Louis Vuitton Dikritik, Bikin Sweater Jamaika Tapi Salah Warna Bendera

Daniel Ngantung - wolipop Minggu, 07 Feb 2021 15:31 WIB
Sweater Jamaika Louis Vuitton Sweater 'Jamaika' Louis Vuitton yang jadi kontroversi. (Foto: Dok. Louis Vuitton)
Paris -

Louis Vuitton tengah menjadi bulan-bulanan di media sosial. Pasalnya, rumah mode asal Prancis tersebut menjual sebuah sweater yang 'terinspirasi' dari bendera Jamaika tapi dalam warna yang salah.

Jamaican Stripe Jumper, demikian sweater pria tersebut dinamai, hadir dalam kombinasi warna hijau, kuning dan merah. Padahal, bendera Jamaika berwarna hijau, kuning dan hitam.

"Jadi tak satu pun orang di Louis Vuitton yang mencari warna bendera Jamaika di Google?" sindir seorang pengguna Twitter.

Dilansir dari The Guardian, banyak netizen yang menduga Louis Vuitton mengambil inspirasi dari bendera Rastafarian, sebuah gerakan religius yang muncul di Jamaika pada era 1930-an. Bendera Rastafarian juga disebut mirip dengan bendera Etiopia.

Kontroversi yang ditimbulkan Louis Vuitton ini bahkan sampai merebut atensi keluarga mendiang Bob Marley, musisi legendaris Jamaika.

Cedella, putri Bob Marley, mengunggah foto ayahnya mengenakan jaket bernuansa Rastafari serta foto sweater 'Jamaika' versi Louis Vuitton. "Bob bilang ini bendera Etiopia @LouisVuitton," tulisnya di keterangan foto.

[Gambas:Instagram]



Sweater kontroversial ini dijual di situs Louis Vuitton seharga 995 pound sterling atau sekitar Rp 19 juta. Awalnya, deskripsi produk tersebut berbunyi: "Dengan desain garis yang terinspirasi dari bendera negara di kepulauan Karibia." Deskripsi tersebut lalu diperbarui, kata 'bendera' diubah menjadi 'warisan budaya', sebelum akhirnya Louis Vuitton menarik sweater ini dari situs tersebut.

Pada 2011, Marcus Goffe, seorang pengacara asal Jamaika, pernah menyoroti soal komersialisasi budaya Rastafari yang banyak bermunculan dalam bentuk penjualan pakaian, aksesori, hingga benda kerajinan lainnya. "Hanya sedikit dari produk ini dibuat oleh para Rastafarian dan tak satu pun hasil penjualannya digunakan demi kebaikan komunitas Rastafarian," tulis Marcus di situs Wipo Magazine.

Virgil Abloh, kepala kreatif koleksi busana pria Louis Vuitton, sebelumnya pernah berkolaborasi dengan pemain skateboard Lucien Clarke untuk membuat koleksi sneakers.

KINGSTON, JAMAICA - JUNE 07:  A fan waves a flag before the USA takes on Jamaica in the FIFA 2014 World Cup Qualifier at National Stadium on June 7, 2013 in Kingston, Jamaica.  (Photo by Streeter Lecka/Getty Images)Ilustrasi bendera Jamaika (Foto: Getty Images/Streeter Lecka)
(dtg/dtg)