Selamat Tinggal Wajah Kusam!
wolipop
Selasa, 12 Agu 2008 13:38 WIB
Jakarta
-
Polusi, makanan, dan kondisi lingkungan belakangan ini membuat kulit mudah kusam. Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini, salah satunya dengan ACT.
Selain krim wajah, vitamin C, atau masker, salah satu solusi untuk menangani masalah wajah kusam adalah terapi di pusat kecantikan. ACT atau (Advanced Cell Therapy) adalah salah satunya. Perawatan ini sebenarnya sudah lama digunakan di Eropa dan Amerika. Sedangkan di Indonesia, ACT baru masuk belakangan ini di Euro Skin Lab.
Menurut General Manager Euro Skin Lab Gabriella Linda Widjaja, ACT bisa lebih efektif dari collagen dan suntik vitamin C karena lebih bisa menembus lapisan epidermis kulit. Bentuk lapisan epidermis yang seperti batu-bata dalam kondisi rapat, sulit dimasuki berbagai bahan dari luar wajah karena begitu rapatnya.
"Berdasarkan penelitian ahli, lapisan kulit hanya bisa menyerap 500 dalton (satuan molekul-red). Air mudah sekali masuk ke kulit karena cuma berisi 20 dalton. Sedangkan collagen itu muatannya 1,5-3 juta dalton," jelas Linda, sapaan akrabnya saat berbincang dengan detikhot.
Kenapa wajah membutuhkan collagen? Menurut Linda, sebenarnya wajah sudah memiliki collagen alami. Namun seiring bertambahnya usia dan makin banyaknya polusi, kepadatan collagen yang bentuknya seperti batu bata tadi menjadi berkurang. Efek dari itu adalah kurang bersinarnya wajah atau mulai timbul keriput.
Seperti sudah dijelaskan di atas, cara paling maksimal untuk memasukkan collagen ke dalam kulit wajah adalah melalui ACT. Lantas bagaimana prosesnya? Berapakah biayanya? Tunggu di artikel detikhot berikutnya. (eny/kee)
Selain krim wajah, vitamin C, atau masker, salah satu solusi untuk menangani masalah wajah kusam adalah terapi di pusat kecantikan. ACT atau (Advanced Cell Therapy) adalah salah satunya. Perawatan ini sebenarnya sudah lama digunakan di Eropa dan Amerika. Sedangkan di Indonesia, ACT baru masuk belakangan ini di Euro Skin Lab.
Menurut General Manager Euro Skin Lab Gabriella Linda Widjaja, ACT bisa lebih efektif dari collagen dan suntik vitamin C karena lebih bisa menembus lapisan epidermis kulit. Bentuk lapisan epidermis yang seperti batu-bata dalam kondisi rapat, sulit dimasuki berbagai bahan dari luar wajah karena begitu rapatnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenapa wajah membutuhkan collagen? Menurut Linda, sebenarnya wajah sudah memiliki collagen alami. Namun seiring bertambahnya usia dan makin banyaknya polusi, kepadatan collagen yang bentuknya seperti batu bata tadi menjadi berkurang. Efek dari itu adalah kurang bersinarnya wajah atau mulai timbul keriput.
Seperti sudah dijelaskan di atas, cara paling maksimal untuk memasukkan collagen ke dalam kulit wajah adalah melalui ACT. Lantas bagaimana prosesnya? Berapakah biayanya? Tunggu di artikel detikhot berikutnya. (eny/kee)
Pakaian Wanita
3Second Kaos Wanita Berbahan Katun yang Lembut, Anti Gerah Dipakai Sepanjang Hari!
Makanan & Minuman
Dukung Nutrisi Harian Anak, Ini yang Ditawarkan Pediasure Vanila
Elektronik & Gadget
POCO C71, Smartphone Serba Bisa untuk Kerja, Belajar, dan Hiburan
Elektronik & Gadget
3 Produk yang Wajib Masuk Keranjang Saat Blibli Ramadhan THR Sale
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Dasi Kembali Jadi Tren, Desainer Lokal Beri Versi Wastra yang Unik
Tas 'Ramah Copet' Warnai Pekan Mode Dunia, Diprediksi Jadi Tren Fashion 2026
5 Tren Fashion dari NYFW Spring-Summer 2026 yang Layak Jadi Inspirasi
Tren Sepatu 2026 dari New York Fashion Week: Sandal Jepit Naik Kelas
Dari Ring Tinju ke Runway, saat Boxing Sneakers Menjadi Tren Mode
Most Popular
1
Yerin Ha 7 Jam Syuting Adegan Panas 'Bridgerton 4', Dampaknya Tak Terduga
2
Michael Jackson Digugat Melakukan Pelecehan Seks Anak, Ini Tuntutannya
3
Potret Influencer Cantik yang Diam-diam Dinikahi Pembalap F1 Charles Leclerc
4
Gaya Wulan Guritno Pamer Wajah Bangun Tidur Tanpa Makeup Usai Oplas di Korea
5
Gaya Para Artis RI Berduka Untuk Pemimpin Iran, Unggah Foto Ali Khamenei
MOST COMMENTED











































