ADVERTISEMENT

Editor Vogue Kritik Baju White Lives Matter, Kena Bully Kanye West

Daniel Ngantung - wolipop Sabtu, 08 Okt 2022 17:31 WIB
PARIS, FRANCE - OCTOBER 05: Gabriella Karefa-Johnson wears sunglasses, large silver chain pendant necklace, a white / purple / pink tied and dye with New York city print pattern t-shirt, a white and yellow zebra print pattern jacket, a blue and green checkered pattern short skirt, a blue and pink shiny leather 2.55 handbag from Chanel, silver leather pointed sneakers from Miu Miu, outside Miu Miu, during Paris Fashion Week - Womenswear Spring Summer 2022, on October 05, 2021 in Paris, France. (Photo by Edward Berthelot/Getty Images) Gabriella Karefa-Johnson, editor Vogue yang mengkritik baju 'White Lives Matter' Kanye West. (Foto: Getty Images/Edward Berthelot)
Paris -

Ye alias Kanye West sepertinya harus belajar lagi menerima kritik dengan pikiran terbuka. Alih-alih menjadikan kritik sebagai evaluasi untuk menghasilkan karya yang lebih baik, rapper yang juga desainer itu malah menyerang dan merundung orang yang mengkritik karyanya.

Dalam gelaran Paris Fashion Week Spring 2023 baru-baru ini, Kanye West membuat kejutan dengan memperkenalkan kreasi terbarunya sebagai perancang busana.

Didominasi busana bergaya avant-garde serba hitam, koleksi bertajuk Yeezy Season 9 disertai pakaian yang bertulisan 'White Lives Matter'. Mantan suami Kim Kardashian itu turut terlihat memakai kaus dengan tulisan yang sama saat memberi pidato pembuka.

Menurut Anti-Defamation League, seperti dikutip People, 'White Lives Matter' dikategorikan sebagai sebuah pernyataan kebencian. Pendukung Trump dan kaum supremasi kulit putih mulai memakainya untuk menantang balik gerakan 'Black Lives Matter sejak 2015.



Kritikan pun langsung membanjir di media sosial. Salah satunya datang dari editor Vogue Gabriella Karefa-Johnson yang menyaksikan langsung peragaan tersebut. Menurutnya, Kanye sudah kelewat batas.

"Tidak ada pengecualian, tidak ada unsur seninya di sini. Kalau kalian menanyai Kanye, dia akan bilang ini adalah karya seni dan sebuah revolusi. Segala sesuatu dari koleksi disebut positif. Padahal tidak sama sekali," tulis Gabriella di Instagram Stories.



Tak terima dengan kritikan tersebut, Kanye West mengunggah foto penampilan Gabriella dan mengejek selera gayanya. Di foto tersebut, Gabriella memakai kaus kuning dan rok garis-garis dibungkus coat coklat. Sebuah tas tangan berwarna biru dan sepasang boots tali tinggi ikut menemani gayanya.

"Ini bukan tipe orang fashion yang pantas mengomentari koleksi Ye," tulis ayah empat anak itu sebelum akhirnya menghapus unggahan tersebut. Nama bos Vogue Anna Wintour juga ikut disebut-sebut Kanye. Menurutnya, Anna tidak akan pernah menyukai gaya Gabriella.

PARIS, FRANCE - OCTOBER 05: Gabriella Karefa-Johnson wears sunglasses, large silver chain pendant necklace, a white / purple / pink tied and dye with New York city print pattern t-shirt, a white and yellow zebra print pattern jacket, a blue and green checkered pattern short skirt, a blue and pink shiny leather 2.55 handbag from Chanel, silver leather pointed sneakers from Miu Miu, outside Miu Miu, during Paris Fashion Week - Womenswear Spring Summer 2022, on October 05, 2021 in Paris, France. (Photo by Edward Berthelot/Getty Images)Gabriella Karefa-Johnson (Foto: Getty Images/Edward Berthelot)


Sial bagi rapper kontroversial tersebut, Gabriella bukan sosok yang sembarangan di industri mode dan sangat disegani sehingga banyak yang berpihak padanya. Gigi Hadid menjadi salah satu figur publik yang pasang badan untuk Gabriella.

"Kamu berharap punya secuil persentase dari kecerdasannya (Gabriella), tapi kamu tidak tahu apa-apa. Jika ada satu orang yang bisa menyelamatkanmu dari semua omong kosong ini, justru hanya Gabriella," komentar Gigi Hadid di salah satu unggahan Kanye yang mengejek Gabriella.

Begitu memprihatinkan dan kontroversialnya masalah ini, majalah Vogue sampai angkat bicara untuk membela editornya. "Vogue mendukung Gabriella Karefa-Johnson, editor fashion global dan kontributor loyal kami. Kepribadiannya diserang dan menjadi target bully. Ini sangat tidak diterima. Opini dari orang seperti Gabriella sangat dibutuhkan dan dalam sebuah pertemuan dengan Ye hari ini, dia sekali lagi mengekspresikan pendapat jujurnya," demikian bunyi pernyataan majalah berjulukan 'fashion bible' itu di Instagram, Rabu (5/10/2022).

Lewat Instagram, Kanye membenarkan pertemuan tersebut dan mengaku sudah mengklarifikasi permasalahannya dengan Gabrilla. Namun, tak ada penjelasan terkait alasannya menampilkan kaus kontroversial itu.

Gabriella sendiri telah memberikan tanggapannya terkait kelakuan Kanye West. "Sungguh melelahkan, tapi aku sangat terharu dan bersyukur dengan semua dukungan untukku. Aku merasa diberkati dengan komunitas yang setia mendukungku di situasi seperti ini," tulis perempuan 30 tahun itu di Instagram Story.

[Gambas:Instagram]



Pengalaman tersebut, lanjutnya, justru menjadi pembelajaran untuk lebih berani menyuarakan kebenaran dan mengekspresikan pendapatnya. "Aku akan terus mengutarakan pendapatku dan menghormatinya sebagai kebenaran dari diriku," tulis Gabriella.

Berbasis di New York, wanita berdarah Sierra Leone ini merupakan seorang jurnalis sekaligus stylist yang sangat berpengaruh.

Pada 2021, ia menjadi wanita kulit hitam pertama yang mendapat kepercayaan menangani penampilan artis untuk sampul majalah Vogue. Posisinya sebagai Global Contributing Fashion Editor at Large telah membuahkan 13 proyek sampul Vogue dari seluruh dunia yang menampilkan sederet wajah ternama seperti Serena Williams, Paloma Elsesser, Kamala Harris, dan Amanda Gorman.



Simak Video "Curhat Kanye West Rugi Rp 31,1 Triliun Usai Diputus Kemitraan Adidas"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)