Vogue Tunjuk Chloe Malle sebagai Editor Baru, Akhiri Era Panjang Anna Wintour
Majalah mode Vogue resmi menunjuk Chloe Malle sebagai pemimpin editorial konten untuk edisi Amerika Serikat. Keputusan ini menandai berakhirnya era panjang Anna Wintour yang telah memimpin majalah tersebut selama hampir empat dekade.
Malle bukan sosok baru di dunia jurnalistik mode. Putri aktris Candice Bergen dan sutradara Louis Malle ini telah lebih dari satu dekade bekerja di Vogue dengan berbagai peran editorial. Ia saat ini menjabat sebagai editor Vogue.com sekaligus menjadi pembawa acara podcast The Run-Through with Vogue.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di bawah kepemimpinan perempuan 39 tahun itu sejak 2023, trafik Vogue.com dilaporkan meningkat dua kali lipat, dengan keterlibatan pembaca yang juga bertumbuh signifikan, terutama saat acara besar seperti Met Gala.
Wintour pada Juni lalu mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin redaksi Vogue U.S., namun tetap menjabat sebagai direktur editorial global Vogue sekaligus chief content officer global Condé Nast. Posisi itu membuatnya tetap berpengaruh dalam mengawasi berbagai judul besar seperti Vanity Fair, Glamour, Allure, hingga GQ.
Selama 37 tahun kepemimpinannya, Wintour berperan besar dalam mengukuhkan Vogue sebagai "kitab suci" mode dunia, membangun hubungan erat dengan rumah mode ternama, serta mengangkat nama desainer baru. Ia juga dikenal sebagai sosok penting di balik prestise Met Gala.
Anna Wintour di peragaan Marc Jacobs 2026. (Foto: Dimitrios Kambouris/Getty Images for Marc Jacobs) |
Berbeda dari Wintour yang kerap dianggap misterius, Malle digambarkan sebagai sosok yang ramah dan mudah didekati. Ia mengaku beruntung karena tetap bisa menjadikan Wintour sebagai mentor meski kini memegang kendali editorial. "Chloe telah berulang kali membuktikan kemampuannya menyeimbangkan sejarah panjang American Vogue dengan masa depannya di garis depan dunia baru," kata Wintour dalam pernyataan resminya, Selasa (2/9/2025).
Lulusan Brown University ini memulai kariernya di Vogue pada 2011 sebagai editor sosial setelah sebelumnya bekerja di New York Observer. Karya tulisnya juga pernah dimuat di The New York Times, The Wall Street Journal, hingga Architectural Digest.
Penunjukan Malle datang di tengah perubahan besar lanskap media global. Antara 2020 hingga 2025, sirkulasi cetak dan digital Vogue tercatat turun 3,7 persen menjadi sekitar 1,2 juta eksemplar, meski penurunan edisi cetak hampir sepenuhnya diimbangi pertumbuhan langganan digital.
Untuk menjaga relevansi dan menarik pengiklan, Vogue terus berinovasi, termasuk meluncurkan Vogue World pada 2022 serta memperluas jangkauan acara Met Gala melalui siaran langsung, konten media sosial, dan video eksklusif di balik layar.
(dtg/dtg)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
7 Foto Mesra Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad yang Sedang Jadi Sorotan
Gaya Ranty Maria di Pas Foto Nikah, Tampil Natural Nyaris Tanpa Makeup
Influencer China Jadi Gelandangan di Kamboja, Terjebak Janji Manis Pacar
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta














































