Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Turki Diminta Bakar Tas Hermes Istri

Eny Kartikawati - wolipop Senin, 02 Nov 2020 08:01 WIB
Turkish President Recep Tayyip Erdogan and his wife Emine Erdogan arrive at Kansai airport in Izumisano city, Osaka prefecture, on June 27, 2019 ahead of the G20 Osaka Summit. (Photo by CHARLY TRIBALLEAU / AFP) Foto: Sean Gallup/Getty Images
Jakarta -

Setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan boikot pada produk-produk Prancis, penampilan istrinya Emine Erdogan menenteng tas Hermes ramai dibahas. Bahkan seorang politikus Turki meminta pada Presiden Erdogan untuk membakar tas Hermes milik istrinya.

Adalah pimpinan Cumhuriyet Halk Partisi atau Partai Republik Turki Kemal Kılıcdaroglu yang meminta Presiden Erdogan atau istri sang presiden, Emine Erdogan untuk membakar tas Hermes yang dimiliki. Menurutnya pembakaran tersebut sesuai dengan seruan yang disampaikan Erdogan.

"Aku menyerukan pada masyarakat, jangan pernah memberikan kredit untuk barang berlabel Prancis, jangan membelinya," demikian seruan Presiden Erdogan.

Seruan boikot yang dilakukan Presiden Turki Erdogan ini terjadi setelah Presiden Macron memberikan komentar yang membela sekularisme Prancis dan mengkritik Islam radikal. Ia dianggap melindungi majalah yang menghina Nabi Muhammad SAW dengan mengatasnamakan kebebasan pers.

Pimpinan Partai Republik Turki Kemal Kılıcdaroglu mengatakan Presiden Erdogan bisa mencontohkan pada rakyatnya atas seruan yang sudah disampaikannya. Menurutnya, masyarakat sendiri saat ini juga sudah tidak bisa membeli produk-produk Prancis karena ekonomi yang terus menurun di Turki.

emine erdogan, istri presiden turkiEmine Erdogan, istri presiden Turki menenteng tas Hermes. Foto: Twitter

"Bisakah masyarakat beli produk Prancis? Para sosialita kepresidenan bisa mengimplementasikan boikot tersebut. Mereka punya pesawat buatan Prancis, jualah secepatnta. Nyonya Emine punya tas (Hermes-red). Dia seharusnya membakarnya di taman istana kepresidenan dan mengatakan 'aku protes'," ujar Kemal seperti dikutip dari media Turki, duvarenglish.

Kemal menambahkan seruan boikot produk-produk Prancis yang dilakukan Presiden Erdogan ini tidak berarti. Karena menurutnya rakyat Turki sendiri saat ini juga sudah tidak mampu membeli produk buatan negara beribukota Paris tersebut.

Tas Hermes yang disindir Kemal untuk dibakar pernah dipakai Emine Erdogan saat menemani suaminya menyambangi Osaka, Jepang, pada Juni 2019, dalam rangka KTT G20.

Keluar dari pesawat bersama sang suami, Emine Erdogan menenteng Hermes Kelly berwarna hitam. Harga tas tersebut ditaksir mencapai US$ 50 ribu atau sekitar Rp 730 juta.

Saking mahalnya, penampilan istri Presiden Erdogan pun menuai kritikan. Adalah koran lokal Turki, Cumhuriyet, yang menurunkan laporan untuk mengkritik penampilan mewah Emine yang kontras dengan nasib rakyatnya kala itu.

"Ketika Turki sedang berjuang dengan krisis ekonomi, Istana tidak bisa berhenti bergaya hidup mewah," demikian koran tersebut menulis. Saat itu, Turki memang sedang mengalami krisis keuangan ditambah lagi tingginya inflasi. Menjelang Desember 2018, 4,3 juta warga Turki dilaporkan tidak memiliki pekerjaan.



Simak Video "Kenali Toxic Relationship, Apakah Hubungan Kamu Salah Satunya?"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)