Perkara Jual Saham, Pewaris Hermes Digugat Keluarga Kerajaan Qatar
Nicolas Puech yang mewariskan kekayaan merek mewah Hermes digugat di pengadilan federal Amerika Serikat terkait sengketa penjualan saham. Gugatan yang diajukan di Distrik Columbia akhir bulan lalu menyebut Puech melanggar kontrak penjualan lebih dari enam juta lembar saham Hermes kepada keluarga kerajaan Qatar.
Puech merupakan cicit Thierry Hermès, pendiri rumah mode Hermes. Nilai Hermes, salah satu pemain besar dalam lanskap luxury brand dunia, sempat menyentuh US$ 300 miliar (sekitar Rp4.800 triliun) pada pertengahan Februari, dan saham yang dijanjikan Puech diperkirakan bernilai lebih dari US$ 15 miliar (sekitar Rp240 triliun) saat kesepakatan ditandatangani pada 10 Februari.
New York Times mengabarkan, gugatan diajukan oleh perusahaan bernama Honor America Capital, yang didirikan di Washington oleh wakil emir Qatar dan didukung langsung oleh Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Mereka menuntut Puech untuk memenuhi kewajiban kontrak serta membayar ganti rugi sebesar US$ 1,3 miliar (sekitar Rp20,8 triliun) atas kerugian yang mencakup hilangnya keuntungan, biaya peluang, dan kerusakan reputasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, berdasarkan dokumen pengadilan, pria 82 tahun itu dua kali menunda proses transfer saham. Dalam surat yang diajukan pengacaranya pada 19 Maret, disebutkan bahwa kliennya "tidak dapat" memperoleh saham tersebut, meski telah berusaha keras, dan menyimpulkan bahwa menetapkan tanggal baru untuk penyelesaian transaksi akan sia-sia.
Gugatan ini menambah daftar panjang kontroversi yang menyelimuti kekayaan Puech. Pada 2023, ia menghebohkan publik setelah berupaya mengadopsi tukang kebunnya yang berasal dari Maroko untuk mewariskan separuh hartanya. Langkah ini mendapat penolakan dari yayasan amal yang didirikannya, yang semula diharapkan menjadi penerima warisan.
Puech juga pernah menyatakan kepada pengadilan Swiss bahwa saham Hermès miliknya telah "hilang" di tangan manajer kekayaannya. Namun, pengadilan banding menolak klaim penipuan tersebut dan menyatakan bahwa Puech dengan sadar memberikan kendali penuh kepada manajer tersebut.
Kepemilikan saham Puech dalam Hermès memang telah lama menjadi misteri, apalagi setelah ia berselisih dengan keluarganya akibat mendukung Bernard Arnault, bos LVMH, dalam upaya gagal menguasai Hermès lebih dari satu dekade lalu.
Meski reputasi Puech kerap dipertanyakan, minat Qatar terhadap saham Hermès dianggap sebagai bagian dari ambisi mereka dalam memperluas portofolio merek mewah. Melalui dana kekayaan negara dan berbagai kendaraan investasi, keluarga kerajaan Qatar telah memiliki sejumlah aset prestisius seperti toko Harrods di London dan Printemps di Paris.
Profesor hukum korporasi dari Universitas Columbia, Eric Talley, menyebut bahwa nilai 5 persen saham Hermès sangat besar dan sulit diukur kerugiannya secara tepat. Ia menilai, pengadilan bisa saja langsung memerintahkan Puech untuk menyelesaikan transaksi ketimbang menghitung ganti rugi.
Namun, penguasaan atas saham tersebut diprediksi akan menjadi proses yang sangat kompleks. Puech saat ini juga telah mengajukan gugatan di Prancis terhadap mantan manajer kekayaannya, mengulangi klaim bahwa sahamnya telah "menghilang".
(dtg/dtg)
Fashion
Ingin Tampil Feminin dan Lebih Stylish dengan Bawahan Rok? Cek Koleksi Menariknya di Sini!
Fashion
Pilihan Aksesori Simpel yang Bikin Gaya Kamu Terlihat Lebih Keren
Fashion
Cari Dompet Kulit Awet Biar Bisa Dipakai Lama? Produk dari ROUNN Ini Bisa Jadi Jawabannya
Health & Beauty
Dua Serum PDRN Favorit Banyak Orang, Fokus Regenerasi dan Hidrasi Kulit!
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Hermes Birkin Dijual di Department Store, Tanda Pergeseran Dunia Luxury?
130 Tahun Monogram Louis Vuitton: Sejarah, Inovasi, dan Warisan Abadi
Ditangkap Bersama, Kisah Pacaran 20 Tahun Presiden Venezuela & Istri Disorot
Ramalan Zodiak Taurus 2026: Perlahan Bangkit, Perubahan Besar Menanti
Fan Bingbing Ungkap Rahasia Awet Muda di Usia 44 Tahun, Pakai 700 Masker
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya













































