Kata Desainer Harry Halim Setelah Heboh Klaim Tampil di Paris Fashion Week

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 08 Mar 2022 15:45 WIB
Harry Halim Desainer Harry Halim (Foto: Instagram/@harryhalim)
Paris -

Desainer Harry Halim akhirnya menanggapi kontroversi yang mewarnai peragaan busana desainer dan jenama Indonesia di Paris yang berbarengan dengan Paris Fashion Week. Ia turut ambil bagian di acara tersebut.

Melalui sebuah unggahan di Instagram Stories, ia mengungkapkan apresiasinya kepada Fashion Division yang telah mengundangnya sebagai desainer tamu di 'Paris Fashion Week OFF schedule'.

Harry Halim yang menyebut dirinya sebagai perancang Indonesia pertama yang pernah lolos kurasi Fédération de la Haute Couture et de la Mode (FHCM) untuk masuk di kalender resmi Paris Fashion Week pada 2011, lalu menyebut tentang Paris Fashion Week On dan Off Schedule.

"Sebenarnya di Paris Fashion Week sendiri ada OFF dan ON schedule. Event Fashion Division sendiri yang didukung oleh @gekrafs adalah bagian dari #ParisFashion Week OFF schedule yang memberi kesempatan young & bright Indonesian designer untuk memperlihatkan karya mereka di Paris," kata desainer yang karyanya pernah dipakai aktor Hollywood Billy Porter itu.

Fashion Division menggelar rangkaian peragaan busana karya sejumlah desainer dan jenama Indonesia di The Westin Paris-Vendome pada 5-6 Maret 2022, dengan dukungan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs). Harry Halim pamer karya pada hari pertama bersama Purana, Aksu, Hanyutan, Binus dan Lasalle Surabaya.

[Gambas:Instagram]



Hari kedua menampilkan kolaborasi Yanti Adeni dengan Geprek Bensu, 3 Second dan Danjyo Hiyoji, dan IKYK bersama brand kosmetik Scarlett. "Saya sangat mengapresiasi dan bangga melihat designer Indonesia bisa membawa karya mereka ke Paris biarpun ini OFF kalender. Saya berharap event seperti ini bisa memacu kami semua untuk lebih bisa semangat dalam berkreasi, khususnya pada industri kreatif!" ujar pria yang berdomisili di Paris ini.

Pernyataan Harry Halim tersebut diunggah ulang oleh akun Instagram Gekraf. Merujuk pada penjelasan sang desainer, Gekraf yang dinaungi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno sebagai ketua dewan pembinanya menegaskan, penggunaan nama Paris Fashion Week tidak keliru. "So, tidak ada yang salah dari 'Gekrafs Paris Fashion Show during (at) Paris Fashion Week 2022' sejak awal," tulisnya.

Acara tersebut berujung kontroversi karena banyak diklaim sebagai bagian dari Paris Fashion Week (PFW) edisi Fall 2022 yang kebetulan sedang berlangsung. Padahal, PFW sebenarnya diselenggarakan oleh FHCM.

Salah satu kritikan yang viral datang dari akun Instagram @mrluckyheng. Dalam unggahan yang viral, ia mengutarakan kekesalannya dan menyebut tindakan asal mengklaim tersebut merupakan pembodohan masyarakat. Ia mengatakan, brand di luar fashion hanya menumpang dalam kategori fashion dengan menggandeng desainer. Tak hanya itu, nama dan jadwal 'Fashion Week Online' seperti yang sering tertera di media juga dapat dibeli dengan US$100.

[Gambas:Instagram]



"Saya sendiri memang penyuka fashion, jadi hanya sekadar menulis dan mengutarakan fakta yang sebenarnya saja. Karena banyak penulis, media, hingga oknum-oknum yang tidak mengerti dan hanya menulis berita sekadar berita tanpa mengerti apa itu Paris Fashion Week sebenarnya," ujar Lucky Heng kepada Wolipop saat dihubungi Senin (7/3/2022).

Di Instagram Stories, ia memberi saran bagi mereka yang mau tampil di Paris tapi bukan bagian dari Paris Fashion Week. Untuk penulisan nama acara, cukup sebut digelar 'di Paris' tanpa perlu tambahan 'di atau saat Paris Fashion Week'. "Atau 'Paris Fashion Show', ini saja sudah jelas, itu di Paris," tulis pecinta fashion tersebut.

Wolipop sudah mencoba menghubungi Harry Halim, tapi belum mendapatkan respons.



Simak Video "Simak Bedanya Gekrafs Paris Fashion Show dan Paris Fashion Week"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)