Gonta-ganti Masker Batik, Gaya Jubir Covid-19 Achmad Yurianto Curi Perhatian

Daniel Ngantung - wolipop Sabtu, 11 Apr 2020 19:00 WIB
Jubir Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto Masker kain batik selaliu menjadi andalan juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. (Foto: dok. BNPB)
Jakarta -

Merespons pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh virus Corona, pemerintah akhirnya mulai mengimbau seluruh rakyat Indonesia untuk selalu menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Tanpa terkecuali bagi mereka yang sehat. Sebagai juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto menjalankan amanah tersebut dan memberi contoh dengan gaya maskernya yang menyita perhatian.

Ada yang berbeda dari penampilan Achmad Yurianto beberapa hari terakhir ini kala menyampaikan perkembangan terkini pandemi COVID-19 di Indonesia kepada khalayak luas. Mulut dan hidungnya kini dibalut masker kain.

Jubir Penanganan COVID-19 Achmad YuriantoJubir Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (Foto: dok. BNPB)



Achmad Yurianto diketahui mulai memakai masker kain sejak (5/4/2020). "Mulai hari ini, sesuai rekomendasi dari WHO, kita jalankan 'masker untuk semua'. Semua harus memakai masker ketika berkegiatan di luar," kata Yurianto kala itu dalam konferensi pers virtual melalui akun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia.

Tampak pria 58 tahun itu memakai masker berwarna oranye yang mirip di logo BNPB. Masker yang sama juga dipakai beberapa pria yang ikut mendampingi Achmad Yurianto di kesempatan tersebut.

Hari-hari berikutnya, masker kain pilihan Achmad Yurianto seolah menjelma sebagai aksesori dengan fashion statement tersendiri.

Jubir Penanganan COVID-19 Achmad YuriantoJubir Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (Foto: dok. BNPB)



Masker yang dipakainya sesekali matching dengan baju batiknya. Pernah ia memakai masker bermotif batik nuansa floral dengan warna merah muda keunguan sebagai dasarnya. Masker hitam, juga dengan motif bunga, pernah pula menjadi andalannya.

Tidak ketinggalan masker bermotif batik parang yang memiliki filosofi tersendiri. Motif batik ini kerap dimaknai sebagai simbol kekuatan dan perjuangan yang pantang menyerah. Makna tersebut sangat sesuai dengan konteks situasi bangsa kita yang sedang berjuang melawan COVID-19.

Entah itu dibuat dengan teknik membatik asli (tulis atau cap) atau cetak digital, masker kain pilihan Achmad Yurianto yang pasti sukses menyita atensi netizen. "Setiap ada berita update corona, aku malah salah fokus sama corak masker yg dipakek Bapak Achmad Yurianto," kicau seorang pengguna Twitter.

Jubir COVID-19 Achmad YuriantoJubir COVID-19 Achmad Yurianto memakai masker batik parang. (Foto: YouTube/BNPB)



Ada pula yang mengunggah deretan foto gaya Achmad Yurianto memakai masker tersebut. "Koleksi masker bpk Achmad Yurianto," tulis dia.

Awalnya, sesuai anjuran WHO, pemakaian masker, khususnya masker bedah, memang hanya untuk mereka yang sakit. Di luar untuk meminimalisir penularan, arahan tersebut juga bertujuan untuk menjaga ketersediaan stok masker bedah bagi para tenaga medis.

Namun, angka kasus COVID-19 yang terus melonjak di Indonesia akhirnya memaksa pemerintah untuk menggalakan pemakaian masker untuk semua. Tak ada masker bedah, masker kain pun jadi.



Simak Video "Tren Masker Premium di Masa New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)