Ketika Gucci 'Rampok' Desain Balenciaga untuk Koleksi Selebrasi 100 Tahun
Ada yang menarik di koleksi terbaru Gucci, 'Aria'. Di antara busana dan aksesori yang tersaji, muncul sebuah tas mungil yang siluetnya sangat menyerupai tas hour-glass Balenciaga yang ikonis itu. 'Rasa' Balenciaga juga hadir pada pilihan atasan dengan statement shoulder-pad.
'Aria' (yang dalam dunia opera berarti sebuah lagu yang dilantunkan secara solo alias sendiri) menjadi koleksi perdana Gucci untuk tahun ini setelah memutuskan keluar dari tradisi 'fashion week' sesuai jadwal kalender mode dunia. Langkah ini merupakan salah satu strategi Gucci dalam menghadapi perubahan iklim bisnis akibat pandemi COVID-19.
Koleksi busana musim dingin 2021 ini pun turut menandai dimulainya perayaan 100 tahun rumah mode Italia tersebut eksis. Maka dari itu, Direktur Kreatif Gucci Alessandro Michele mengemas 'Aria' semenarik mungkin agar terasa lebih istimewa dari biasanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fashion show 'Aria' hadir dalam konsep film pendek berdurasi 15 menit yang disutradarai oleh Alessandro bersama fotografer Floria Sigismondi. Film tersebut tayang perdana di seluruh platform digital Gucci, Kamis (15/4/2021).
Tak hanya itu, spirit kolaborasi juga hadir dalam rupa desain. Tak tanggung-tanggung, seperti rumor yang beredar sebelumnya, Gucci benar-benar menggandeng rivalnya, Balenciaga.
Meski sama-sama berada di bawah naungan grup Kering, kedua merek ini tetaplah lawan satu sama lain di ranah produk luxury.
Alessandro mengatakan, bekerja di Gucci menyadarkannya betapa penting "membangun dialog dengan pihak luar." Dan menurutnya, Demna Gvasalia dari Balenciaga adalah orang yang tepat untuk berkolaborasi.
Koleksi 'Aria' buah kolaborasi Gucci dan Balenciaga. (Foto: Getty Images for Gucci/Ernesto S. Ruscio) |
Sebagai teman dan rekan sejawat, desainer yang telah mengabdi kepada Gucci sejak enam tahun lalu ini sangat mengagumi karya Demna di Balenciaga. Kekaguman itu yang lantas memotivasinya untuk 'merampok' ide Demna. "Aku pencuri yang hebat, seorang perampok," katanya berseloroh saat jumpa pers virtual, seperti dikutip The Guardian.
Perkawinan antara keduanya hadir dalam tas hour-glass Balenciaga yang dihiasi monogram 'GG' khas Gucci. Sebaliknya, tas Gucci Jackie muncul dengan kombinasi monogram 'GG' dan Balenciaga.
Tas 'Jackie' Gucci yang dihiasi kombinasi monogram 'GG' dan logo Balenciaga. (Foto: Getty Images for Gucci/Ernesto S. Ruscio) |
Di jajaran busana, dress bersiluet minimalis nan edgy yang menjadi tawaran Balenciaga di beberapa musim terakhir, kali ini di-Gucci-kan dengan sentuhan maksimalis lewat taburan manik-manik nan berkilauan di sekujur busana.
"Demna sangat suka dengan ideku memakai motif dan gayanya untuk dibuat menjadi sesuatu yang berbeda... Aku membuatnya lebih terang dan berkilauan," ujar Alessandro.
Di luar Balenciaga, karya Tom Ford untuk Gucci juga menjadi aspirasi Alessandro. Salah satunya setelan beludu merah yang pernah Gwyneth Paltrow pakai di MTV Video Music Awards 1996. Interpretasi versi Alessandro terasa makin seksi dengan padanan kalung kulit dan rantai bernuansa BDSM.
Referensi equestrian atau olahraga berkuda ikut memperkuat koleksi yang terdiri dari 94 look ini, terutama pada jajaran aksesori seperti boots dan topi. Salah satu topi dihiasi nama 'Savoy', sebuah hotel mewah di London, Inggris. Di hotel inilah, Guccio Gucci pernah bekerja sebagai bellboy lalu terinspirasi membuat tas kulit seperti yang dibawa para tamu. Ide tersebut yang menjadi cikal-bakal Gucci.
Foto: Getty Images for Gucci/Ernesto S. Ruscio |
Fashion show ditutup dengan adegan para model menemukan sebuah taman yang eksotis, sebagai tempat pelarian setelah melalui ingar bingar catwalk yang ramai oleh kilatan cahaya blitz. "Ini adalah tempat bermain yang bisa kita bagi bersama," kata Alessandro.
Sesuai pernyataannya, taman tersebut seolah merepresentasikan fashion sebagai sebuah ekosistem yang penuh dengan peluang bagi para pelakunya untuk saling bersinergi.
Foto: Getty Images for Gucci/Ernesto S. Ruscio |
Belakangan, topik plagiarisme di industri fashion Indonesia sedang hangat diperbincangkan setelah ada dugaan penjiplakan desain milik Sejauh Mata Memandang oleh sesama jenama lokal.
Menyangkut isu tersebut, sebuah pelajaran bisa dipetik dari 'Aria'. Alih-alih mencuri desain, lebih baik berkolaborasi seperti Gucci dan Balenciaga.
(dtg/dtg)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
7 Foto Mesra Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad yang Sedang Jadi Sorotan
Gaya Ranty Maria di Pas Foto Nikah, Tampil Natural Nyaris Tanpa Makeup
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Ramalan Shio 2026
Pakar Feng Shui Bongkar Kunci Cuan 2026 Satu Hal Ini Agar Emosi Tetap Stabil












































Koleksi 'Aria' buah kolaborasi Gucci dan Balenciaga. (Foto: Getty Images for Gucci/Ernesto S. Ruscio)
Tas 'Jackie' Gucci yang dihiasi kombinasi monogram 'GG' dan logo Balenciaga. (Foto: Getty Images for Gucci/Ernesto S. Ruscio)
Foto: Getty Images for Gucci/Ernesto S. Ruscio
Foto: Getty Images for Gucci/Ernesto S. Ruscio