Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Jacquemus Fall 2026 Hadirkan Semangat 80-an yang Fun dan Penuh Drama

Daniel Ngantung - wolipop
Selasa, 27 Jan 2026 13:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jacquemus Fall 2026
Koleksi Jacquemus Fall 2026. (Foto: Instagram/@jacquemus)
Paris -

Simon Porte Jacquemus kembali mengajak publik bersenang-senang lewat karya terbarunya. Bertajuk 'Le Palmier', koleksi Fall 2026 yang dipentaskan berbarengan dengan Paris Fashion Week edisi Menswear ini menggali estetika era 1980-an dengan sentuhan khas Jacquemus yang sculptural, playful, dan teatrikal.

Pemilihan nama 'Le Palmier' berangkat dari gaya rambut ikonis tahun 80-an menyerupai pohon palem, yang dulu menjadi simbol eksistensi di pesta-pesta elite Paris. Menjelang peragaan, gaya rambut unik ini bahkan memicu antusiasme tersendiri.

Majalah Elle Prancis merilis tutorial online untuk menciptakan palmier, sementara undangan dari Jacquemus dilengkapi sisir bergigi jarang beserta instruksi khusus. Tak heran, banyak model tampil dengan gaya rambut nyentrik tersebut, mempertebal nuansa retro di peragaan yang berlangsung di Museum Picasso itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koleksi perempuan didominasi siluet koktail yang tegas dan pahatan dramatis, mulai dari mantel batwing, gaun transparan yang melayang, hingga setelan makan siang ala sosialita 80-an-mengingatkan pada gaya Ivana Trump dan para ikon zamannya.

Rok dibuat ketat di bagian pinggul dan paha, lalu meledak dalam ruffle di bawah lutut. Meski kaya ide, beberapa potongan dinilai kurang memikat secara proporsi, bahkan terasa mendekati pastiche dalam peragaan yang berlangsung cukup panjang.

ADVERTISEMENT

Mood board Jacquemus kali ini mencantumkan Paloma Picasso sebagai salah satu inspirasi utama. Referensi paling eksplisit terlihat pada gaun penutup one-shoulder, terinspirasi dari foto legendaris Helmut Newton, di mana model menutup dada dengan segelas wine sebagai simbol sensualitas sekaligus keberanian.

Jacquemus tampak lebih mantap saat bermain di area yang sudah menjadi kekuatannya: pencil skirt, atasan menyerupai bra, kemeja putih dengan ekspresi berani, serta gaun jersey drapery yang terkesan seperti busana dansa. Sementara itu, koleksi pria terasa lebih segar meski tak sepenuhnya rata. Setelan berwarna seperti Play-Doh memicu pro-kontra, namun eksplorasi tuxedo tampil lebih orisinal dan penuh humor.

Dalam sesi preview, Jacquemus mengungkap bahwa lini menswear ready-to-wear kini menyamai koleksi perempuan, didorong oleh tingginya penjualan kategori celana, kemeja, dan tailoring. Sang desainer juga bersiap membuka butik baru di Miami Design District pada musim gugur mendatang, menegaskan Amerika Serikat sebagai pasar kunci bagi labelnya.

Peragaan ini menjadi yang kedua digelar Jacquemus di Museum Picasso, Paris. Kali ini, lokasi tersebut dibayangkan sebagai sebuah mansion megah untuk pesta eksklusif. Banyak tamu perempuan tampil dengan busana berbulu dan dekoratif, "nyaris seperti kostum," ujar Jacquemus. Namun itulah pesan yang ingin ia sampaikan.

"Saya ingin melakukan sesuatu yang fun. Tahun ini saya terobsesi dengan kesenangan. Saya ingin semua orang bersenang-senang dan tidak terlalu serius," kata Jacquemus kepada WWD.

Suasana pesta terasa kental dengan kehadiran tamu-tamu ternama seperti Elton John, Sophie Marceau, Josh Hartnett, hingga girl group Korea Illit. Di barisan depan, duduk sang nenek sekaligus brand ambassador terbaru dan pertama, Liline Jacquemus, yang dengan bangga mendukung sang cucu.

(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads