Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Terungkap Sosok Viral 'Fedora Man', Sempat Dikira Detektif Pencurian di Louvre

Daniel Ngantung - wolipop
Rabu, 12 Nov 2025 08:01 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Pedro Elias Garzon Delvaux
Inilah sosok pria bertopi fedora yang viral menyusul kasus pembobolan Museum Louvre Paris. (Foto: Instagram/@mr_pedroelias_)
Paris -

Seorang pria muda bergaya necis sempat menjadi sorotan di tengah kasus pencurian di Museum Louvre yang menggemparkan dunia. Misteri identitas pria yang digadang-gadang sebagai detektif tersebut kini terungkap seiring dengan penangkapan para perampok.

Dialah Pedro Elias Garzon Delvaux. Remaja 15 tahun itu mengonfirmasi bahwa dirinya figur yang dijuluki warganet sebagai "Fedora Man".

Pedro, yang tinggal di Rambouillet, Prancis, mengatakan awalnya tidak berniat mengungkap identitasnya meski foto yang diambil fotografer Associated Press (AP) itu viral di internet.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia memilih membiarkan 'teka-teki' tersebut bergulir. "Aku ingin membiarkan misterinya tetap hidup," ujar Pedro kepada AP di rumah keluarganya.

ADVERTISEMENT

Dalam wawancara tersebut, ia kembali tampil lengkap dengan fedora, rompi Yves Saint Laurent, dasi, dan jam tangan Rusia antik. Gaya yang sama seperti yang membuat namanya mencuat.

Foto yang beredar luas itu awalnya diambil pewarta foto AP untuk mendokumentasikan situasi penutupan salah satu pintu masuk Louvre setelah perampokan permata mahkota pada siang hari. Tiga polisi tampak berjaga di dekat kendaraan dinas, sementara Pedro lewat tanpa menyadari dirinya sedang menjadi bagian dari momen besar.

Pedro mengaku baru mengetahui foto itu viral beberapa hari kemudian, setelah seorang kenalan mengirim pesan bertanya apakah dirinya adalah sosok dalam gambar tersebut. Dari foto yang berseliweran di media sosial hingga kemunculannya di media besar seperti The New York Times, informasi itu datang bertubi-tubi. "Aku terkejut. Tidak menyangka satu foto bisa membuatmu viral begitu cepat," katanya.

Lantaran ia bersolek dengan setelan era 1940-an yang rapi, lengkap dengan fedoranya, banyak orang menduganya sebagai detektif yang bertugas untuk memecahkan kasus pencurian yang terjadi tak lama setelah Louvre dibuka pada Minggu (19/10/2025) pagi

Ada pula yang menyebut Pedro hanyalah hasil rekayasa kecerdasan buatan di foto. "Aku paham kenapa orang ragu. Ada kontras antara gaya pakaianku dan suasana modern di foto itu," jelasnya.

Pedro mengatakan gaya klasiknya bukanlah kostum dadakan, melainkan memang ciri khasnya.

Ia mulai mengenakan setelan rapi sekitar setahun terakhir, terinspirasi tokoh-tokoh sejarah dan detektif fiksi. Di sekolah yang tak mewajibkan seragam, ia tetap tampil formal. Fedora, katanya, hanya dipakai pada akhir pekan atau saat mengunjungi museum.

Aksi pencurian nekat mengguncang dunia seni dan sejarah. Museum Louvre di Paris, Prancis, dilaporkan dibobol maling pada Minggu (19/10/2025) siang. Dalam waktu kurang dari tujuh menit, para pelaku berhasil membawa kabur sejumlah perhiasan bernilai tinggi dari ruang pameran bersejarah. REUTERS/Gonzalo FuentesAksi pencurian nekat mengguncang dunia seni dan sejarah. Museum Louvre di Paris, Prancis, dilaporkan dibobol maling pada Minggu (19/10/2025) siang. Dalam waktu kurang dari tujuh menit, para pelaku berhasil membawa kabur sejumlah perhiasan bernilai tinggi dari ruang pameran bersejarah. (Foto: REUTERS/Gonzalo Fuentes)

Kecintaannya pada seni dan museum merupakan warisan keluarganya. Ibunya dibesarkan di museum-istanas abad ke-18, dan sering membawa Pedro melihat berbagai pameran. "Seni adalah bagian dari hidup," kata ibunya, Félicité Garzon Delvaux.

Setelah beberapa hari membiarkan teka-teki di internet berkembang, Pedro akhirnya membuka akun Instagram-nya untuk publik dan berbicara kepada jurnalis. Reaksi publik, menurutnya, justru membuatnya semakin santai. Ia bahkan bergurau tentang kemungkinan direkrut bermain film.

"Aku hanya pergi ke museum dan tanpa sengaja, aku masuk ke cerita besar," ujar Pedro.

Tak hanya sosok Pedro yang terungkap, kasus pencurian juga mulai terpecahkan. AFP mengabarkan, polisi sudah menangkap tiga dari empat terduga pelaku pembobolan Museum Louvre.

"Mereka semua warga lokal dari wilayah Paris bagian utara," kata Jaksa Wilayah Paris Laure Beccuau. Kendati sudah ada penangkapan, perhiasan yang nilainya ditaksir mencapai 88 juta euro atau sekitar Rp 1,6 triliun belum ditemukan.

(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads