Kisah Pekerja Konstruksi Selamatkan Tas-tas Mahal Gucci dari Penjarahan

Eny Kartikawati - wolipop Jumat, 05 Jun 2020 14:07 WIB
Tas Gucci mirip ember pel Foto: Dok. Gucci
Jakarta -

Butik-butik mewah di Amerika Serikat jadi korban penjarahan di tengah gelombang protes menyusul kematian pria kulit hitam George Floyd di tangan polisi. Salah satu butik yang barangnya dijarah adalah Gucci.

Butik Gucci di kawasan Soho dijarah sejumlah orang. New York Post melaporkan, penjarah yang masuk ke toko tersebut memasukkan berbagai barang mahal terutama tas ke dalam plastik ukuran besar. Setidaknya ada 10 plastik sampah ukuran besar berisi tas Gucci dan produk lainnya.

Plastik-plastik berisi tas hasil jarahan itu diletakkan mereka di jalan dan terlihat seperti plastik berisi sampah. Para penjarah yang datang ke butik Gucci pada Selasa (2/6/2020) ternyata mendapat kejutan. Plastik yang mereka isi dengan tas Gucci dan barang-barang mahal lainnya diangkut dengan ekskavator oleh para pekerja konstruksi.

Menurut saksi mata di lokasi kejadian bernama Rhonda Roland Shearer, pekerja konstruksi mengakut plastik-plastik berisi tas Gucci itu dengan ekskavator sehingga para penjarah tak mampu menggapainya. Plastik itu ditaruh di atas ekskavator dengan ketinggian setidaknya tiga lantai gedung.

"Plastik sampah itu berisi tas-tas Gucci yang bernilai ratusan hingga ribuan dollar," ujar Rhonda kepada New York Post.

Tas GucciTas Gucci Foto: dok. Gucci

Para pekerja konstruksi yang menjadi penyelamat butik Gucci dari penjarahan itu merupakan karyawan di JLJ Enterprises yang berada di Queens. Para pekerja kosntruksi itu mengaku mereka menemukan tumpukan plastik sampaj berisi tas, baju dan sepatu Gucci saat mereka tiba di Wooster Street pada pukul 07.30 pagi.

"Kami melihat pria yang hanya duduk di situ sambil memperhatikan sekitar. Aku pun bertanya padanya, apa isi plastik itu, mereka bilang bukan apa-apa," cerita Nick, salah satu pekerja konstruksi.

Nick dan rekannya kemudian melihat isi kantong plastik sampah tersebut. Dan mereka menemukan berbagai tas, sepatu serta baju Gucci bernilai mahal.

Aksi Nick dan pekerja konstruksi lainnya itu membuat para penjarah marah. Mereka mencoba mengajak para pekerja konstruksi berkelahi. Namun kemudian Nick dan rekan-rekannya mengangkat plastik sampah berisi tas Gucci itu menggunakan ekskavator yang mereka sudah kendarai sehingga para penjarah tidak bisa meraihnya.

"Kami menghubungi polisi, tapi mereka tidak datang," kata Nick seraya menambahkan bahwa area Soho pada saat mereka datang seperti kawasan zona perang.

Pada akhirnya para penjarah meninggalkan lokasi tanpa membawa tas Gucci hasil jarahan mereka. Dan pekerja konstruksi mengembalikan seluruh plastik sampah berisi berbagai barang Gucci itu ke satpam butik. Dan menurut Nick, pihak satpam hanya mengucapkan terimakasih.

"Kami memberikan semua barang dan nyaris dipukuli dan mereka hanya menawari kamu segelas teh atau kopi. Tawaran diskon pun tak ada," kata Nick.



Simak Video "Sejumlah Merek Fashion Dunia Ikut Produksi Masker untuk Lawan Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)