Mengenal Baju Sadariah, Pakaian Adat Pria Betawi dengan Pengaruh China

Pool - wolipop Kamis, 20 Mei 2021 19:47 WIB
Malam final Abang None 2016 Ilustrasi pakaian adat Betawi (Foto: Hanif Hawari)
Jakarta -

Keunikan budaya Betawi juga identik dengan pakaian adatnya. Tak cuma kaum wanita, prianya pun memiliki baju adat Betawi tersendiri yang dikenal dengan nama Sadariah.


Baju Sadariah terdiri dari baju koko warna putih dengan celana longgar bermotif batik parang. Komprang, demikian nama celana tersebut karena potongannya longgar.

Pakaian adat Betawi untuk pria ini juga dilengkapi dengan cukin, sebutan untuk kain yang diselempangkan di leher seperti syal.

Menurut Audi Pratama, Wakil 1 Abang Jakarta Utara 2014, cukin pada pakaian adat Betawi biasanya berwarna merah gelap tapi merah. "Tapi biasanya warna cerah," kata Audi kepada Antara News.

Cukin bisa berupa kain sarung atau kain bermotif batik betawi dihiasi gambar ondel-ondel hingga Monas. Sementara itu, alas kaki yang dipakai biasanya berupa sandal terompah.

Awalnya baju Sadariah dikenakan untuk kegiatan keagamaan, seperti ke mesjid, atau sedekahan. Kemudian baju sadariah atau disebut tikim dan koko dikenakan juga untuk keperluan keperluan sehari-hari atau acara resmi. Bentuk baju Sadariah sama dengan baju koko pada umumnya, namun biasanya berwarna polos.

Pendiri Wisata Kreatif Jakarta Ira Lathief mengungkapkan, baju Sadariah adalah satu dari delapan ikon budaya Betawi. Ada pengaruh budaya China, salah satu budaya yang bercampur baur di Betawi.

"Bajunya model kerah shangai, disebut koko karena dulu dipopulerkan para koko, diadaptasi dari baju orang China," katanya.

Berdasarkan penjelasan buku 'Pakaian Adat Tradisional Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta' (1995), baju sadariah adalah blus laki-laki dengan leher tanpa kerah, berbentuk bulat.

Potongan baju Koko disebut gunting Cina, karena bahan pakaian tersebut dianggap oleh masyarakat Betawi terbuat dari bahan katun berwarna krem, atau kuning muda.

Pada pakaian adat Betawi, Untuk celana panjang terbuat dari kain batik bermotif daun asem. Di mana mirip dengan motif lereng kecil dengan dasar putih atau krem.



Simak Video "Asinan Betawi Gerobak Keliling, Citarasa Otentik Sesungguhnya, Jalan Veteran Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)
dMentor
×
Franchise Bisnis Kecantikan hingga Pelosok Daerah
Franchise Bisnis Kecantikan hingga Pelosok Daerah Selengkapnya