Donat & Internet Bisa Menyebabkan Depresi
Menurut seorang psikolog, Dr Rick Norris, rasa kehilangan, uang dan hubungan yang bermasalah terkenal sebagai pemicu depresi. Tetapi, seperti yang dikutip dari Daily Mail, kegiatan sehari-hari seperti mengonsumsi donut dan kecanduan internet juga bisa menurunkan mood seseorang. Berikut lima hal yang bisa sebabkan depresi.
1. Cuaca panas
Ribuan orang menganggap cuaca yang terlalu panas membuat mereka terserang depresi. Diperkirakan 600.000 orang Inggris menderita seasonal affective disorder (SAD) atau gangguan afektif musiman tersebut. Hal itu dianggap terkait sensitivitas terhadap panas dan ketidakseimbangan hormon. Salah satu teori menyebutkan pada saat cuaca panas, tubuh lebih sedikit memproduksi hormon tiroid, inilah yang menyebabkan energi tubuh berkurang.
"Pada orang dengan depresi musim panas, Anda melihat penurunan nafsu makan dan insomnia. Sementara musim dingin yang nafsu makannya dan tidur meningkat," jelas Dr Alfred Lewy dari Oregon Health and Science University.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada kemungkinan beberapa faktor lain yang terlibat. Orang-orang cenderung minum alkohol lebih di musim panas. Itu tidak hanya tidak memiliki efek depresi, juga di luar kebiasaan, sehingga kita lebih cenderung bertindak impulsif atau emosional. Cuaca panas juga mengganggu tidur," ujar pemimpin peneliti Dr Lisa Halaman dari Kings College London Institute of Psychiatry.
2. Pil KB
Wanita yang mengonsumsi pil KB, dua kali lebih mungkin alami depresi daripada mereka yang tidak, tulis sebuah studi yang dilakukan oleh Monash University, Australia pada tahun 2005. Pil KB, salah satu alat kontrol kehamilan mengandung hormon, mengandung hormon progesteron yang dapat menurunkan kadar seratonin di otak. Tingkat seratonin yang rendah bisa memicu munculnya depresi.
"Sangat mungkin bahwa pil KB dapat mengubah suasana hati wanita dan menyebabkan beberapa wanita lebih sensitif," ujar Dr Ailsa Gebbie, wakil presiden fakultas kesehatan seksual dan reproduksi di Royal College of Obstetricians and Gynaecologists.
3. Donat
Saat stres, biasanya kita lebih memilih untuk memakan makanan serba manis seperti donat, karena dapat memberikan rasa nyaman. Tetapi nyatanya, hal itu justru berakibat buruk terutama pada bentuk tubuh dan juga kesehatan mental.
"Kita cenderung mengonsumsi makanan bergula dan berlemak untuk memperbaiki suasana hati, tapi celakanya gula justru dapat membuat Anda merasa lebih buruk. Mood kita ditentukan oleh pasokan energi dari glukosa darah ke otak. Meningkatnya kadar dopamin dapat bantu meningkatkan mood, namun jika dosisnya salah, malah akan membuat Anda stres," ujar Helen Bond dari British Dietic Association.
"Sebaiknya pilihlah makanan yang bisa bantu melepaskan energi secara perlahan seperti roti gandum. Jika Anda menyukai makanan manis, cokelat merupakan pilihan yang tepat," tambah Helen.
4. Cahaya lampu
Terlalu banyak cahaya di kamar tidur dari lampu jalan atau lampu malam hari atau bahkan cahaya dari layar tv dapat mengakibatkan efek negatif pada otak. Ilmuwan dari Ohio State University telah menemukan bahaya itu dalam penelitiannya.
Sebuah penelitian menjadikan hamster sebagai hewan percobaan. Dalam percobaan tersebut, peneliti menemukan bahwa paparan cahaya redup di malam hari dari waktu ke waktu dapat menyebabkan perubahan dalam hippocampus atau wilayah otak yang berhubungan dengan depresi. Hasilnya, hamster yang sudah terpengaruh paparan cahaya di malam hari secara terus menerus menunjukkan gejala depresi. Seperti gagal menghabiskan makanan atau tak terlalu nafsu makan.
5. Internet
Semakin lama seseorang berselancar di dunia maya, semakin rendah tingkat kebahagiaanya. Demikian menurut studi terbaru yang dilakukan peneliti dari Great Britain. Selain itu Leeds University juga menemukan bahwa seseorang yang tergolong pecandu internet cenderung mengalami gejala-gejala depresi seperti mudah gelisah, tegang, tidak nyaman dan lainnya.
"Kami menemukan hubungan antara lamanya waktu menggunakan internet dengan level depresi. Perasaan sedih atau senang ternyata sangat erat kaitannya dengan seberapa besar ketergantungan seseorang terhadap internet," kata Carriona Morrison dalam Journal Psychopathology, seperti dilansir Newyorkdailynews.
Dikutip dari detikhealth, beberapa orang menggunakan internet sebagai media pelepas stres. Tapi banyak yang tidak sadar bahwa kegiatan itu justru membuatnya tambah depresi.
"Sebagian orang pergi online karena ingin melepas beban atau stres dengan cepat. Mereka pikir daripada mengeluarkan tenaga untuk keluar dan bertemu orang-orang, lebih baik mereka berinteraksi dari dunia maya. Mereka merasa sangat senang dengan cara seperti itu, tapi mereka tidak sadar ada bahaya yang mengancam dari kebiasaannya itu," ujar psikolog Jean Cirillo.
(eya/eya)
Makanan & Minuman
Sarapan Anti Ribet dan Tetap Sehat! Pilihan Granola Ini Bikin Kenyang, Enak, dan Bikin Mood Naik!
Pakaian Pria
Tampil Stylish Tanpa Ribet dengan Kemeja Pria yang Bikin Look Makin Clean & Modern!
Elektronik & Gadget
Kecil Tapi Ngebut! Inilah UNE POWERBANK Fast Charging Mini 10000mAh Powerbank Mini yang Siap Menolong di Segala Situasi!
Perawatan dan Kecantikan
Bersih Maksimal Tanpa Ribet dengan Micellar Water Andalan untuk Makeup Waterproof dan Kulit Lebih Fresh!
Elizabeth Hurley Ungkap Rutunitas Pagi yang Bikin Awet Muda di Usia 60
Suplemen Multivitamin Vs. Vitamin Satuan, Mana Lebih Baik untuk Tubuh?
Tren Suplemen Patch, Vitamin & Mineral Tak Lagi Ditelan Tapi Ditempel di Kulit
Jerawat di Selangkangan Jangan Diabaikan, Kenali Jenis dan Cara Mengatasinya
Viral di TikTok, Makanan Anjing Jadi Inspirasi Menu Diet
Pesona Tian Xiwei di Drama China Where the Mask Ends, Visualnya Memukau
Potret Olla Ramlan Olahraga Aerial Hoop, Pakai Busana Backless Serba Hitam
Viral Cucu Eks Presiden Korsel Bongkar Skandal Keluarga Lewat Webtoon Domba
Potret Pernikahan Keturunan Konfusius ke-46 dengan Sosialita yang Jadi Sorotan











































