Sepatu Usang Ratu Prancis Marie Antoinette Dilelang, Laris Rp 730 Juta

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 17 Nov 2020 08:08 WIB
Sepatu Marie-Antoinette Sepatu Marie Antoinette yang laris Rp 730 juta di pelelangan. (Foto: AFP)
Paris -

Ratu Prancis Marie Antoinette (1755-1793) terkenal karena gaya hidupnya yang flamboyan dan penuh kontroversi. Maka tak heran bila barang yang pernah dimilikinya menjadi perburuan kolektor benda-benda warisan.

Pada Minggu (15/11/2020), sebuah sepatu putih berbahan kain sutra milik Marie Antoinette berhasil terjual dalam sebuah pelelangan yang digelar di Versailles, Prancis, tempat yang pernah menjadi rumah bagi istana kerajaan Prancis. Marie Antoinette dan suaminya, Louis XVI, sempat menetap di sana sebelum akhirnya dieksekusi mati dengan guillotine.

Dilansir dari AFP, penyelenggara lelang, Osenat, memaparkan bahwa sepatu hak itu memiliki panjang 22,5 sentimeter atau setara ukuran 36 Eropa. Sepatu yang juga terbuat dari kulit kambing tersebut turut dihiasi dengan empat pita dan dalam kondisi baik meski tampak usang.

Dari Marie-Antoinette, sepatu ini diyakini berpindah ke tangan Marie-Emilie Leschevin, teman dekat kepala pelayan ratu. Keluarga Leschevin menyimpannya selama beberapa generasi sebelum dilelang 227 tahun kemudian setelah kematian Marie-Antoinette.

Banyak yang menginginkan sepatu ini sehingga menyebabkan harga penawaran melonjak terus. Dari 8 ribu euro menjadi 10 ribu euro, hingga akhirnya terjual seharga 43.750 euro atau sekitar Rp 730 juta. Barang tersebut jatuh ke tangan pembeli anonim.


Marie Antoinette terlahir di Austria dari keluarga bangsawan. Di usia yang cukup muda, ia menikah dengan Louis-Auguste pada 16 Mei 1770.

Saat Louis XV meninggal dunia pada 1774, Auguste naik tahta dengan gelar Louis XVI, sehingga menjadikan Antoinette Ratu Prancis dalam usia 19 tahun.

Ia menjadi ratu terakhir Prancis setelah dijatuhi hukuman mati pada 16 Oktober 1793, akibat tuduhan melakukan pengkhianatan dan pencurian ditambah tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap putranya sendiri.

(dtg/dtg)