Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

9 Ide Kostum Pahlawan Perempuan, dari Nuansa Tempo Dulu hingga Sentuhan Modern

Daniel Ngantung - wolipop
Minggu, 09 Nov 2025 19:37 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Selain Yura Yunita, Isyana Sarasvati tampil di Pagelaran Sabang Merauke. Ia tampil sebagai sosok Fatmawati dan Martha Christina Tiahahu. Isyana Sarasvati membawakan lagu dalam Pagelaran Sabang Merauke di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (16/8/2024).
Penampilan Isyana Sarasvati sebagai Martha Christina Tiahahu diPagelaran Sabang Merauke 2024. (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional. Sekolah, kantor, hingga berbagai komunitas biasanya dipenuhi dengan kostum-kostum yang terinspirasi dari tokoh pahlawan Indonesia.

Hari Pahlawan menjadi kesempatan untuk meresapi kembali nilai perjuangan, ketulusan, dan semangat yang diwariskan para pendahulu kita, termasuk para perempuan berani yang berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan.


Busana mereka menjadi busana simbol keberanian, kecerdikan, dan keteguhan hati para perempuan Indonesia yang rela berkorban demi martabat bangsa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di balik setiap lipatan kain batik, setiap selendang yang tersampir, ada kisah tentang perempuan yang menggerakkan perubahan: dari R.A. Kartini hingga Dewi Sartika. Simpel atau penuh detail, tempo dulu atau modern, berikut sembilan ide kostum pahlawan perempuan yang bisa kamu eksplor untuk tampil penuh makna.


1. Baju Pejuang Perempuan Tempo Dulu

FRANCE - CIRCA 1889:  Paris 1889 World's Fair. Javaneses. ND-15433.  (Photo by ND/Roger Viollet via Getty Images)Potret dari 1890-an yang memperlihatkan perempuan Jawa. (Foto: Roger Viollet via Getty Images/ND)

Bayangkan langkah tegap pejuang perempuan di masa penjajahan. Kostum ini bisa dihadirkan lewat kombinasi kebaya sederhana dan sarung, atau versi yang lebih garang dengan pakaian mirip militer. Tambahkan pita merah putih di kepala sebagai simbol semangat juang. Kesan klasik tapi penuh daya.

ADVERTISEMENT


2. Kebaya Elegan ala R.A. Kartini

Film biopik tentang Raden Ajeng Kartini yang dibintangi Dian SastrowardoyoDian Sastrowardoyo dalam balutan kebaya saat memerankan tokoh R.A. Kartini di film 'Kartini' (2017). (Foto: Official Legacy Pictures)

Siluet kebaya Kartini selalu memancarkan anggun yang tak lekang waktu. Lengan panjang, warna lembut, dan bros di dada menjadi ciri khas. Padukan dengan kain jarik atau batik bermotif klasik. Sanggul rapi menambah kesan menawan-atau hijab bernuansa netral sebagai adaptasi modern. Minimalis, sopan, sekaligus ikonik.

3. Gaya Pejuang ala Bung Tomo Versi Perempuan

Semarak peringatan Hari Pahlawan di SurabayaSemarak peringatan Hari Pahlawan di Surabaya. (Foto: Aujana Mahalia/detikJatim)

Terinspirasi dari gaya Bung Tomo yang identik dengan semangat heroik, kamu bisa menginterpretasikannya dalam versi lebih feminin. Pilih jaket bomber atau kemeja putih sebagai atasan, celana panjang warna gelap, dan ikat kepala yang khas. Sepatu bot sebagai sentuhan akhir menciptakan kesan gagah namun tetap stylish.


4. Baju Adat Daerah sebagai Simbol Identitas

Kreativitas ditunjukkan oleh petugas Unit Penanganan Sampah Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Pasar Rebo. Mereka membuat baju adat dari sampah plastik.Kreativitas ditunjukkan oleh petugas Unit Penanganan Sampah Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Pasar Rebo. Mereka membuat baju adat dari sampah plastik. (Foto: Pradita Utama/detikcom)

Banyak pejuang perempuan dari berbagai daerah yang tetap mempertahankan busana adat dalam perjuangannya. Pilihan baju adat bisa menjadi cara mengangkat keberagaman budaya Indonesia:

Kebaya Jawa dan batik klasik
Pakaian adat Melayu dari Sumatra
Kebaya Bali dengan jarik dan selendang yang diikat di pinggang
Setiap detail menceritakan cerita tentang tanah kelahiran.


5. Pesona Sederhana Kostum Martha Christina Tiahahu

Selain Yura Yunita, Isyana Sarasvati tampil di Pagelaran Sabang Merauke. Ia tampil sebagai sosok Fatmawati dan Martha Christina Tiahahu. Isyana Sarasvati membawakan lagu dalam Pagelaran Sabang Merauke di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (16/8/2024).Penampilan Isyana Sarasvati di Pagelaran Sabang Merauke 2024. Salah satu peran yang dilakoninya adalah Martha Christina Tiahahu. (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)

Sosok Martha Christina Tiahahu, pahlawan muda dari Maluku, identik dengan kesederhanaan dan keberanian. Kostumnya biasanya berupa baju putih longgar dengan ikat kepala khas. Minimalis namun sarat makna.

6. Kartini Modern untuk Sentuhan Kontemporer

Obin mengangkat tema Koleksi BINhouse (Foto: Mohammad Abduh/detikcom)

Untuk kamu yang ingin tampil klasik tetapi dengan nuansa kekinian, cobalah gaya Kartini modern. Misalnya blus putih berpadu rok batik atau celana palazzo netral. Tambahkan selendang sebagai simbol semangat emansipasi. Bros kecil ala kebaya Jawa bisa menjadi aksesori yang manis dan elegan.

7. Kostum Guru: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Para guru yang mengabdi bertahun-tahun di SD Negeri 2 Pamulihan, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan.Para guru yang mengabdi bertahun-tahun di SD Negeri 2 Pamulihan, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan. (Foto: Fathnur Rohman/detikcom)

Tak hanya pahlawan yang bertarung di medan perang, guru juga adalah pahlawan yang membangun bangsa melalui pendidikan. Tampil rapi dan profesional dengan blazer, kemeja, atau setelan sederhana. Tambahkan pin atau aksesori bermotif buku-sentuhan kecil, makna besar.

8. Baju Kurung Khas Cut Nyak Dien

Toton the Label yang didirikan Toton Januar mempersembahkan koleksi Regang yang terinspirasi wanita Aceh di panggung Dewi Fashion Knights (DFK) 2025 dalam gelaran Jakarta Fashion Week (JFW) 2026.Interpretasi Toton the Label terhadap baju perempuan Aceh di Dewi Fashion Knights (DFK) 2025 dalam gelaran Jakarta Fashion Week (JFW) 2026. (Foto: Dok. JFW)

Cut Nyak Dien, pahlawan tangguh dari Aceh, kerap digambarkan mengenakan baju kurung Melayu dengan selendang putih di bahu. Rambut disanggul rapi (atau hijab putih polos bagi yang berhijab) menciptakan aura tegas dan berwibawa, selaras dengan sosoknya yang kuat dan karismatik.

9. Kebaya Klasik ala Raden Dewi Sartika

Sebagai pelopor pendidikan perempuan, Dewi Sartika sering dirangkum dalam citra lembut namun penuh wibawa. Kebaya dengan bros di bagian dada dan kain batik klasik menjadi ciri khasnya. Gayanya cocok dijadikan inspirasi bagi mereka yang ingin tampil anggun sekaligus menunjukkan penghormatan pada dunia pendidikan.

(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads