Baju Hari Pahlawan untuk Wanita, Ini 5 Pahlawan yang Bisa Jadi Inspirasi

Hestianingsih - wolipop Selasa, 09 Nov 2021 17:50 WIB
Pahlawan Laksaman Malahayati Inspirasi baju pahlawan wanita, Pahlawan Laksaman Malahayati. Foto: istimewa
Jakarta -

Hari Pahlawan Nasional yang jatuh setiap tanggal 10 November biasanya diperingati dengan mengenakan baju pahlawan. Tradisi ini umum dilakukan di sekolah, di mana para murid harus memakai baju yang terinspirasi dari sosok pahlawan nasional.

Tidak hanya di sekolah, kamu juga bisa mengingat kembali jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia dengan berbusana seperti mereka dan mengunggahnya di media sosial. Untuk memperingatinya, ini inspirasi baju hari pahlawan untuk wanita yang bisa kamu sontek dari lima pahlawan.

1. Cut Nyak Dien

Tjoet Nya' DhienCut Nyak Dien. Foto: dok. Wikipedia

Cut Nyak Dien merupakan pahlawan Indonesia yang berasal dari Aceh. Suami pertamanya, Teungku Ibrahim Lam Nga, wafat ketika melawan Belanda. Peristiwa ini membuat Cut Nyak Dien angkat senjata.

Perempuan yang lahir di Lampadang pada 1848 ini bahu membahu dengan suami keduanya, Teuku Umar, turun ke medan pertempuran. Tewasnya Teuku Umar, membuat Cut Nyak Dien mengambil alih perlawanan dari pedalaman Meulaboh.

Kondisi Cut Nyak Dien yang semakin tua ditambah penyakit mata membuat Belanda berhasil menangkapnya. Dia kemudian dibuang ke Sumedang, Jawa Barat dan akhirnya wafat pada 6 November 1908.

Potret Cut Nyak Dien digambarkan mengenakan baju atasan kerah tinggi dengan bros berbentuk matahari di bagian leher. Ia juga mengenakan kain yang disampirkan pada bahu kanan. Selain itu Cut Nyak Dien juga khas dengan sanggul tinggi yang ditata menyamping. Gaya Cut Nyak Dien ini bisa jadi inspirasi baju pahlawan untuk wanita.

2. Martha Christina Tiahahu

Martha Christina TiahahuMartha Christina Tiahahu. Foto: dok. Wikipedia

Martha Christina Tiahahu lahir di Desa Abubu, Busa Laut pada 1800. Pahlawan wanita dari Tanah Maluku ini dikenal berani dan tegas.

Sedari kecil, ia sudah mengikuti rapat dan pertempuran untuk melawan penjajah. Setelah ayah dan teman-temannya tertangkap serta terbunuh, ia melanjutkan gerilya bersama masyarakat Maluku.

Hingga akhirnya ia ditangkap dan diasingkan ke Pulau Jawa. Dalam perjalanan menuju pengasingan, ia menghembuskan nafas terakhir.

Martha Christina Tiahahu digambarkan mengenakan balutan kain panjang yang dilengkapi aksesori berupa ikat kepala. Ia juga kerap membawa tombak yang semakin menonjolkan ketangguhannya.

3. RA Kartini

Raden Ajeng KartinRaden Ajeng Kartini. Foto: dok. Wikipedia

RA Kartini menjadi tokoh pahlawan wanita yang menjadi simbol kekuatan untuk bangkit dari stigma lama yang mengungkung kebebasan dalam meraih pendidikan. Salah satu pahlawan nasional wanita ini lahir di Jepara, 21 April 1879.

Lewat surat-suratnya, Kartini kerap mengutarakan keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi yang pada saat itu banyak dibatasi oleh adat istiadat kuno. Pengetahuannya terkait ilmu pengetahuan dan budaya cukup luas. Ia pun dianggap sebagai pahlawan yang memperjuangkan emansipasi wanita.

alam instruksi Keputusan Presiden Republik Indonesia No 108 Tahun 1964, pada tanggal 2 Mei 1964, Presiden Sukarno menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Sukarno juga menetapkan hari lahir Kartini, 21 April, diperingati sebagai Hari Kartini sampai sekarang.

Penampilan RA Kartini sangat khas dengan kebaya dan kain, serta rambut yang disanggul sederhana. Gaya busana pahlawan wanita ini juga termasuk yang paling populer di kalangan wanita muda maupun dewasa untuk baju hari pahlawan.

4. Nyi Ageng Serang

Ageng SerangNyi Ageng Serang. Foto: dok. Wikipedia

Nyi Ageng Serang merupakan anak dari Pangeran Natapraja, penguasa wilayah terpencil dari Kerajaan Mataram. Ia lahir di Serang pada 1752 dan semasa hidupnya, pahlawan wanita ini dikenal sebagai putri bangsawan namun dekat dengan rakyat.

Tak hanya merakyat, Nyi Ageng Serang juga sosok pahlawan wanita gagah berani yang menjadi salah satu panglima perang saat melawan penjajah. Dia juga terlibat dalam perencanaan siasat perang bersama prajurit pria.

Pada 1825 hingga 1830, Nyi Ageng Serang maju berperang melawan Belanda dalam Perang Diponegoro, bersanding dengan sang suami Kusumawijaya. Bahkan di usia 73 tahun ia masih berjuang dan turun ke peperangan bersama prajurit garis depan.

Sosok Nyi Ageng Serang digambarkan anggun dengan sanggul tradisional yang ditata ke belakang. Dalam potretnya, ia mengenakan kebaya kerah tinggi. Sepasang anting bergaya sederhana melengkapi penampilannya. Gaya busana Nyi Ageng Serang pun bisa jadi inspirasi kamu untuk baju hari pahlawan.

5. Laksamana Malahayati

Laksamana MalahayatiLaksamana Malahayati. Foto: Edy Wahyono

Sebelum terjun ke medan pertempuran, Laksamana Malahayati pernah menjabat sebagai kepala protokol kerajaan Aceh. Setelah suaminya gugur dalam sebuah peperangan, Malahayati meminta izin kepada Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riatsyah untuk membentuk pasukan Inong Balee (janda).

Pasukan yang dipimpin Malayahati berjumlah mencapai 2.000 orang. Mereka mendirikan sebuah benteng di kawasan Krueng Raya, Aceh Besar dan posisinya menghadap Selat Malaka. Di sanalah markas prajurit Inong Balee.

pasukan ini terlibat dalam berbagai pertempuran dengan prajurit Belanda dan Portugis yang ingin menjajah Aceh. Pada 11 September 1599 Malahayati berhasil membunuh Cornelis de Houtman dalam satu pertempuran. Atas keberaniannya itulah, Malahayati kemudian mendapat gelar Laksamana.

Laksamana Malahayati digambarkan mengenakan kerudung yang menutupi rambut yang ditata sanggul sederhana. Sementara untuk busana, ia kerap kali mengenakan baju kurung dengan kerah tinggi dan aksen bordir pada bagian leher.

Demikian sosok pahlawan yang bisa dijadikan inspirasi baju hari pahlawan untuk wanita. Selain berbusana seperti pahlawan, jiwa kepahlawanan juga penting ditanamkan pada diri masing-masing individu.

(hst/hst)