Bikin Merinding, Foto Orang-orang yang Tak Pernah Ada di Dunia
Hestianingsih - wolipop
Rabu, 26 Des 2018 20:16 WIB
tautan telah disalin
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
Jakarta - Dilihat sekilas tak ada yang aneh dari foto-foto manusia di bawah ini. Tapi di dunia nyata, para manusia ini tak pernah ada.
Deretan foto manusia ini tidak menampakkan sesuatu yang aneh. Pria, wanita, anak kecil, semuanya tampak normal. Tapi ternyata wajah-wajah mereka diciptakan oleh robot. Foto: Dok. Nvidia
Perkembangan teknologi dalam hal kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memang kini semakin canggih. Dalam empat tahun terakhir, komputer telah dirancang mampu menciptakan foto maupun imej rekaan yang hampir mustahil dibedakan dari kenyataan. Foto: Dok. Nvidia
Seperti dikutip dari Telegraph, teknologi ini dikenal dengan nama Generative Adversarial Networks (GANs), yang mampu memanipulasi video maupun foto secara digital. Foto: Dok. Nvidia
Dikembangkan oleh perusahaan AI, Nvidia, GANs bisa menciptakan database dari ribuan foto manusia berkualitas tinggi yang semuanya dibuat oleh komputer. Para peneliti melatih komputer menggunakan 70 ribu foto manusia sungguhan dari berbagai usia, etnis dan latar belakang foto. Foto: Dok. Nvidia
Menggunakan foto-foto tersebut sebagai dasarnya, komputer akan mempelajari dan memilah berbagai aspek dari orang-orang yang berbeda seperti warna rambut, bentuk wajah, atau warna kulit. Dari penggabungan beberapa faktor itu, dihasilkanlah foto manusia yang benar-benar baru. Foto: Dok. Nvidia
Uniknya lagi, GANs juga bisa menciptakan aksesori seperti kacamata, topi, perhiasan, yang terkesan sedang digunakan para 'manusia buatan' ini.Β Foto: Dok. Nvidia
Menggunakan teknologi ini, nantinya orang-orang terkenal seperti aktor atau politisi bisa dibuat seolah berbicara atau bergerak sesuai yang diinginkan sang kreator. Hal ini pun menimbulkan kekhawatiran di kalangan politisi, terutama di Inggris dan Amerika Serikat, karena teknologi ini bisa saja disalahgunakan pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan kabar bohong dan menimbulkan konflik. Foto: Dok. Nvidia