jika berat Anda berlebih, lalu mulai berolahraga dan mengalami penurunan yang drastis, jangan senang dulu. Bisa jadi itu pertanda Anda terlalu keras berolahraga yang bisa membahayakan tubuh. Penurunan berat badan yang normal dan aman antara 1-2 kg dalam sebulan. Jika berat turun lebih dari itu, mungkin Anda terlalu memaksakan tubuh untuk berolahraga.
5. Olahraga Membuat Anda 'Terisolasi'
Saat teman-teman kantor mengajak makan malam dan karaoke bersama usai pulang kerja, Anda memilih 'absen' karena ingin mengikuti kelas aerobik. Ketika orangtua ingin Anda ikut serta dalam rapat keluarga untuk membahas masalah penting, Anda lebih mengutamakan menghabiskan waktu di gym. Jika olahraga sudah membuat Anda jadi orang yang sulit bersosialisasi dan cenderung mengabaikan kewajiban, maka tanda-tanda itu harus diwaspadai. Kurangi jadwal latihan, hibur diri sendiri dengan sesuatu yang menyenangkan. Ada banyak kehidupan dari sekadar berpeluh keringat di atas treadmill.
6. Rentan Cedera
Jika Anda mengalami cedera terus menerus setiap berolahraga atau mengalami sakit yang kronis saat latihan fisik, kemungkinan Anda terlalu keras melatih otot dan/atau sendi. Ingatlah, bukan olahraga saja yang penting tapi proses pemulihan setelahnya. Pastikan tubuh beristirahat dan relaks sedikitnya sehari setelah olahraga agar otot-otot punya cukup waktu untuk pulih dan memperbaiki diri.
7. Kehilangan Banyak Energi
Olahraga memang bisa membuat Anda lebih berenergi. Tapi jika dilakukan terlalu berlebihan, Anda akan merasakan kelelahan dan tubuh jadi sangat lemas karena energi yang terbuang lebih banyak ketimbang asupan energi yang masuk. Cobalah untuk tidak memaksa tubuh Anda beraktivitas terlalu keras.
(hst/kik)
Jika Anda memaksakan untuk berolahraga keras melebih kemampuan sendiri, tubuh akan goyah dan gerakan olahraga pun terputus-putus. Sejumlah ahli fitnes mengatakan, olahraga yang berlebihan bisa menyebabkan cedera pada otot dan jaringan lunak. Namun seringkali orang tidak sadar kalau dirinya sudah terlalu semangat olahraga. Jika mengalami tujuh hal ini, patut waspada karena mungkin Anda sudah terobsesi dalam berolahraga, seperti yang dikutip dari Gal Time.
1. Merasa Bersalah karena 'Bolos' Olahraga
Jika menyesal dan merasa bersalah karena melewatkan sesi olahraga sehari saja, ada kemungkinan Anda sudah kecanduan olahraga dan itu gejala yang kurang baik. Terlebih lagi jika Anda memaksakan untuk berolahraga saat tubuh tidak fit, misalnya terkena demam, kurang tidur di malam harinya atau menderita cedera kaki. Bukan sehat yang didapat, tapi justru penyakit dan gangguan tubuh yang baru. Olahraga rutin memang penting, tapi tak lantas harus memaksa Anda untuk menepati jadwal latihan ketat meskipun kondisi tidak memungkinkan. Anda pun boleh bolos olahraga sesekali jika memang memerlukannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Olahraga penting untuk memelihara kesehatan dan menjaga tubuh tetap fit serta ideal. Tapi jangan jadikan aktivitas itu sebagai kewajiban, karena akan membuat Anda merasa terbebani dan justru lebih rentan merasa bosan. Olahraga seharusnya menyenangkan dan Anda pun menikmati saat melakukannya.
3. Kalori Jadi Musuh
Jika setiap kali makan, yang Anda pikirkan hanya: 'Berapa banyak olahraga yang harus saya lakukan untuk membakar kalori yang telah masuk?' maka ada kemungkinan Anda sudah terobsesi dengan olahraga dan keinginan menjadi kurus. Bila Anda merasa bersalah ketika langsung duduk santai setelah makan dan bukannya berolahraga, itu juga tanda Anda punya obsesi yang tak terkontrol terhadap olahraga. Mulailah dengan makan sehat, sesuai kebutuhan akan kalori harian dan nutrisi penting terpenuhi. Maka Anda tidak perlu terlalu bekerja keras melawan kegemukan dan kalori berlebih.
4. Penurunan Berat Badan yang Dramatis
Olahraga merupakan salah satu cara untuk menurunkan berat badan, khususnya bagi mereka yang punya masalah kegemukan. Jika berat Anda berlebih, lalu mulai berolahraga dan mengalami penurunan yang drastis, jangan senang dulu. Bisa jadi itu pertanda Anda terlalu keras berolahraga yang bisa membahayakan tubuh. Penurunan berat badan yang normal dan aman antara 1-2 kg dalam sebulan. Jika berat turun lebih dari itu, mungkin Anda terlalu memaksakan tubuh untuk berolahraga.
5. Olahraga Membuat Anda 'Terisolasi'
Saat teman-teman kantor mengajak makan malam dan karaoke bersama usai pulang kerja, Anda memilih 'absen' karena ingin mengikuti kelas aerobik. Ketika orangtua ingin Anda ikut serta dalam rapat keluarga untuk membahas masalah penting, Anda lebih mengutamakan menghabiskan waktu di gym. Jika olahraga sudah membuat Anda jadi orang yang sulit bersosialisasi dan cenderung mengabaikan kewajiban, maka tanda-tanda itu harus diwaspadai. Kurangi jadwal latihan, hibur diri sendiri dengan sesuatu yang menyenangkan. Ada banyak kehidupan dari sekadar berpeluh keringat di atas treadmill.
6. Rentan Cedera
Jika Anda mengalami cedera terus menerus setiap berolahraga atau mengalami sakit yang kronis saat latihan fisik, kemungkinan Anda terlalu keras melatih otot dan/atau sendi. Ingatlah, bukan olahraga saja yang penting tapi proses pemulihan setelahnya. Pastikan tubuh beristirahat dan relaks sedikitnya sehari setelah olahraga agar otot-otot punya cukup waktu untuk pulih dan memperbaiki diri.
7. Kehilangan Banyak Energi
Olahraga memang bisa membuat Anda lebih berenergi. Tapi jika dilakukan terlalu berlebihan, Anda akan merasakan kelelahan dan tubuh jadi sangat lemas karena energi yang terbuang lebih banyak ketimbang asupan energi yang masuk. Cobalah untuk tidak memaksa tubuh Anda beraktivitas terlalu keras.
(hst/kik)











































