Pernah Jadi Brand Terfavorit, Penjualan Gucci Turun Imbas Virus Corona

Hestianingsih - wolipop Jumat, 24 Apr 2020 10:23 WIB
MILAN, ITALY - FEBRUARY 19: A model walks the runway at the Gucci Fall/Winter 2020/21 fashion show during Milan Fashion Week on February 19, 2020 in Milan, Italy. (Photo by Pietro S. DAprano/Getty Images for Gucci) Fashion show Gucci. Foto: Pietro S. D'Aprano/Getty Images
Jakarta -

Gucci pernah menjadi brand fashion terpopuler di 2018. Rumah mode asal Italia ini juga merupakan brand terfavorit kamu milenial pada 2016. Namun menjadi yang terpopuler dan terfavorit rupanya tak juga menyelamatkan Gucci dari dampak negatif pandemi virus Corona.

Kering, perusahaan yang menaungi Gucci dan beberapa brand fashion high-end lainnya seperti Balenciaga, Yves Saint Laurent dan Bottega Veneta, melaporkan mengalami penurunan penjualan hingga 15,4 persen di kuartal pertama 2020. Kering mengumumkan bahwa penurunan ini terjadi akibat wabah COVID-19 yang merebak di seluruh dunia.

Seperti diberitakan Fashion Law, pendapatan brand andalan mereka, Gucci, turun 23,2 persen dibandingkan kuartal pertama di 2019. Dari USD 2,52 miliar menjadi USD 1,96 miliar.

"Pandemi COVID-19 membawa dampak buruk pada operasional kami di kuartal pertama," kata CEO Kering Francois-Henri Pinault, dilansir Hypebae.

Penjualan di China jadi penyebab utama menurunnya performa Gucci di awal tahun 2020 karena banyak toko dan butik yang ditutup imbas virus Corona. Namun penurunan ini telah diprediksi para petinggi Kering.

Sebelumnya Kering telah memperkirakan bahwa akan terjadi penurunan penjualan sekitar 15 persen di kuartal pertama 2020 dan marjin operasional juga akan terjun bebas. Melihat perkembangan kasus COVID-19, jaringan fashion mewah raksasa ini memprediksi, kondisi masih akan tetap sama hingga Juni atau Juli.

Meski begitu Gucci tetap optimis akan tetap bertahan dan mempertahankan posisinya sebagai brand high-end terlaris. Retail Detail mencatat penjualan online meningkat hingga 20 persen di kuartal pertama. Artinya penjualan langsung dari perusahaan ke konsumen akan dipertimbangkan sebagai solusi untuk mengatasi kondisi yang tak menentu ini.



Simak Video "Bikin Baju dari Tas Louis Vuitton dan Gucci, Wanita Filipina Viral"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/agm)