Jakarta Fashion Week 2010/2011
Lima Desainer Tutup JFW dengan Karya Spektakuler
wolipop
Sabtu, 13 Nov 2010 11:40 WIB
Jakarta
-
Perhelatan mode akbar, Jakarta Fashion Week berakhir kemarin malam (12/11/2010). Pekan mode ini ditutup oleh peragaan busana dari lima desainer terpilih dalam 'Dewi Fashion Knight' .
Untuk ketiga kalinya 'Dewi Fashion Knight' hadir sebagai bagian dari Jakarta Fashion Week. Acara ini digelar untuk menutup agenda besar tahunan mode tanah air tersebut.
Setiap tahunnya 'Dewi Fashion Knight' memilih para perancang yang dianggap mewakili semangat masa kini dan memiliki visi yang turut membentuk masa depan mode Indonesia. Tahun ini, lima perancang telah dipilih, mereka adalah Ali Charisma, Stella Rissa, Kiata Kwanda, Priyo Oktaviano dan Tex Saverio.
Dengan tema 'Style Spectrum', para desainer tersebut mencoba menyuguhkan karakter rancangannya masing-masing. Perbedaan mereka menjadi nafas baru bagi pagelaran 'Dewi Fashion Knight' .
"Kelima desainer yang terpilih memiliki karakter yang kuat. Ini memperkaya perbendaharaan gaya yang akhirnya membebaskan spirit perempuan dalam berbusana. Keindahan perbedaan itulah yang kita rayakan tahun ini." ujar Ni Luh Sekar, Editor In Chief Majalah Dewi.
Desainer pertama yang memamerkan koleksinya adalah Ali Charisma. Ketua Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) Bali ini memberikan intrikasi seni budaya dengan tampilan yang tidak terduga.
Dengan mengangkat tema 'Culture War', Ali Charisma mencoba 'mengawinkan' busana
Jawa Tengah dengan busana militer diatas materi sutra Thailand, satin dan organza. Aksesori Jawa seperti blankon dipadu dengan jaket berdetail paku banyak ditemukan dalam koleksinya tersebut.
Sebagai satu-satunya desainer wanita pada ajang 'Dewi Fashion Knight' , membuat Stella Rissa menyuguhkan koleksi yang kental dengan sisi feminin. Mengusung tema 'Woman's Possesion', Stella Rissa banyak memberikan busana dekonstruktif dan arsitektual. Warna camel tone yang lembut menjadi semakin romantis dengan materi halus seperti, renda, sifon, tulle, gabardin dan satin crepe.
Desainer selanjutnya adalah Kiata Kwanda yang terkenal dengan karya simplisitas, kemurnian dan harmoni. Mengedepankan tema 'Pure Line', ia menampilkan terusan panjang yang minim akan detail. Materi sutra dan palet hitam menyempurnakan esensi 'polos'nya.
Bertolak belakang dengan Kiata Kwanda yang memamerkan simplisitas, Priyo Oktaviano malah tampil 'penuh' dengan detail sana-sini. Kepangan tali, bulu, topeng, fringe menjadi sebagian detail yang disuguhkan oleh desainer yang pernah bekerja untuk rumah mode Balenciaga tersebut.
Tema 'The Glory' yang ia ambil didasari pemikiran bahwa siklus hidup wanita tidak melulu dipenuhi keindahan, namun juga berisi cobaan. Hal ini diintepretasikan dalam penggunaan materi lembut seperti sutra hingga materi kasar seperti kulit.
Terkahir, para penonton kembali dikejutkan dengan tampilan busana teatrikal dari Tex Saverio. Perancang muda yang sedang naik daun ini memamerkan koleksi busana dengan palet silver dan abu-abu bertemakan 'Le Glacon'. Koleksi yang beragam mulai dari leotard hingga gaun berpotongan mermaid dirancang sesuai dengan karakter desainnya yang penuh intrikasi.
(eya/eya)
Untuk ketiga kalinya 'Dewi Fashion Knight' hadir sebagai bagian dari Jakarta Fashion Week. Acara ini digelar untuk menutup agenda besar tahunan mode tanah air tersebut.
Setiap tahunnya 'Dewi Fashion Knight' memilih para perancang yang dianggap mewakili semangat masa kini dan memiliki visi yang turut membentuk masa depan mode Indonesia. Tahun ini, lima perancang telah dipilih, mereka adalah Ali Charisma, Stella Rissa, Kiata Kwanda, Priyo Oktaviano dan Tex Saverio.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kelima desainer yang terpilih memiliki karakter yang kuat. Ini memperkaya perbendaharaan gaya yang akhirnya membebaskan spirit perempuan dalam berbusana. Keindahan perbedaan itulah yang kita rayakan tahun ini." ujar Ni Luh Sekar, Editor In Chief Majalah Dewi.
Desainer pertama yang memamerkan koleksinya adalah Ali Charisma. Ketua Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) Bali ini memberikan intrikasi seni budaya dengan tampilan yang tidak terduga.
Dengan mengangkat tema 'Culture War', Ali Charisma mencoba 'mengawinkan' busana
Jawa Tengah dengan busana militer diatas materi sutra Thailand, satin dan organza. Aksesori Jawa seperti blankon dipadu dengan jaket berdetail paku banyak ditemukan dalam koleksinya tersebut.
Sebagai satu-satunya desainer wanita pada ajang 'Dewi Fashion Knight' , membuat Stella Rissa menyuguhkan koleksi yang kental dengan sisi feminin. Mengusung tema 'Woman's Possesion', Stella Rissa banyak memberikan busana dekonstruktif dan arsitektual. Warna camel tone yang lembut menjadi semakin romantis dengan materi halus seperti, renda, sifon, tulle, gabardin dan satin crepe.
Desainer selanjutnya adalah Kiata Kwanda yang terkenal dengan karya simplisitas, kemurnian dan harmoni. Mengedepankan tema 'Pure Line', ia menampilkan terusan panjang yang minim akan detail. Materi sutra dan palet hitam menyempurnakan esensi 'polos'nya.
Bertolak belakang dengan Kiata Kwanda yang memamerkan simplisitas, Priyo Oktaviano malah tampil 'penuh' dengan detail sana-sini. Kepangan tali, bulu, topeng, fringe menjadi sebagian detail yang disuguhkan oleh desainer yang pernah bekerja untuk rumah mode Balenciaga tersebut.
Tema 'The Glory' yang ia ambil didasari pemikiran bahwa siklus hidup wanita tidak melulu dipenuhi keindahan, namun juga berisi cobaan. Hal ini diintepretasikan dalam penggunaan materi lembut seperti sutra hingga materi kasar seperti kulit.
Terkahir, para penonton kembali dikejutkan dengan tampilan busana teatrikal dari Tex Saverio. Perancang muda yang sedang naik daun ini memamerkan koleksi busana dengan palet silver dan abu-abu bertemakan 'Le Glacon'. Koleksi yang beragam mulai dari leotard hingga gaun berpotongan mermaid dirancang sesuai dengan karakter desainnya yang penuh intrikasi.
(eya/eya)
Home & Living
Bikin Kue Lebaran Anti Gagal! Pentingnya Takaran Bahan yang Tepat dengan Alat Dapur Ini
Home & Living
Tidur Berkualitas Lebih Rileks! Upgrade Kenyamanan dengan Set Perlengkapan Memory Foam
Makanan & Minuman
PediaSure Vanila untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak, Ini Kandungannya
Makanan & Minuman
Usir Rasa Haus di Momen Berbuka dengan ABC Special Grade Melon
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Dasi Kembali Jadi Tren, Desainer Lokal Beri Versi Wastra yang Unik
Tas 'Ramah Copet' Warnai Pekan Mode Dunia, Diprediksi Jadi Tren Fashion 2026
5 Tren Fashion dari NYFW Spring-Summer 2026 yang Layak Jadi Inspirasi
Tren Sepatu 2026 dari New York Fashion Week: Sandal Jepit Naik Kelas
Dari Ring Tinju ke Runway, saat Boxing Sneakers Menjadi Tren Mode
Most Popular
1
Ramalan Zodiak 7 Maret: Capricorn Tertekan, Aquarius Kurang Mujur
2
Kulit Breakout Saat Puasa? Bisa Jadi Gara-gara Makanan Ini
3
Intip Potret Febby Rastanty Umrah Perdana dengan Suami di Bulan Ramadan
4
Baju Lebaran 2026
Berburu Tren Baju Lebaran Warna Butter Yellow di Bazar Rendezvous AEON Mall
5
Baju Lebaran 2026
Kata Desainer Denny Wirawan Soal Tren Baju Lebaran Gamis Bini Orang
MOST COMMENTED











































