Belanja di Toko Baju saat New Normal, Ada Aturan Baru untuk Ruang Ganti

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 26 Mei 2020 13:16 WIB
Young woman trying clothes in a fitting room and photographing herself in a mirror // mobile stock photo made with iPhone 6s Ilustrasi ruang ganti di toko baju. (Foto: iStock)
New York City -

Memasuki era 'new normal', pengalaman berbelanja di toko pakaian mungkin tak akan sama seperti dulu. Ketika pembatasan fisik masih wajib dilakukan untuk memutus rantai penularan virus Corona, maka kita harus siap beradaptasi dengan sejumlah aturan baru di toko.

Di Amerika Serikat, salah satu negara dengan korban COVID-19 terbanyak di dunia, beberapa peritel pakaian besar sudah mulai beroperasi. Meski begitu, protokol kesehatan tetap menjadi prioritas mereka demi menjamin kesehatan para karyawan dan pembeli.

Dalam hal pemakaian ruang ganti misalnya. Nordstrom dan Macy's melakukan pendekatan baru untuk menjaga kebersihan ruang ganti mereka.

Ilustrasi ruang ganti di toko baju.Ilustrasi ruang ganti di toko baju. (Foto: Getty Images/AleksandarNakic)



Dilansir dari Today, Senin (25/5/2020), Nordstrom yang telah membuka lagi 35 tokonya di selatan AS, akan menutup sebagian ruang gantinya agar sejalan dengan praktik pembatasan fisik. Mereka juga memastikan, ruang ganti akan selalu dibersihkan setiap kali sesudah dipakai.

Tak hanya itu, 'haram' hukumnya untuk mengembalikan pakaian yang baru dicoba dan tidak jadi dibeli ke rak. Staf akan menahannya dulu dalam kurun waktu tertentu sebelum akhirnya memajang lagi barang tersebut.

Untuk memudahkan konsumen beradaptasi dengan kebijakan baru tersebut, pihak Nordstrom akan memperbanyak sticker visual di segala sudut toko. Para staf juga dipersiapkan secara khusus untuk mengarahkan konsumen.

"Orang yang paling penting adalah staf yang berdiri di pintu toko untuk menjelaskan aturan-aturan baru yang berlaku," kata Presiden Nordstrom Jamie Nordstrom kepada NBC News.

Pengunjung memadati salah satu toko pakaian di Cirebon, Jawa Barat, baru-baru ini. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)Pengunjung memadati salah satu toko pakaian di Cirebon, Jawa Barat, baru-baru ini. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)



Macy's pun demikian. Salah satu jaringan department store tertua di AS yang eksis sejak 1858 itu hanya membuka sebagian dari ruang ganti di setiap toko-tokonya. Baju dari ruang ganti juga wajib ditahan selama 24 jam sebelum kembali ke rak.

Begitu pula dengan GAP yang memiliki 3000-an toko di seluruh dunia. "Merespons permintaan konsumen, kami akan membuka sebagian besar ruang ganti sekaligus meningkatkan frekuensi pembersihannya," tulis GAP di situsnya.

Terlepas dari itu, kebijakan akan sia-sia bila konsumen sendiri lalai dalam melindungi dirinya. Menurut Dokter Tista Ghosh dari perusahaan kesehatan Grand Rounds, konsumen harus tetap wawas diri dengan menjaga jarak, rutin mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, hindari lift bila memungkinkan dan jangan memegang wajah.

Aturan-aturan yang diterapkan peritel di AS mungkin bisa menjadi referensi bagi toko-toko pakaian berskala menengah sampai besar ketika mal di kawasan Jabodetabek beroperasi lagi secara bertahap mulai 5 Juni mendatang.

Konsumen pun harus siap terbuka dan beradaptasi dengan perubahan ini demi kenyamanan dan kesehatan bersama.



Simak Video "Itang Yunasz Rancang 'Baju New Normal' yang Gampang Dicuci"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)