Hati-hati! Bikini Waxing Bisa Berbahaya
Eya Ekasari - wolipop
Rabu, 06 Jul 2011 17:38 WIB
Jakarta
-
Bikini waxing merupakan cara menghilangkan bulu dengan menggunakan lilin atau wax pada area bikini line. Proses bikini wax tidaklah lama, kurang dari dua jam Anda sudah bisa menghilangkan bulu-bulu yang dirasa mengganggu.
Sayangnya, bikini waxing memiliki efek negatif. Seperti yang dikutip dari womenshealthmag, baru-baru ini kota New Jersey melarang adanya bikini wax setelah dua wanita dilaporkan masuk rumah sakit karenanya. Dan pada 2007, seorang wanita Australia yang mengidap diabetes 1, dilaporkan hampir meninggal akibat infeksi bakteri yang ia dapatkan setelah melakukan bikini waxing.
"Bulu kemaluan ada untuk sebuah alasan, melindungi kulit sensitif dan selaput lendir di daerah kelamin. Mencabut bulu dengan lilin dapat mengangkat lapisan perlindungan tersebut," ujar Linda K. Franks, asisten klinis profesor dermatologi di New York University School of Medicine.
Selain itu, waxing juga dapat menarik potongan-potongan kecil lapisan kulit terluar, dan menciptakan sebuah portal yang dapat membuat bakteri masuk ke dalam tubuh. Terlebih lagi, proses ini juga menimbulkan peradangan, yang membuat bakteri terperangkan di bawah kulit. Bikini waxing dapat menciptakan risiko infeksi kulit, folliculitis (infeksi pada folikel rambut), dan rambut tumbuh ke dalam kulit (in-grown hair).
Agar terhindar dari risiko-risiko tersebut, ada lima hal yang perlu Anda lakukan sebelum dan saat melakukan bikini waxing.
1. Bertanya mengenai wax
Menurut Rosanne Kinley, mantan pemimpin National-Interstate Council of State Boards of Cosmetology, hard wax merupakan waxing yang terbaik, karena lebih lembut dan menempel pada rambut, bukan kulit. Sedangkan, speed wax yang lembut dan lengket, dan dioleskan menggunakan aplikator roller, terasa lebih menyakitkan dan lebih mungkin merobek kulit, meski pun lebih cepat dan mudah dilakukan. Sugaring, sebuah metode penghilang bulu yang menjadi tren belakangan ini, ternyata lebih aman untuk kulit ketimbang wax. Carilah produk yang bebas dari bahan kimia, dan hanya mengandung gula, air, jus lemon, dan gliserin.
2. Perhatikan kebersihannya
Sebelum memulai waxing, praktisi harus membersihkan tangannya terlebih dulu. Mencelupkan spatula ke dalam cairan lilin sebanyak dua kali tidak boleh dilakukan, karena akan memasukkan bakteri ke dalam panci. Selain itu, praktisi juga harus memiliki persediaan spatula baru untuk digunakan setiap kali dia mengoleskan lilin ke kulit Anda. Dan terakhir, dia harus selalu memeriksa suhu lilin sebelum mengoleskannya ke kulit, untuk mencegah luka bakar.
3. Mencegah iritasi
Menurut Bruce Robinson, profesor klinis asosiasi dermatologi di Mount Sinai Medical Center, New York City, "setelah waxing, jangan lupa untuk mengoleskan krim antibiotik topikal dan krim hidrokortison 1% sebagai antiperadangan ke daerah yang telah di waxing." Hal ini akan mengurangi iritasi dan membantu mencegah adanya infeksi yang potensial.
4. Mengetahui tanda-tanda infeksi
Sering-seringlah memeriksakan diri dengan menggunakan cermin untuk mencari tanda-tanda peradangan seperti rambut yang tumbuh ke dalam, ruam, kulit terkelupas, atau luka. Segera hubungi dokter jika Anda melihat adanya tanda kemerahan atau pembengkakan, rasa gatal, sensasi terbakar, pengelupasan kulit, atau demam di daerah tersebut.
(eya/hst)
Sayangnya, bikini waxing memiliki efek negatif. Seperti yang dikutip dari womenshealthmag, baru-baru ini kota New Jersey melarang adanya bikini wax setelah dua wanita dilaporkan masuk rumah sakit karenanya. Dan pada 2007, seorang wanita Australia yang mengidap diabetes 1, dilaporkan hampir meninggal akibat infeksi bakteri yang ia dapatkan setelah melakukan bikini waxing.
"Bulu kemaluan ada untuk sebuah alasan, melindungi kulit sensitif dan selaput lendir di daerah kelamin. Mencabut bulu dengan lilin dapat mengangkat lapisan perlindungan tersebut," ujar Linda K. Franks, asisten klinis profesor dermatologi di New York University School of Medicine.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar terhindar dari risiko-risiko tersebut, ada lima hal yang perlu Anda lakukan sebelum dan saat melakukan bikini waxing.
1. Bertanya mengenai wax
Menurut Rosanne Kinley, mantan pemimpin National-Interstate Council of State Boards of Cosmetology, hard wax merupakan waxing yang terbaik, karena lebih lembut dan menempel pada rambut, bukan kulit. Sedangkan, speed wax yang lembut dan lengket, dan dioleskan menggunakan aplikator roller, terasa lebih menyakitkan dan lebih mungkin merobek kulit, meski pun lebih cepat dan mudah dilakukan. Sugaring, sebuah metode penghilang bulu yang menjadi tren belakangan ini, ternyata lebih aman untuk kulit ketimbang wax. Carilah produk yang bebas dari bahan kimia, dan hanya mengandung gula, air, jus lemon, dan gliserin.
2. Perhatikan kebersihannya
Sebelum memulai waxing, praktisi harus membersihkan tangannya terlebih dulu. Mencelupkan spatula ke dalam cairan lilin sebanyak dua kali tidak boleh dilakukan, karena akan memasukkan bakteri ke dalam panci. Selain itu, praktisi juga harus memiliki persediaan spatula baru untuk digunakan setiap kali dia mengoleskan lilin ke kulit Anda. Dan terakhir, dia harus selalu memeriksa suhu lilin sebelum mengoleskannya ke kulit, untuk mencegah luka bakar.
3. Mencegah iritasi
Menurut Bruce Robinson, profesor klinis asosiasi dermatologi di Mount Sinai Medical Center, New York City, "setelah waxing, jangan lupa untuk mengoleskan krim antibiotik topikal dan krim hidrokortison 1% sebagai antiperadangan ke daerah yang telah di waxing." Hal ini akan mengurangi iritasi dan membantu mencegah adanya infeksi yang potensial.
4. Mengetahui tanda-tanda infeksi
Sering-seringlah memeriksakan diri dengan menggunakan cermin untuk mencari tanda-tanda peradangan seperti rambut yang tumbuh ke dalam, ruam, kulit terkelupas, atau luka. Segera hubungi dokter jika Anda melihat adanya tanda kemerahan atau pembengkakan, rasa gatal, sensasi terbakar, pengelupasan kulit, atau demam di daerah tersebut.
(eya/hst)
Olahraga
Perut dan Paha Lebih Kencang Tanpa ke Gym? Coba 2 Alat Fitness Rumahan Ini yang Lagi Banyak Dipakai!
Kesehatan
Pegal Hilang Hitungan Menit! Alat Pijat Elektrik 5 in 1 Ini Jadi Solusi Relaksasi Praktis di Rumah
Makanan & Minuman
Cuma Ubi Cilembu dan Yoghurt, Dessert Viral Ini Bikin Penasaran!
Pakaian Wanita
Bingung Cari Kado? Hampers Dompet Wanita Elegan Ini Bisa Jadi Pilihan Praktis
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
6 Manfaat Tak Terduga Nanas untuk Kesehatan, Cocok Jadi Menu Buka Puasa
Kisah Wanita Hampir Kehilangan Nyawa Karena Manikur Gel
Orthorexia, Ketika Obsesi Makan Sehat Justru Picu Gangguan Mental
Sleep Anxiety Bikin Susah Tidur? Ini 9 Cara Mengatasinya Agar Tidur Nyenyak
Tips Kulit Tetap Glowing Saat Puasa agar Cantik di Hari Lebaran
Most Popular
1
Potret Eks Penyanyi Cilik Maissy Kembali Disorot, Suami Digosipkan Selingkuh
2
Cara Berpakaian Manajer Google yang Bikin Kerja Lebih Sukses dan Produktif
3
Ramalan Zodiak 13 Maret: Cancer Masalah Datang, Leo Penuh Perjuangan
4
Foto: Eileen Gu Hingga Jennie Memukau di Fashion Show Chanel Fall 2026
5
Potret Shaloom Razade Setelah Oplas, Wajah Masih Bengkak & Hidung Diperban
MOST COMMENTED











































