Liputan Khusus Baju Kucing

Drama Jual Baju Kucing, Ditantang Bikin Bentuk Pocong Hingga Dikecam Aktivis

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 13 Des 2020 16:30 WIB
Koleksi baju kucing milik Fredi Lugina Baju kucing pocong buatan Fredi. Foto: Instagram @fredi_lugina
Jakarta -

Pria ini viral hingga ke mancanegara karena baju kucing buatannya. Dia pernah ditantang membuat baju kucing bentuk pocong hingga mendapat kecaman aktivis.

Fredi Lugina Priadi, seorang mantan guru SD, mulai membuat baju kucing sejak 2018. Baju kucing yang dijualnya semakin ramai pembeli setelah dia mengunggah foto-foto karyanya ke Instagram @fredi_lugina.

Aneka baju kucing unik pernah dibuat Fredi mulai dari baju hijab untuk kucing hingga berbagai kostum superhero. Uniknya baju kucing buatan Fredi ini membuat karyanya tersebar di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Malaysia, Hongkong dan lainnya. Reuters pun ikut mengulas tentang Fredi dan bisnis baju kucingnya.

"Yang pertama viral itu model hijab, ada di website coconut. Saya nggak pernah menyangka awalnya malah yang mengangkat tuh website luar bukan dalam negeri. Saya tahunya viral sekitar pertengahan bulan kemarin," ucapnya terharu saat berbincang dengan Wolipop.

Seiring kepopuleran baju kucing buatannya, dia pun kerap menerima permintaan khusus dari pelanggannya. Salah satu baju kucing paling aneh yang pernah dibuatnya adalah kostum kucing bentuk pocong.

"Saya kan baca tren dari media sosial, ada tantangan buat pocong, saya kaget. Pas saya cobain besoknya, saya posting di pemakaman. Tapi karena ini buat kucing, saya tambahin kostum pocongnya pakai kacamata. Alhamdulillah paling laku," ungkapnya sambil tertawa.

Koleksi baju kucing milik Fredi LuginaKoleksi baju kucing buatan Fredi Lugina Foto: Instagram @fredi_lugina

Membuat baju kucing dengan desain yang unik Fredi mengaku pernah mendapat kecaman. Dia dikritik oleh aktivis pecinta hewan.

"Hal yang saya lakukan itu tidak lazim buat mereka. Entah di Indonesia atau Eropa, banyak yang sambutannya kurang baik untuk saya. Opini mereka itu hewan itu mempunyai pakaian yang sudah dimiliki oleh mereka," ungkap Fredi.

Menjawab kritikan tersebut, alumnus Universitas Hamka jurusan Ekonomi Manajemen Pemasaran itu mengatakan dirinya tidak membuat produk yang bisa menyiksa hewan. Menurutnya produknya ini hanya aksesori saja untuk kucing.

"Kembalikan pada diri kita sendiri. Kita sebagai manusia kan juga memakai aksesori," kata Fredi.

Fredi menambahkan dalam membuat baju untuk kucing dia juga berusaha mementingkan kenyamanan. Biasanya dia memakai bahan yang fleksibel seperti kaus agar tidak ketat ketika dipakaikan pada kucing. Dia juga tidak memakai perekat pada baju kucingnya.

"Para kucing juga bisa bebas bergerak dan gampang digunakan. Bagian leher juga tidak ketat. Cara pakainya juga nggak pakai perekat. Saya hindari itu. Takutnya bulunya akan menempel," lanjutnya.

Koleksi baju kucing milik Fredi LuginaKoleksi baju kucing buatan Fredi Lugina Foto: Instagram @fredi_lugina

Baju Kucing Cuan di Tengah Pandemi

Ketika pandemi Corona membuat sebagian sektor usaha menurun penghasilannya, hal berbeda dirasakan Fredi. Bisnis baju kucing miliknya justru mengalami peningkatan penjualan selama pandemi ini.

"Selama pandemi ada kenaikan sekitar 5 - 10%," kata Fredi yang dulunya bekerja sebagai guru honorer di sebuah sekolah dasar di Bogor.

Koleksi baju kucing milik Fredi LuginaKoleksi baju kucing buatan Fredi Lugina Foto: Instagram @fredi_lugina

Yang membuat Fredi bisa mendapat cuan dari bisnis baju kucing selama pandemi ini adalah karena gencarnya dia mempromosikan usahanya di media sosial. Fredi sering mengunggah baju kucing buatannya ke berbagai platform media sosial yang dimilikinya mulai dari Instagram, Twitter, Facebook hingga TikTok.

"Kebayakan orang pada masa pandemi konsen sama gadget dan lihat media sosial. Dari situ mereka dapet link toko saya," ujarnya.

Fredi mengakui semua media sosial bisnis baju kucingnya masih dikelolanya sendiri. Hal ini pun sering membuatnya kewalahan karena untuk urusan pemasaran dia harus melakukannya sendirian.

"Saya sendiri marketing atau pemasarannya selama tiga tahun itu. Semua media sosial saya sendiri yang posting, Twitter, Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok. Hampir setiap hari saya bikin konten baru dan produksi juga," ujar Fredi yang juga menjual baju kucing karyanya di ecommerce.

Fredi pun berharap bisa terus menambah produksi baju kucing buatannya. Dia juga ingin produknya semakin dikenal.

(gaf/eny)