Motivasi Korban PHK, Anne Avantie Ungkap Kisah Sedih Tokonya Pernah Dibakar
Desainer kebaya Anne Avantie mengungkapkan kisah sedih perjalanan hidupnya yang tak banyak orang tahu. Kisahnya ini diungkapnya untuk memotivasi korban PHK.
Melalui sederet unggahannya di Instagram, Anne Avantie menampilkan foto-fotonya di masa kecil bersama ibunya yang merupakan orangtua tunggal. Ayah Anne meninggal dunia di usia 45 tahun ketika dia masih kecil.
"Mami hidup sendiri membesar kan kami ber 3 diusia 38 th menjanda sampai sekarang 71 tahun ..🙏❤️> Papi berpulang usia 45 tahun ..🙏•
• Sepanjang hidup MAMI adlh IBU yg sangat " positif " nggak pernah MENGHARU BIRU sebagai orang tua tunggal .🌹> Mami menganggap sebagai GARIS HIDUP yg bersifat ILAHI ..🙏," demikian ungkap Anne dalam unggahannya Minggu (3/5/2020).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anne melanjutkan kisahnya, setelah ayahnya meninggal, cobaan hidupnya dan ibunya tak berhenti. Kata desainer kebaya itu, ayahnya meninggal dunia dengan kondisi ekonomi keluarga dalam keadaan jatuh.
"Rumah juga disita bank dan Mami menjadi janda umur 38 tahun. Waktu papi berpulang....tidak ada belas apalagi kasih sehingga kami harus keluar rumah," tulis Anne.
"Sepeninggal Papi ., kami punya Rumah pun TIDAK padahal dari sebuah keluarga KAYA ...semua itu maka jangan MENGANDAL kan KEKAYAAN .., semua akan HABIS .😭-yg tidak bisa HABIS dan hilang adalah KEBAIKAN yg terus " berbuah"," tulis Anne lagi.
Perlahan ibunda Anne berhasil bangkit memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Dia bekerja dengan berjualan bunga dan merenovasi bunga-bunga di berbagai kantor.
Namun saat kesuksesan itu baru dicicipi sesaat, cobaan kembali datang. Pada 1996, sang ibu didiagnosa menderita sakit kanker serviks. Penyakit itu membuatnya harus hidup dengan kepala tanpa rambut beberapakali. Beruntung sang ibu berhasil sembuh dari penyakit tersebut.
Cobaan sakit kanker berhasil dilewati, cobaan berikutnya datang. Saat kerusuhan Mei 1998, toko bunga ibunda Anne dibakar massa.
"TOKO Bunga mami dan saya jualan BAJU di BAKAR Masa kerusuhan solo 1998 .( walaupun kami dibilang CINO - cino pada saat itu ..😭) .. tapi CINTA kami pada INDONESIA 🇮🇩tetap PUTIH sampai saat ini -Terbukti sampai detik ini saya masih terus MEMPRODUKSI APD ....dan tidak " perjual belikan "🙏Hanya kami sumbangkan untuk Bangsa ini," tulis Anne.
Melalui kisahnya tersebut Anne ingin memotivasi mereka yang tengah jatuh akibat pandemi Corona ini. Desainer asal Solo itu mengatakan janganlah menganggap sebuah cobaan akhir dari segalanya.
"Kalau sekarang menganggap peristiwa Covid 19 ini adalah AKHIR SEGALA GALA nya dan > Di RUMAH kan adalah " kiamat "mari saya beri pencerahan atas hidup saya .🙏> Segala nya itu jangan TERPURUK spt ESOK tiada lagi hari. Sekarang ..di saat Covid ini coba lihat UJIAN saya ..dulu dan Tuhan MAMPU PULIH kan menjadi jauh LEBIH BAIK ..🙏> PERCAYALAH," demikian pesan Anne.
(eny/eny)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
7 Foto Mesra Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad yang Sedang Jadi Sorotan
Gaya Ranty Maria di Pas Foto Nikah, Tampil Natural Nyaris Tanpa Makeup
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Ramalan Shio 2026
Pakar Feng Shui Bongkar Kunci Cuan 2026 Satu Hal Ini Agar Emosi Tetap Stabil











































