Sulit Kontrol Nafsu Makan? Salahkan 'Hati' Anda
wolipop
Rabu, 28 Sep 2011 10:14 WIB
Jakarta
-
Salah satu faktor penyebab sulitnya orang menurunkan berat badan adalah sulitnya mengontrol nafsu makan. Bertahun-tahun lamanya, para ilmuwan telah bekerja keras mencari penjelasan bagaimana dorongan untuk makan bisa mengalahkan keinginan untuk sehat.
Kini, rasa penasaran tersebut mulai menemui titik terang. Setelah para peneliti di Universitas Yale berhasil mengidentifikasi penyebab mengapa orang gemuk atau obesitas sulit mengontrol nafsu makan, seorang psikoterapis Dr Dorothy Virtue menemukan adanya hubungan yang kuat antara selera makan dengan kebutuhan psikologis.
Dari hasil pengamatannya selama menjadi konselor untuk kecanduan minuman dan obat-obatan, Dorothy menemukan bahwa masalah psikologis seperti stres, marah, cemas dan malu bisa memicu seseorang ingin mengonsumsi makanan manis, renyah, kenyal atau creamy. Dorothy juga menambahkan, keinginan untuk mengonsumsi jenis makanan tertentu bisa menjelaskan kondisi psikologis seperti apa yang sedang dihadapi saat itu. Berikut ini penjelasannya, seperti dikutip dari Daily Mail.
1. Makanan Renyah
Saat mengalami stres, marah, sedih atau frustasi, seseorang cenderung ingin mengonsumsi makanan yang renyah. Mengunyah keripik, popcorn, kraker atau bahkan seledri bisa membantu menenangkan ketegangan pada tubuh. Saat emosi, biasanya otot pada tulang rahang akan menegang. Dengan mengunyah makanan renyah, ketegangan itu akan mereda seiring dengan jumlah kunyahan pada mulut. Makanan renyah bisa dibilang memiliki efek seperti 'obat' penghilang emosi.
2. Makanan Mengandung Krim
Orang cenderung ingin mengonsumsi makanan mengandung krim dan susu yang bertekstur lembut seperti es krim atau keju, saat merasa cemas, tidak aman, malu atau bersalah. Menyantap makanan tersebut, bisa membuat mereka lebih nyaman dan rileks.
Choline yang terkandung dalam susu, punya efek menenangkan bagi tubuh. Susu juga mengandung L-tryptophan, yang ketika dikombinasikan dengan karbohidrat (seperti gula) akan memcu produksi serotonin, senyawa kimiawi pada otak yang menciptakan sensasi rasa menyenangkan. Selain itu, kandungan gula pada produk-produk olahan susu bisa meningkatkan mood dan energi. Sementara tekstur krim yang lembut punya efek menyamankan.
3. Makanan Kenyal
Keinginan yang kuat untuk mengunyah makanan bertekstur kenyal, bisa menandakan perasaan orang yang sedang cemburu, bingung, takut sesuatu yang buruk akan terjadi atau benci pada diri sendiri. Saat merasakan emosi tersebut, tubuh akan mengirim sinyal bahwa dengan mengunyah akan melepaskan rasa tegang dan membantu seseorang tetap tenang dan berpikir logis terhadap masalah yang terjadi. Misalnya saja, jika Anda tiba-tiba ingin makan nougat, bisa jadi Anda sedang ragu-ragu dalam mengambil keputusan.
4. Makanan Pedas
Saat ingin memakan makanan pedas, berarti ada kemungkinan Anda sedang bosan; mengharapkan kehidupan yang lebih seru dan menantang. Anda punya keinginan yang kuat akan perubahan atau mengalami sesuatu yang baru. Beberapa penelitian telah menemukan ada hubungan yang kuat antara pencarian sensasi dengan keinginan untuk menyantap sesuatu yang pedas, renyah, eksotis atau asam.
5. Kacang-kacangan
Makan kacang bisa jadi tanda kalau seseorang haus akan keceriaan dan kesenangan. Beberapa jenis kacang seperti kacang tanah dan mede mengandung banyak tyrosine, zat yang meningkatkan tekanan darah. Kacang-kacangan juga mengandung pyrazine yang memicu perasaan senang pada otak.
Saat seseorang makan kacang, bisa mengindikasikan berbagai perasaan yang sedang dialaminya. Hal itu karena lemak pada kacang bisa menutupi rasa kesepian, kesendirian, kekhawatiran dan ketidakpuasan. Kacang juga jenis makanan yang renyah, cocok untuk peredam stres. Rasanya pun cenderung creamy, yang bisa memberikan efek rasa nyaman.
6. Karbohidrat
Aroma dan tekstur pada roti, nasi dan pasta biasanya akan lebih menggoda orang yang sedang stres, tegang atau takut untuk memakannya. Saat diliputi ketegangan, tubuh akan menganggap kita sedang dalam bahaya dan mungkin membutuhkan pengobat rasa sakit. Kondisi ini menyebabkan otak memproduksi hormon cortisol sebagai pereda rasa sakit. Sayangnya, cortisol juga menstimulasi produksi Neuropeptide Y, yang menambah hasrat untuk mengonsumsi karbohidrat lebih banyak.
7. Cake dan Biskuit
Karbohidrat manis seperti cake dan biskuit punya efek yang sama seperti roti, nasi dan pasta. Keduanya tinggi karbohidrat yang bisa menimbulkan rasa tenang. Memakan biskuit, cake dan pie merefleksikan keinginan untuk dapatkan kenyamanan dan hiburan, seolah tubuh Anda mengatakan, 'saya butuh pelukan'. Tapi juga bisa berarti sinyal penolakan untuk melakukan sesuatu.
8. Cokelat
Cokelat merupakan makanan yang paling diinginkan, terutama oleh wanita ketika mengalami emosi negatif. Cokelat mengandung phenylethylamine, zat yang sama, yang dibentuk otak saat seseorang merasakan romantisisme dan cinta. Inilah sebabnya, banyak orang menjadikan cokelat sebagai pelarian saat dilanda rasa sakit dan kecewa dalam hubungan asmara.
(hst/eny)
Kini, rasa penasaran tersebut mulai menemui titik terang. Setelah para peneliti di Universitas Yale berhasil mengidentifikasi penyebab mengapa orang gemuk atau obesitas sulit mengontrol nafsu makan, seorang psikoterapis Dr Dorothy Virtue menemukan adanya hubungan yang kuat antara selera makan dengan kebutuhan psikologis.
Dari hasil pengamatannya selama menjadi konselor untuk kecanduan minuman dan obat-obatan, Dorothy menemukan bahwa masalah psikologis seperti stres, marah, cemas dan malu bisa memicu seseorang ingin mengonsumsi makanan manis, renyah, kenyal atau creamy. Dorothy juga menambahkan, keinginan untuk mengonsumsi jenis makanan tertentu bisa menjelaskan kondisi psikologis seperti apa yang sedang dihadapi saat itu. Berikut ini penjelasannya, seperti dikutip dari Daily Mail.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat mengalami stres, marah, sedih atau frustasi, seseorang cenderung ingin mengonsumsi makanan yang renyah. Mengunyah keripik, popcorn, kraker atau bahkan seledri bisa membantu menenangkan ketegangan pada tubuh. Saat emosi, biasanya otot pada tulang rahang akan menegang. Dengan mengunyah makanan renyah, ketegangan itu akan mereda seiring dengan jumlah kunyahan pada mulut. Makanan renyah bisa dibilang memiliki efek seperti 'obat' penghilang emosi.
2. Makanan Mengandung Krim
Orang cenderung ingin mengonsumsi makanan mengandung krim dan susu yang bertekstur lembut seperti es krim atau keju, saat merasa cemas, tidak aman, malu atau bersalah. Menyantap makanan tersebut, bisa membuat mereka lebih nyaman dan rileks.
Choline yang terkandung dalam susu, punya efek menenangkan bagi tubuh. Susu juga mengandung L-tryptophan, yang ketika dikombinasikan dengan karbohidrat (seperti gula) akan memcu produksi serotonin, senyawa kimiawi pada otak yang menciptakan sensasi rasa menyenangkan. Selain itu, kandungan gula pada produk-produk olahan susu bisa meningkatkan mood dan energi. Sementara tekstur krim yang lembut punya efek menyamankan.
3. Makanan Kenyal
Keinginan yang kuat untuk mengunyah makanan bertekstur kenyal, bisa menandakan perasaan orang yang sedang cemburu, bingung, takut sesuatu yang buruk akan terjadi atau benci pada diri sendiri. Saat merasakan emosi tersebut, tubuh akan mengirim sinyal bahwa dengan mengunyah akan melepaskan rasa tegang dan membantu seseorang tetap tenang dan berpikir logis terhadap masalah yang terjadi. Misalnya saja, jika Anda tiba-tiba ingin makan nougat, bisa jadi Anda sedang ragu-ragu dalam mengambil keputusan.
4. Makanan Pedas
Saat ingin memakan makanan pedas, berarti ada kemungkinan Anda sedang bosan; mengharapkan kehidupan yang lebih seru dan menantang. Anda punya keinginan yang kuat akan perubahan atau mengalami sesuatu yang baru. Beberapa penelitian telah menemukan ada hubungan yang kuat antara pencarian sensasi dengan keinginan untuk menyantap sesuatu yang pedas, renyah, eksotis atau asam.
5. Kacang-kacangan
Makan kacang bisa jadi tanda kalau seseorang haus akan keceriaan dan kesenangan. Beberapa jenis kacang seperti kacang tanah dan mede mengandung banyak tyrosine, zat yang meningkatkan tekanan darah. Kacang-kacangan juga mengandung pyrazine yang memicu perasaan senang pada otak.
Saat seseorang makan kacang, bisa mengindikasikan berbagai perasaan yang sedang dialaminya. Hal itu karena lemak pada kacang bisa menutupi rasa kesepian, kesendirian, kekhawatiran dan ketidakpuasan. Kacang juga jenis makanan yang renyah, cocok untuk peredam stres. Rasanya pun cenderung creamy, yang bisa memberikan efek rasa nyaman.
6. Karbohidrat
Aroma dan tekstur pada roti, nasi dan pasta biasanya akan lebih menggoda orang yang sedang stres, tegang atau takut untuk memakannya. Saat diliputi ketegangan, tubuh akan menganggap kita sedang dalam bahaya dan mungkin membutuhkan pengobat rasa sakit. Kondisi ini menyebabkan otak memproduksi hormon cortisol sebagai pereda rasa sakit. Sayangnya, cortisol juga menstimulasi produksi Neuropeptide Y, yang menambah hasrat untuk mengonsumsi karbohidrat lebih banyak.
7. Cake dan Biskuit
Karbohidrat manis seperti cake dan biskuit punya efek yang sama seperti roti, nasi dan pasta. Keduanya tinggi karbohidrat yang bisa menimbulkan rasa tenang. Memakan biskuit, cake dan pie merefleksikan keinginan untuk dapatkan kenyamanan dan hiburan, seolah tubuh Anda mengatakan, 'saya butuh pelukan'. Tapi juga bisa berarti sinyal penolakan untuk melakukan sesuatu.
8. Cokelat
Cokelat merupakan makanan yang paling diinginkan, terutama oleh wanita ketika mengalami emosi negatif. Cokelat mengandung phenylethylamine, zat yang sama, yang dibentuk otak saat seseorang merasakan romantisisme dan cinta. Inilah sebabnya, banyak orang menjadikan cokelat sebagai pelarian saat dilanda rasa sakit dan kecewa dalam hubungan asmara.
(hst/eny)











































