Motivasi Korban PHK, Anne Avantie Ungkap Kisah Sedih Tokonya Pernah Dibakar

Eny Kartikawati - wolipop Senin, 04 Mei 2020 07:00 WIB
Anne Avantie Bertemu Miss Universe 2019 Foto: Dok. Anne Avantie
Jakarta -

Desainer kebaya Anne Avantie mengungkapkan kisah sedih perjalanan hidupnya yang tak banyak orang tahu. Kisahnya ini diungkapnya untuk memotivasi korban PHK.

Melalui sederet unggahannya di Instagram, Anne Avantie menampilkan foto-fotonya di masa kecil bersama ibunya yang merupakan orangtua tunggal. Ayah Anne meninggal dunia di usia 45 tahun ketika dia masih kecil.

"Mami hidup sendiri membesar kan kami ber 3 diusia 38 th menjanda sampai sekarang 71 tahun ..🙏❤️> Papi berpulang usia 45 tahun ..🙏•
• Sepanjang hidup MAMI adlh IBU yg sangat " positif " nggak pernah MENGHARU BIRU sebagai orang tua tunggal .🌹> Mami menganggap sebagai GARIS HIDUP yg bersifat ILAHI ..🙏," demikian ungkap Anne dalam unggahannya Minggu (3/5/2020).

Anne melanjutkan kisahnya, setelah ayahnya meninggal, cobaan hidupnya dan ibunya tak berhenti. Kata desainer kebaya itu, ayahnya meninggal dunia dengan kondisi ekonomi keluarga dalam keadaan jatuh.

"Rumah juga disita bank dan Mami menjadi janda umur 38 tahun. Waktu papi berpulang....tidak ada belas apalagi kasih sehingga kami harus keluar rumah," tulis Anne.

[Gambas:Instagram]



"Sepeninggal Papi ., kami punya Rumah pun TIDAK padahal dari sebuah keluarga KAYA ...semua itu maka jangan MENGANDAL kan KEKAYAAN .., semua akan HABIS .😭-yg tidak bisa HABIS dan hilang adalah KEBAIKAN yg terus " berbuah"," tulis Anne lagi.

Perlahan ibunda Anne berhasil bangkit memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Dia bekerja dengan berjualan bunga dan merenovasi bunga-bunga di berbagai kantor.

Namun saat kesuksesan itu baru dicicipi sesaat, cobaan kembali datang. Pada 1996, sang ibu didiagnosa menderita sakit kanker serviks. Penyakit itu membuatnya harus hidup dengan kepala tanpa rambut beberapakali. Beruntung sang ibu berhasil sembuh dari penyakit tersebut.

Cobaan sakit kanker berhasil dilewati, cobaan berikutnya datang. Saat kerusuhan Mei 1998, toko bunga ibunda Anne dibakar massa.

"TOKO Bunga mami dan saya jualan BAJU di BAKAR Masa kerusuhan solo 1998 .( walaupun kami dibilang CINO - cino pada saat itu ..😭) .. tapi CINTA kami pada INDONESIA 🇮🇩tetap PUTIH sampai saat ini -Terbukti sampai detik ini saya masih terus MEMPRODUKSI APD ....dan tidak " perjual belikan "🙏Hanya kami sumbangkan untuk Bangsa ini," tulis Anne.

[Gambas:Instagram]

Melalui kisahnya tersebut Anne ingin memotivasi mereka yang tengah jatuh akibat pandemi Corona ini. Desainer asal Solo itu mengatakan janganlah menganggap sebuah cobaan akhir dari segalanya.

"Kalau sekarang menganggap peristiwa Covid 19 ini adalah AKHIR SEGALA GALA nya dan > Di RUMAH kan adalah " kiamat "mari saya beri pencerahan atas hidup saya .🙏> Segala nya itu jangan TERPURUK spt ESOK tiada lagi hari. Sekarang ..di saat Covid ini coba lihat UJIAN saya ..dulu dan Tuhan MAMPU PULIH kan menjadi jauh LEBIH BAIK ..🙏> PERCAYALAH," demikian pesan Anne.



Simak Video "Ungkapan Kebahagiaan Anne Avantie tentang Kebaya Pramugari Garuda"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)