Strategi Kemal Palevi Andalkan Story Value untuk Jual Sepatu Lokal

Erika Dyah - wolipop Senin, 30 Agu 2021 18:07 WIB
kemfootwear Foto: Instagram/kemfootwear
Jakarta -

Standup Comedian sekaligus Content Creator Kemal Palevi sudah lama dikenal sebagai seorang sneakers enthusiast. Tak hanya menggemari dan mengoleksi sepatu saja, ia juga kini tengah serius menggeluti bisnis sepatu lokal dengan brand KEM Footwear.

Kemal mengungkap bisnis sepatu lokal miliknya sudah dimulai sejak November 2019 lalu. Mulanya, ia memulai usaha ini bersama rekan sesama sneakers enthusiast yakni Aji Handoko Purbo yang kini sukses menggarap brand sepatu Compass serta Founder Shoes and Care, Tirta Hudhi.

Di awal memulai bisnis, produk sepatu volume 1 keluaran KEM Footwear diketahui ludes terjual. Keberhasilan Kemal membuat produknya laku di pasaran ini pun ia nilai berkat pengaruh story value yang ia sematkan di setiap produk buatannya.

"Waktu itu gue mau bikin sepatu, gue bilang ke Tirta sepatu lokal ini banyak tapi orang cuma dagang. Ada duit, atau punya koneksi terus cuma bikin sepatu. Banyak orang dulu bisnis sepatu lokal dia cuma dagang dan mau cuan aja, tapi nggak mikirin sepatu itu harus ada storytelling-nya juga," ungkap Kemal dalam Topcast x Podcast Ancur: Ngobrolin Produk Lokal, dikutip Senin (30/8/2021).

Bersama rekan Podcast Ancur lainnya, yakni Randhika Djamil, Diaz Danar, dan Patra Gumala, Kemal pun menjelaskan lebih lanjut soal strateginya mengandalkan story value untuk memasarkan produk lokal. Ia mengaku, strategi ini terinspirasi dari produk-produk sepatu luar negeri yang selama ini sering ia beli. Ia pun bercerita, kerap mendapat pertanyaan dari netizen soal sepatu-sepatu mahal yang dulu kerap ia belanjakan.

"Gue selalu jawab ke netizen, kita beli sepatu tuh nggak karena mahalnya terus mau pamer tapi ini soal value si sepatunya. Misalkan, gue beli Air Jordan Flu Game. Kenapa gue bayarin mahal itu sepatu? Karena Michael Jordan waktu itu final lagi sakit flu, tapi dia tetap main nyetak 37 poin dan menang lawan Utah Jazz. Nah story-story itulah yang gue bayar mahal, sepatunya mah sepatu biasa. Tapi storytelling di belakangnya itu, sentimentil values namanya," jelasnya.

Tak cuma itu, Kemal pun mengaku terinspirasi dari penyanyi ternama Glenn Fredly yang pernah menceritakan soal nilai dan cerita dari sebuah sepatu baginya. Kemal menceritakan soal Glenn yang memakai sepatu Jordan pada konsernya di Istora Senayan.

"Gue nanya kenapa sepatu itu dipakai ke acara yang sepenting itu? Dia bilang karena ngefans sama Jordan dan sepatunya terutama. Almarhum bilang 'Karena kita tuh kalau nyari kerja atau kita lagi konser itu kita melangkahkan kaki nyari rezeki, masa meeting sama klien atau konser pakai sandal kan nggak mungkin pasti pakai sepatu. Karena gue melangkahkan kaki mencari rezeki, gue pengen itu pakai sepatunya Jordan. Ingin spirit dan kesuksesannya Michael Jordan itu nyampe ke gue' gitu katanya," terangnya.

Menurut Kemal, spirit tersebut yang akhirnya dirasakan oleh Glenn Fredly hingga menjadi The Greatest of All Time, dan spirit tersebut ia rasakan dari sebuah sepatu yang memiliki nilai kisah untuk diceritakan.

Untuk itu, Kemal memproduksi sendiri sepatu lokal dengan mengandalkan nilai kisah yang bisa ikut dirasakan oleh masyarakat. Ia pun mengungkap alasannya membuat sepatu yang murah namun dengan pengerjaan berkualitas karena belajar dari nilai yang ia dapatkan dari orang tua.

"Almarhum bokap gue itu selalu bilang beli sepatu jangan mahal-mahal. Murah tapi bagus dan tahan lama. Nah, mindset itu gue masukin ke sepatu," sebutnya.

Ia pun mengatakan KEM Footwear hadir sebagai salah satu sepatu lokal yang beda dari pada pesaing. Sebab, pengerjaan outsolenya dibuat dengan teknik vulcanize yang sebelumnya tidak banyak digunakan oleh para pengusaha sepatu lokal.

Dengan teknik tersebut, Kemal menciptakan outsole sepatu yang khas. Ia pun memperhatikan detail-detail lain seperti penyematan logo di insole dalam, adanya keterangan ukuran sepatu di bagian belakang yang mudah dilihat, hingga ornamen-ornamen lain yang memiliki kisah dan hanya bisa dilihat oleh mereka yang memiliki sepatu tersebut.

"Jadi sentimentil values ini cuma bisa dilihat kalau lu punya produknya. Detail-detail ini tuh yang selalu ada di sepatu (produksi) luar. Misalkan, ternyata Michael Jordan itu suka apa, ada di sepatu itu," papar Kemal

"Karena gue bikin sendiri solenya, itu gue bikin ada logonya Trolls. Jadi kayak menggambarkan sepatu itu kalau dilihat dari luar kayak sepatu serius, padahal kalau dilihat dari dalam dan lihat bawahnya itu bercanda. Kayak standup comedian kan, kita lucu ketika kita manggung doang. Padahal mah kita jadi orang biasa ya serius-serius aja hidupnya. Jadi ada backstory-nya," imbuhnya.

Selain membuat produknya beda daripada yang lain, ia pun berharap sentimentil values dari cerita yang ia tekankan pada produk lokal buatannya bisa membuat orang mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekadar mengeluarkan uang untuk beli sepatu.

Soal pemasaran, Kemal mengungkap story value yang ia miliki biasa diceritakan melalui media sosial. Ketika story sudah sampai ke masyarakat, ia pun mengandalkan penjualan via marketplace, seperti Tokopedia, untuk dapat menjual produk sepatu miliknya. Terlebih Kemal telah lebih dulu menjadi pengguna aktif Tokopedia dan sering kali mencari kebutuhan hariannya di platform tersebut, sehingga ia pun mempercayakan Tokopedia sebagai platform untuk menjual brand sepatu lokal miliknya.

Kemal pun mengungkap usaha bisnis sepatunya ini dilakukan untuk mendukung masyarakat agar mengenal dan mencintai produk lokal. Sekaligus berupaya mengurangi jumlah pengangguran di Tanah Air.

"Produk lokal harus di-support, kalau produknya naik dan bersinar otomatis orang lokal jadi banyak dapat kerjaan. Pemasukannya juga buat negara kan, jadi banggalah dengan produk buatan Indonesia," pungkasnya.



Simak Video "Tokopedia Dinobatkan Sebagai E-Commerce dengan Tampilan Terbaik"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/eny)